
Happy reading
Hari berganti bulan tak terasa sudah 8 bulan Ariana pergi dari kehidupan Alex. Alex sudah berusaha mencari sang istri ke berbagai tempat, semua bawahannya di kerahkan untuk mencari Ariana tapi nihil.
Selama Ariana tidak ada Alex berubah menjadi gila kerja, perusahaannya sudah memasuki 2 besar di negara ini mengalahkan perusahaan Delta.
Penampilannya semakin tak terurus dengan tumbuhnya bulu yang dibiarkan begitu saja disekitar pipinya justru membuat Alex terlihat lebih gagah.
Ariana sang biang kerok perginya sang istri sudah ia ketahui latar belakangnya.
"Halo teman lama," sapa seorang laki laki yang berpawakan tinggi dengan rambut pirang itu.
"Nic," lirihnya nyaris tak terdengar.
"Hahaha ternyata kamu masih ingat teman lama," tawa Nicola.
"Bagaimana rasanya di tinggal oleh orang yang kita sayangi?" tanya Nicola menatap remeh Alex.
"Di mana istriku?" tanya Alex to the poin.
"Aku tak tahu, aku ke sini hanya ingin melihat kehancuranmu."
"Aku sudah pernah bilang Nic, semua itu salah paham," seru Alex bangkit dari duduknya.
"Aku melihat sendiri Clara menghembuskan nafas terakhirnya di pelukanmu Alex, kamu masih mengelak hah. Kamu pembunuh Clara, kamu pembunuh," teriak Nicola di hadapan Alex.
"Aku bukan pembunuh Clara, dia meninggal karena racun yang dia minum," balas Alex tak kalah teriak.
"Hahaha apa aku harus percaha pada pembohong sepertimu," ledek Nicola pada Alex.
Alex berbalik dan mengambil amplop yang ia simpan sejak lama di ruangan itu.
"Baca, kamu bisa bacakan?" Alex memberikan amplop itu pada Nicola yang tahu itu tulisan tangan 8Clara.
"Clara hamil Nic, dia diperkos* oleh temanmu sendiri. Teman yang sudah kau anggap sebagai saudara," ujarnya dengan dingin. Ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Nicola hari ini juga.
Nicola bergetar melihat isi dari amplop dan mengambil kertas yang bertuliskan Clara Adison di nyatakan positif hamil. Ia tak menyangka gadis yang ia sayangi dan ia cintai di perkosa hingga hamil.
Nicola mengambil berberapa foto dimana Clara di perkosa temannya sendiri di sebuah hotel dengan keadaan Clara sangat memprihatinkan.
Tes!!
Dear sahabaku Alex dan Nico
Maaf jika selama aku menjadi sahabat kalian aku pernah ada salah sama kalian, aku sadar aku bukan wanita berada seperti kalian tapi aku hanya ingin berteman tulus dengan kalian.
Untuk Alex, semangat ya kejar cewek yang sudah buat kamu tutup hati buat siapapun termasuk Karin cewek terpopuler di kampus.
Untuk Nico, emm aku mau bilang makasih untuk semua perhatian kamu selama ini. Jujur aku sangat mencintai kamu sebagai seorang perempuan pada laki laki bukan sebagai sahabat, tapi aku takut jika mengutarakan isi hatiku kamu akan menjauh dariku. Aku minta maaf.
Sekarang aku kotor, aku sudah tak suci lagi. Aku minta maaf pada kalian yang selalu menjagaku malah aku menjadi seperti ini.
Aku berharap kalian bisa bahagia dengan kehidupan kalian nanti. Nico... carilah pasangan yang benar benar mencintai kamu ya.
Berhenti minum alkohol atau minuman haram itu, aku sudah berulang kali bilang jangan begitu hanya untuk kamu, untuk kesehatan kamu.
Aku mencintai kalian sahabatku, titip salam buat Ria ya Lex... Bilang aku ingin menemuinya.
Dari Caca
"Caca," lirih Nicola dengan nada bergetar air matanya tak bisa disembunyikan lagi.
"Sekarang kamu percaya? Aku tidak membunuhnya? Caca meminum racun yang bahkan aku tak tahu dia beli di mana. Ia sudah berulang kali menghubungimu disaat saat terakhirnya tapi apa!!!! Kamu tidak mengangkatnya, hingga dia meneleponku dan memberikan surat ini padaku. Hanya satu kata yang bisa aku dengar dari Caca saat itu "Aku mencintai Nico" Hanya itu dan Caca menghembuskan nafas terakhirnya," jelas Alex yang tak bisa membendung air matanya untuk keluar.
"Aku berulang kali ingin menjelaskan hal ini denganmu tapi kamu sudah terpancing emosi dan menuduhku yang membunuh Caca," ujarnya seraya menghapus air matanya.
"Caca mencintaiku, dia mencintaiku."
Nicola menangis seraya memeluk surat dari sahabatnya itu, Alex yang merasa kesedihan mendalam dari sahabat lamanya itu hanya tersenyum tipis.
"Dan akibat dari kesalah pahaman ini adalah istriku. Istriku meninggalkanku saat dia hamil, kamu tahu betapa aku sangat mencintainya. Dia gadisku Nicola, dia gadis yang sudah membuatku menolak ratusan cewek hanya demi dia. Tapi kamu!! Dengan kesalah pahaman ini telah membuatnya meninggalkanku. Sekarang aku harus bagaimana. Istriku hamil Nic, hamil!!!" seru Alex.
Alex terisak di lantai yang dingin itu. ini sudah 8 bulan tapi tidak akan kabar dari sang istri, mertuanya bilang Ariana sempat pergi ke mansion keluarga Delta, tapi ia kembali kabur.
"Maaf," ujar Nicola yang memang sadar ini salahnya, setelah membaca surat dari pujaan hatinya ia sudah bisa berfikir jernih.
"Maaf!!" Alex tersenyum getir.
"Maafmu tak akan mengembalikan istriku kan?" tanyanya menatap Nico.
"Aku akan ikut mencari Ariana, aku janji akan membawanya padamu. Aku mau kita bersahabat lagi seperti yang di tulis Caca, aku mohon." Nicola berlutut didepan Alex yang masih terisak itu.
"Sebelum kamu minta maaf aku sudah memaafkan kamu. Aku hanya kecewa kenapa kamu mengirim foto tak berguna itu pada Ria hingga ia membuktikannya. Semua itu salah Nic, aku tak pernah melirik wanita manapun selain Ria."
"Maafkan aku, aku salah, aku salah padamu."
"Tak apa semua sudah berlalu, kau sudah tak salah paham lagi padaku. Dan sekarang tinggal mencari Ria," ujarnya.
"Sahabat!!" Nicola mengulurkan tangannya.
"Sahabat!!!" balas Alex.
Kedua sahabat itu mulai berbincang dengan akrab mereka melupakan permusuhan. Walau sesekali Alex mengusap air matanya.
Bersambung
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏