Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Akhir



Happy reading


Hari demi hari berlalu, hari ini adalah hari dimana jadwal Luna melakukan operasi caesar. Keringat dingin membasahi tubuh Nicola yang menunggu diluar ruangan itu.


"Ya Tuhan selamatkan istri dan anakku ku mohon," batinnya berdo'a.


Dari kejauhan Ariana dan Alex datang tak lupa Baby Bian yang ikut berada digendongan Papanya berjalan kearah Nico.


"Bagaimana?" tanya Ariana pada Nicola.


"Belum selesai," jawabnya lemah. Ini sudah lebih dari 2 jam tapi operasi belum juga selesai.


Oeekkk oeekk oeekk


Suara tangis itu memecah keheningan, Nicola yang mendengar suara tangis bayi itu ikut menitihkan air matanya.


"Suami pasien silahkan masuk operasi sudah selesai," ujar salah seorang suster.


"Anakku lahir!"


"Yah, masuklah. Anak dan istrimu membutuhkanmu," ujar Ariana.


Dan diangguki oleh Nicola, pria itu masuk kedalan ruangan itu dan betapa terharunya ia melihat bayi merah yang sudah dibersihkan itu.


Suster memberikan bayi laki-laki itu pada Nicola. Ia memperhatikan pahatan wajah putranya yang sangat mirip dengannya itu. Kini pandangannya mengarah kearah Luna yang masih terpengaruh obat bius itu.


"Istri saya gak apa-apa kan dok?" tanya Nicola pada sang dokter.


"Istri bapak baik baik saja, tapi ada satu hal yang perlu saya sampaikan."


"Apa dok?"


"Karena kondisi rahim istri bapak lemah dan terdapat pendarahan hebat akibat operasi ini kami terpaksa melakukan pengangkatan rahim pasien," jawab Dokter itu.


"Jadi istri saya sudah tak bisa mengandung dok?" tanya Nicola.


"Maaf pak."


Nicola hanya mengangguk, ada sedih dan ada bahagia dalam diri seorang mantan casanova itu. Walau ia tak bisa mendapatkan anak lagi dari istrinya tapi ia sudah memiliki anak dan juga istri yang akan membimbing anaknya.


"Aku tetap mencintaimu Luna Adison," ucapnya seraya mengecup kening istrinya.


Setelah berberapa jam berlalu akhirnya Luna sadar dan dipindang ke ruang rawat VIP. Luna bahagia masih bisa melihat anaknya yang sangat persis seperti suaminya.


"Selamat ya kalian udah resmi jadi bapak dan ibu. Baby Bian juga sudah punya teman sekarang," ucap Ariana pada keduanya.


"Makasih Ria," jawab mereka.


"Selamat ya, anak kalian tampan," ucap Alex tulus.


"Hmm... Aku tahu karena dia anakku," sombong Nico pada sahabatnya.


"Nyesel gue puji tadi," candanya.


Setelah berbincang lama, Ariana dan Alex memutuslan untuk pulang. Rumah sakit tak bagus untuk anak mereka yang masih bayi.


Kini tinggalah Nicola, Luna, dan Baby yang belum diberi nama itu diruangan itu.


"Sayang ada satu hal yang mau aku bicarain sama kamu," ucap Nico pada istrinya yang sedang memberi ASI eksekusif untuk putanya itu walau sedikit susah.


"Kaya dokter tadi, ada pendarahan dirahim kamu dan rahim kamu harus diangkat. Kemungkinan besar kita tak bisa mempunyai anak lagi," ucap Nicola dengan berat hati. Walau bagaimanapun ia harus memberitahukan hal ini kepada Luna.


"Jadi aku udah gak bisa mengandung Nic?" tanya Luna yang tiba-tiba dadanya sesak.


"Ssttt jangan nangis lagi, aku gak apa-apa. Kita sudah punya Baby walau nanti tak mempunyainya lagi," ujarnya mengelus rambut istrinya.


"Tapi aku sudah tak sempurna Nic!"


"Kamu sudah menjadi seorang ibu, kamu sudah sempurna menjadi istri dan ibu yang baik."


"Apa kamu masih mau dengan aku yang tak sempurna ini?" tanya Luna dengan sedih.


"Hei aku mencintaimu sayang, jika kita masih mau anak kita bisa adopsi. Aku gak akan pernah meninggalkanmu," ujarnya dengan senyum. Luna yang mendengar itu terharu sampai meneteskan air matanya.


"Bagiku Bayo kita ini sudah cukup!"


"Terima kasih," ujarnya.


"Kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita?" tanya Luna pada suaminya.


"Sudah."


"Siapa namanya?"


"Leo Saputra Noval," jawabnya dengan bangga. Ia sudah memikirkan berhari hari nama itu.


"Aku suka, Baby Leo," ujar Luna mengecup kening bayinya.


Setidaknya mereka sudah memiliki Baby Leo, walau nanti mereka tak memiliki bayi lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Ariana dan Alex sedang menikmati weekend mereka dengan si kecil yang sudah bisa berlari dengan kencang itu.


"Aku bahagia," ucap Ariana menyandarkan kepalanya dipunak sang suami.


"Aku juga, kita akan selalu bersama seperti ini. Sampai mait memisahkan," ujarnya dan diangguki oleh Ariana.


Pandangan mereka tak lepas dari bayi gembul itu.


"Kapan bikin baby lagi?" tanya Alex dengan seringan mesumnya.


"Kalau Bian sudah 5 tahun," jawabnya tanpa beban.


"Masih lama sayang."


"Ya gak apa-apa, lagian tiap malam cetak juga kan," ujarnya berlalu menuju putranya yang terduduk dirumput itu.


Alex memperhatikan apa yang dilakukan sang istri dan anaknya itu dengan senyum mengembang.


"Aku tak menyangkan akan sebahagia ini bersama kamu sayang, aku pikir aku tak akan bisa mendapatkan wanita secantik dan sebaik dirimu. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku demi kalian sekarang," batin Alex ikut bermain dengan anak dan istrinya.


Tamat


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, RATE, KASIH HADIAH SEIKHLASNYA AJA. FAVORITKAN JUGA YA.


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur