Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Cerita



Happy reading


"Sebenarnya saat itu bukan kali pertama aku lihat kamu sayang," ujar Alex mengelus rambut hitam sang istri.


"Hah? emang kapan?" tanya Ariana menatap suaminya.


"Yakin mau dengar?" tanya Alex pada sang istri.


"Iya yakin."


"Saat kamu di dalam kandungan, saat kamu lahir, saat kamu umur 4 tahun, saat kamu 19 tahun, dan yang terakhir saat kamu masuk taksi aku," jawabnya yang membuat Ariana melongo.


"Kok aku gak tahu?"


Cletak


Alex menyentil kening Ariana yang terlalu dekat kearah wajahnya.


"Kamu yang tak ingat! Itu sudah lama sayang dan kita sekarang sudah menikah," ujarnya dengan senyum.


"Cepat cerita aku mau dengar kamu cetita," Ariana mengelus dada Alex yang membuat pria itu menatik tangan sang istri.


"Mulai dari mana?" tanya Alex.


"Dari aku di dalam kandungan," ujarnya. Alex mengingat saat kecil dulu.


"Dulu aku diajak mami dan papi untuk melihat sahabatnya yang sedang sakit dengan kondisi mengandung, dan orang itu adalah mama kamu."


Flashback on


Saat Ariana masih di dalam kandungan dan Alex berumur 3 tahun.


"Ante, di dalam ada dede bayinya ya ante?" tanya Alex kecil pada Mama Mariana yang saat itu tengah hamil 6 bulan.


"Iya sayang, di sini ada adik bayinya kenapa?" tanya Mama Mariana menatap anak sahabatnya.


"Nanti kalau adik bayi sudah lahir, Alex mau dia jadi pengantin Alex. Biar kayak mami dan papi," ucap Alex kecil mengelus perut Mama Mariana.


"Hahaha," tawa mereka pecah mendengar uncapan Alex. Bocah usia 3 tahun melamar bayi yang masih di kandungan.


Sejak ucapan Alex saat itu, Alex selalu merengek untuk menemui Mama Mariana hingga sang mami jengah sendiri.


Flashback off


"Kamu lamar aku saat masih di kandungan?" tanya Ariana tersenyum geli.


"Heem," Alex mengangguk dengan tangan yang sudah masuk ke dalam daster milik sang istri.


"Kapan anak kita lahir yank?" tanya Alex mengelus perut besar itu.


"Kata doktet minggu-minggu ini, tapi aku juga gak tahu kapan," jawabnya.


"Sambungin cerita saat aku lahir Al," pintanya pada Alex yang mengelus perutnya.


"Saat kamu lahir, kamu sangat cantik sayang hidung kamu mancung dengan mata yang masih terpejam. Untung yang lahir perempuan kalau bukan mungkin aku cancel ucapan aku waktu itu," ujarnya mengingat betapa konyolnya dia saat Ariana lahir.


Flashback on


Saat Ariana lahir


"Mami dedek bayinya kapan keluar, kita sudah lama di sini?" tanya Alex pada sang mami sedangkan dang papi hanya mengulum senyumnya.


"Memang kalau babynya lahir kamu mau apa sayang?" tanya Papi Arthur.


"Mau Alex nikahin," jawab Alex.


"Kalian masih kecil, kenapa mau nikah-nikah?" tanya Mami Gloria menatap anaknya.


"Biar kayak mami papi, bisa telus manja-manja. Bahkan Alex pelnah lihat papi mimik susunya mami dikamar," ucap Alex yang membuat kedua orang itu mati kutu.


Hingga suara tangisan bayi dari dalam membuat mereka semua bersyukur tak terkecuali Alex.


Setelah mengetahui jika Mama Mariana mempunyai anak perempuan seminggu berturut-turut Alex tak mau pulang ke mansionnya. Seminggu itu juga Alex selalu menemani Ariana dan mengklaim Ariana adalah miliknya, calon istrinya di masa depan.


Hingga Ariana berumur tiga bulan, Alex harus terpaksa pergi keluar negeri karena orang tuanya harus mengurus perusahaan di sana.


Pernah ada drama saat Alex tak mau ikut mami papinya, dan hanya ingin bersama Ariana saja. Tapi setelah di beri pengertian oleh orang tuanya dan orang tua Ariana akhirnya Alex mau ikut keluar negeri.


Flashback off


"Hahaha seorang Alex Bara bisa sebucin itu sama bayi?" tanya Ariana dengan tawa.


"Entah aju juga bingung, saat itu kenapa aku begitu mengilaimu!!"


"Pantes dia mesumnya gak ketulungan orang dia kecil aja udah lihat mami sama papi nyusu," batin Ariana menatap mata Alex.


"Ahh Al, tangannya di kondisikan dong," geli Ariana saat tangan kekar suaminya mengelus hunian anakonda yang masih terhalang kain terakhir itu.


"Gak tahan yank," ujar Alex menatap mata sang istri.


"Kamu tuntasin ceritanya dulu," ujar Ariana menahan tangan Alex.


"Hah, oke kamu denger baik baik aku bicara aku gak mau flashback kasihan Author harus nulis flashback lagi."


"Iya," jawab Ariana.


"Saat aku umur 7 tahun aku sudah terlebih dahulu pulang ke Indonesia bersama nenek dan kakek yang sepertinya sudah rinfu dengan cucu tampannya ini," ujarnya pada sang istri yang masih fokus menyimak.


"Saat itu kamu masih ingat aku apa tidak?" tanya Ariana menyela ucapan sang suami.


"Ingat bahkan sangat ingat, mama kamu ngirim foto kamu tiap bulannya hingga bayi cantik itu berubah menjadi gadis yang sangat cantik," ujarnya mengecup pipi Ariana.


"Saat itu aku bersama bibi pamit ke nenek untuk membeli es krim, padahal sorenya aku ingin mengajak nenek untuk ke rumahmu," ujarnya.


"Tanpa sengaja aku lihat kamu sedang bermain di sebuah taman tanpa mama dan papa kamu. Aku dan sopir mengikuti mobil papamu. Dan ceritanya sudah diceritakan oleh papa tadi pagi."


"Terus kata papa kamu gak ada di rumah sakit?" tanya Ariana pada Alex.


"Saat itu nenek dan kakek tahu aku di rumah sakit, beliau menyuruh anak buahnya untuk mengambil aku dan merawatnya di mansion. Kamu tahu sediri musuh keluarga kita bisa saja mencari kita di mana saja dan rumah sakit adalah tempat yang tidak aman," ujarnya.


"Terus?"


"Pemulihan luka di pundakku cukup memakan waktu sayang, tapi aku meminta agar tak nenek dan kakek tidak memberitahukan mami dan papi. Walau mami dan papi orangnya santai tapi tidak jika ada yang menyangkut keluarganya. Mungkin jika dulu mereka tahu, keluarga kita akan musuhan sayang," jelasnya.


"Kenapa tadi tidak?" tanya Ariana.


"Karena sudah terlebih dahulu papa Zain menceritakannya, dan kamu tahu mami sangat menyayangimu sekarang," ujar Alex.


"Maaf karena membuatmu luka, aku tak ingat apapun tentang hal itu. Aku juga tak tahu masa kecilku. Jika aku tanya mama atau papa jawabannya pasti masa kecil kamu bahagia. Entah apa yang terjadi saat itu aku juga tak ingat," ujar Ariana sedih, jujur saat dulu ia terbangun dari pingsannya ia sudah tak ingat apa-apa.


"Ria tak ingat apa-apa, apa dia lupa ingatan?" tanyanya dalam hati, tapi itu bagus daripada harus mengingat perculikan 20 tahun silam.


"Mau aku lanjut gak?" tanya Alex dan diangguki cepat oleh Ariana.


"Saat kamu pertama masuk kuliah, kamu pangsung jadi idola kampus? Aku tahu karena saat itu aku ada seminar proposal yang aku ajukan tepat di kampus kamu."


"Kenapa kamu gak samperin aku?" tanyanya.


"Aku takut kamu gak terima kehadiran aku, aku pernah cari tahu tentang kamu dan kamu itu orangnya cuek, dingin dan tak banyak gaya. Aku minder sayang, aku takut kamu malah jauhin aku."


"Belum juga dicoba," sindir Ariana. Walau di hatinya berbunga-bunga akan ucapan sang suami.


"Hingga aku menyelesaikan kuliahku dan menutuskan untuk hidup sederhana. Emang ya kalau jodoh gak akan kemana," ujar Alex memeluk sang istri yang tengah tersenyum.


"Heem," Ariana mengangguk tak lupa senyum manisnya.


Bersambung


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan masukkan ke daftar favorit kalian. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏