Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Penolakan Alex



Happy reading


Setelah semua bubar dan juga sekretaris Vito yang sudah pamit karena masih ada banyak pekerjaan yang ia tinggalkan.


Alex berjalan menuju kamarnya, di sana masih ada Bi Erni yang menjaga Ariana dan Baby Bian.


"Sudah selesai?" tanya Ariana pada sang suami yang ada di depan pintu.


"Sudah," jawab Alex santai dan duduk di sebelah Ariana yang sedang menimbang sang putra.


"Bibi keluar ya non, nak Alex." Bi Erni pikir kedua pasangan ini harus bicara berdua.


"Iya bi," jawab keduanya.


Setelah Bi Erbi keluar dari kamar kini hanya tinggal mereka bertiga. Alex naik ke kasur dan berbaring menjadikan paha Ariana sebagai bantalan kepalanya.


"Kamu jadi nikah sama Sinta?" tanya Ariana dengan sendu.


"Emang kamu mau kalau aku nikah lagi?" tanya Alex yang dibalas gelengan oleh Ariana.


"Nanti kalau kamu nikah lagi, Bian punya ibu lagi dong. Aku gak mau cukup aku ibunya gak mau yang lain," ucap Ariana menatap sendu sang putra yang saat ini menatap wajah atu sang ibu.


"Baby mau ibu baru gak?" tanya Alex menggoda sang istri yang sudah berkaca itu.


"Kamu boleh nikah lagi, tapi biarkan aku hidup dengan baby aja. Kamu jangan bawa baby," ucap Ariana yang berfikir suaminya jadi menikah dengan Sinta.


Alex bukannya menjawab ia malah menyembunyikan wajahnya di perut Ariana tak lupa tangannya memeluk perut Ariana dengan posesif.


Ariana mencoba menahan air matanya yang sudah penuh, dengan cepat ia mengusap air matanya yang jatuh. Bukannya berhenti air mata itu makin deras saja hingga isakan tangis itu tersengar di telinga Alex.


"Hei sayang kenapa nangis hmm?" tanya Alex bangun dari baringannya dan mengusap air mata sang istri. Isakan itu belum juga berhenti. Alex mengambil air yang ada nakas dan memberikannya pada sang istri.


"Udah jangan nangis lagi, kasihan baby Bian kalau kamu nangis sampai terisak gitu, lihat wajah baby."


Ariana menatap baby Bian yang ada di gendongannya itu, menatap ibunya dengan sendu seakan tahu apa isi hati Ariana.


"Aku gak akan nikah sama Sinta kok sayang, tadi kita udah negosiasi dan beliau setuju," ujar Alex.


Ariana menatap sang suami dengan tatapan tak biasa ada rasa bahagia mendengar ucapan Alex yang mengatakan bahwa dia tak menikah dengan Sinta.


"Bener?" tanya Ariana dan diangguki oleh Alex. Perlahan isakan itu tak terdengar lagi.


"Udah ya, aku gak akan mungkin khianatin kamu sama baby. Kamu percaya kan sama aku?" tanyanya dengan lembut.


"Heem," jawabnya.


******


Tiga hari berlalu. Baby Bian yang umurnya masih seminggu itu harus melakukan perjalanan jauh ke kota. Kondisi Ariana juga sudah membaik.


"Sudah," jawab mereka bersama. Bi Erni juga sudah sepakat jika harus ke rumah majikannya lagi dan meninggalkan rumahnya berberapa bulan.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa ya mas?" tanya Ariana pada sang suami.


"Gak tahu yank," jawab Alex.


"Biar bibi saja yang buka."


Bi Erni berjalan menuju pintu dan membuka pintu kayu itu, dan yang datang ternyata pak RT dan berberapa warga.


"Assalamu'alaikum Bu Erni, Nak Alex nya ada?" tanya Pak RT pada Bi Erni.


"Ada pak, mari-mari masuk bapak-bapak ibu-ibu," ajak Bi Erni pada mereka.


Pak RT selaku ketua di sini duduk di sofa ruang tamu itu, ia sedikit terkejut kenapa ada banyak koper di sana. Apa Alex akan pergi?


"Maaf sebelumnya ada apa ya pak RT, datang ramai-ramai?" tanya Alex yang tadi tak sengaja mendengar namanya disebut.


"Jadi begini nak Alex, kami tahu Anda warga baru di desa ini. Dan terima kasih sebelumnya sudah membongkar kedok Kepala Desa yang ternyata telah memakan uang rakyatnya. Sekarang jabatan Kepala Desa sudah kosong karena pak Rahmi sudah di penjara dan kami sudah memutuskan untuk memilik Kepala Desa yang baru."


"Dan kami RT 01 dan 02 sudah sepakat untuk memilih nak Alex untuk menjadi calon Kepala Desa, dan pemilihan kadesnya akan berlangsung pada tangga 27 nanti nak Alex," sambung Pak RT.


"Jadi nak Alex mau kan, jadi calon Kepala Desa?" tanya Pak RT dan diangguki warga di sana.


Ariana tentu terkejut akan hal ini. Kenapa Pak Kepala Desa bisa di penjara dan kenapa suaminya yang membongkar kedok pak kades.


Ariana menatap suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan banyak yang ingin di pertanyakan oleh Ariana.


"Nanti aku jelasin," ucap Alex dan diangguki oleh Ariana.


"Maaf pak RT bukannya saya tidak mau, bapak tahu sendiri saya bukan warga sini. Kami harus kembali ke kota hari ini, pekerjaan saya juga sudah banyak di kota. Saya takut jika lebih banyak mengemban pekerjaan saya tidak akan sanggup. Lebih baik bapak cari calon yang lain saja," tolak Alex dengan sopan.


"Memangnya kalau saya boleh tahu nak Alex bekerja sebagai apa di kota?" tanya salah satu warga.


"Karyawan biasa di sebuah kantor," jawab Alex.


"Lagipula saya juga akan melangsungkan resepsi pernikahan dan akikah anak kami di kota," tambah Ariana.


Dengan berat hati merekapun terima jika Alex tak mau menjadi Kepala Desa. Mereka akan mencari calon yang baru.


Bersambung


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏