Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Izin untuk pergi



Happy reading


"Apa tidak bisa diwakilkan?" tanya Alex pada sekretarisnya.


"Tidak bisa bos, harus pimpinan langsung yang meninjau tempat pembangunan itu dan juga rapat untuk berberapa hari. Tuan Nico juga ikut hadir dalam pembangunan ini," jawab sekretaris Vito pada atasannya.


"Hufftt, kapan?"


"Besok lusa bos," jawabnya.


Alex menyandarkan badannya di kursi dan melonggarkan dasi yang seakan mencekiknya itu.


"Bagaimana bos?"


"Akan aku bicarakan dulu dengan istriku," ucapnya mengambil jas dan tas kerjanya.


"Baik bos."


Alex berlalu meninggalkan ruangannya dengan tak semangat. Banyak wanita yang melirik bosnya itu tapi seperti biasa Alex hanya memerlukan istrinya.


Sampainya Alex di mobil, pria 28 tahun itu sudah menjalankan mobilnya membelah jalan raya menuju mansion Bara.


Ariana dan Alex masih berada di kediaman Bara, karena mami Gloria yang memaksa mereka. Kesibukan papi Arthur membuat Mami Gloria kadang kesepian. Tapi dengan adanya Ariana dan Baby Bian di rumah ini ia sedikit terhibur.


Apalagi kedua mertuanya yang sudah tak muda itu asik dengan liburannya keberbagai negara untuk menikmati masa tua.


Sampailah Alex di kediaman keluarga Bara, penjaga gerbang yang melihat tuan mudanya itu dengan hormal langsung membuka gerbang itu.


Tin! Tin!


Setelah membukakan klakson mobil itu, Alex melakukan mobilnya menuju garasi mobil.


Alex keluar dari mobil dan dengan langkah gontai Alex memasuki mansion itu. Pria itu mengabaikan berberapa pelayan yang membungkuk hormat itu. Tujuan utamanya adalah istrinya.


Ceklek


Alex masuk kedalam kamar dan melihat sang istri tengah mengeringkan rambutnya di depan meja riasnya itu.


Ariana yang melihat sang suami berdiri dari duduknya dan menyambut tangan sang suami dan dibalas kecupan dikening oleh Alex


Cups


"Udah pulang mas."


Ariana mengambil tas kerja suaminya dan meletakannya di meja.


"Heem."


Grep


Tanpa basa basi Alex langsung memeluk perut Ariana dari belakang.


"Mandi dulu gih," ucapnya membiarkan Alex memeluknya.


"Nanti dulu," jawabnya yang masih betah memeluk tubuh sang istri itu.


"Kamu bau mas."


Sontak saja Alex mencium baju yang ia pakai, dan baunya masih wangi walau sudah tercampur dengan keringat.


"Wangi kok yank," ucapnya tak terima.


"Mandi dulu baru boleh peluk aku sepuasnya," ujar Ariana dengan lembut.


"Bener?"


Ariana mengangguk, mau tak mau Alex melepas pelukan itu dan berlalu menuju kamar mandi.


"Mas udah makan?" tanya Ariana sebelum Alex masuk kedalam kamar mandi.


"Belum yank," jawabnya.


Padahal sudah jam 8 malam tapi suaminya itu belum makan, makan malam keluarga sudah lewat satu jam yang lalu.


"Kebiasaan deh," gumamnya.


Ariana meninggalkan kamar itu karena Baby Bian juga sudah tidur setelah kenyang meminum susu.


"Nyonya mau kemana? Biar saya ambilkan nyonya. Nyonya tak perlu masuk kedapur," ucap salah satu pelayan.


"Tak apa, aku hanya ingin mengambil makanan untuk suamiku," ucap Ariana dengan sopan.


"Biar saya saja nyonya, nanti saya antar ke kamar nyonya," ucap pelayan yang itu dengan sopan.


"Tak perlu bi, aku bisa kok," ucap Ariana berlalu meninggalkan pelayan yang ada disana.


"Nyonya Ariana sangat sopan ya," bisik para pelayan.


"Iya, gak salah sih kalau nyonya sangat dicintai Tuan Alex," bisiknya lagi.


Tak sampai 10 menit Ariana kembali kekamar dengan nampan di tangannya.


"Kamu darimana aja?" tanya Alex yang sudah cemberut. Alex hanya memakai handuk yang melilit bawahnya saja.


"Astaga mas. Pakai bajumu, nanti masuk angin lagi."


Ariana meletakkan nampan itu dinakas dan berlalu menuju lemari, mengambil celana sang suami dan kaos yang biasa dipakai Alex. Walau ujung ujungnya dilepas karena tak tahan.


Ariana memberikan celana dan kaos pada Alex, tapi bukannya diterima Alex malah menarik tangan istrinya hingga duduk di pangkuannya.


Alex membenamkan wajahnya dibelahan dada Ariana. Alex tak banyak bicara, tangannya membelit pinggang sang istri


"Kenapa sih hmm?" tanya Ariana merasa ada yang aneh dengan suaminya.


"Aku harus pergi ke kota B sayang," jawabnya yang masih menengelamkan wajahnya di dada Ariana.


"Berapa lama?" tanya Ariana.


"Sekitar satu mingguan," jawabnya lemas.


"Kan cuma satu minggu, gak lama kok Mas."


"Kamu ikut ya," pintanya menatap sang istri.


"Gak bisa Mas, kamu tahu sekarang cuaca di kota B. Lagi dingin dinginnya, kalau baby Bian kenapa napa gimana? Dan aku gak bisa pergi tanpa anak kita."


"Terus gimana?"


"Kamu pergi aja mas, kita gak apa-apa kok disini."


"Kamu bolehin aku pergi?" tanya Alex menatap tak percaya istrinya.


"Bukannya ini tugas perusahaan? Aku gak mau egois dengan menghalangi kamu buat pergi."


"Tapi aku gak bisa jauh lagi dari kamu," ucap Alex pada sang istri.


"Kamu bisa, lagian sekarang sudah ada ponsel. Kita bisa telepon, VC, kirim pesan."


Tangan Ariana mengangkat wajah sang suami dengan lembut, tatapan lembut itu membuat hati pria ini menghangat.


"Kapan kamu berangkat?" tanya Ariana.


"Besok lusa," jawabnya.


Ariana hanya mengangguk, tangannya mengecup rahang tegas sang suami yang sudah ditumbuhi bulu itu.


"Udah jangan sedih lagi gitu," ucapnya dan dianggukkan oleh Alex.


"Udah tegang nih, lanjut gak?" tanya Ariana dengan sensual saat merasa intinya sudah ditekan oleh anakonda saang suami.


"Makan dulu, tapi kamu suapi aku," pintanya dengan manja.


Ariana tersenyum dan mengangguk, ia mengambil piring itu dan mulai menyuapi sang suami dengan telaten hingga makanan itu habis.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Papi Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏