
Happy reading
Setelah berbincang-bincang dengan Pak RT dan para warga, akhirnya mereka semua pulang kerumah mereka masing-masing.
"Kita berangkat sekarang ya?" ajak Alex dan diangguki oleh mereka.
"Bibi di belakang gak apa-apa kan?" tanya Ariana.
"Gak apa-apa kok non," jawab Bi Erni yang saat itu sedang menggendong Baby Bian yang sedang tertidur itu.
Alex membukakan pintu mobil untuk Bi Erni dan pintu mobil untuk istrinya.
Alex menjalankan mobilnya menuju jalan utama, Ariana masih sibuk dengan ponselnya yang sedang berbalas pesan dengan Mama Mariana yang ternyata sudah ada Mami Gloria di sana.
Mama
Udah dimana sayang?
Anda
Di jalan ma, baru aja berangkat.
Mama
Owh baru berangkat, kalian hati hati ya. Bilang sama suami kamu kalau mami dan papinya ada di rumah kita.
Anda
Iya ma, nanti Ria hubungi lagi kalai udah sampai.
Mama
Iya sayang hati-hati.
"Mas, kita langsung ke rumah Delta ya. Mami sama papi juga ada di sana," ujar Ariana pada suaminya dan dianggukkan oleh Alex.
"Oke, aku mau lihat rumah dari istri aku yang kabur dari rumahnya," goda Alex pada sang istri.
"Aku cuma gak mau di kurung di rumah besar itu, menurut orang aku mungkin anak yang beruntung bisa menempati rumah besar itu tapi kenyataannya aku harus di bayang-bayangi oleh ketakutan," jawab Ariana menatap suaminya yang fokus pada setir mobilnya.
"Aku gak akan kurung kamu, dan aku akan berusaha untuk terus melindungi kamu dari musuh-musuh keluarga kamu, tapi kamu juga harus bisa jaga diri karena kamu tahu keluarga Delta dan keluarga Bara adalah keluarga yang berpengaruh di kota ini. Tak ayal jika mereka sangat membenci keluarga kita," ujar Alex dengan lembut mengelus rambut Ariana seolah mereka lupa akan kehadiran Bi Erni yang tersenyum malu melihat pemandangan ini.
"Malu ada Bi Erni," ujar Ariana memalingkan wajahnya ke arah luar.
Ariana belum terbiasa memperlihatkan ke romantisan mereka diluar kamar. Dan satu satunya orang yang melihat adalah Baby Bian.
"Gak apa-apa kok non, bibi juga pernah muda," ucap Bi Erni pada Ariana yang tampak malu itu.
Ariana dan Alex hanya tersenyum, perjalanan mereka masih panjang Ariana dan Alex saling bertukar tanya agar tak sepi begitupun dengan Bi Erni. Tapi wanita berusia 60 tahun itu tampak mengantuk hingga Ariana mengambil Baby Bian dan menyuruh Bi Erni untuk tidur.
"Yank," panggil Alex pada Ariana yang sibuk mengelus pipi putih Baby Bian.
"Apa mas?"
"Puasaku gak bisa di buat satu bulan ya yank?" tanya Alex yang lagi dan lagi untuk ke sekian kalinya Alex menanyakan hal ini.
"Gak bisa mas, kamu udah setuju buat puasa selama 2 bulan," ujar Ariana yang sebenarnya dalam hati ia tertawa akan kebodohan sang suami yang gampang percaya dengan omongannya.
"Tapi kan yank."
"Gak ada tapi tapian Mas Alex, kamu kuat kok."
"Iya," pasrah Alex walau nanti ia harus stok banyak sabun di rumah.
Alex memutar musik di mobil itu hingga menambah kesan tenang di dalamnya.
Winter bear_V BTS
She looks like a blue parrot
Would you come fly to me?
Good day, good day
Looks like a winter bear
You sleep so happily
I wish you good night, good night, good night
Good night, good night
Imagine your face
Say hello to me
'Til all the bad days
They're nothing to me
With you
Winter bear
Ooh, ooh, ooh
Sleep like a winter bear
Ooh, ooh, ooh
Sleep like a winter bear
"Adem deh, oh ya mas nanti kita balik ke kontrakan atau di rumah keluarga?" tanya Ariana menatap sang suami.
"Sementara di kediaman Bara dulu ya sayang, sampai rumah yang aku bangun khusus buat kamu jadi. Aku gak mau balik ke kontrakan lagi karena musuh sudah tahu," ujar Alex dan diangguki oleh Ariana.
"Aku ikut mas aja.".
Di tengah perjalanan tiba-tiba Baby Bian terbangin dan menangis hingga membuat Ariana yang sedikit mengantuk itu kembali membuka matanya dan menyusui sang Putra.
"Kamu ngantuk hmm?" tanya Alex mengelus rambut sang istri.
"Heem, wajar mas. Karena malam tadi aku gak tidur, tidurnya pas setelah subuh tadi sebentar. Mas Alex juga gitu."
"Heem, kamu tidur aja lagi biar aku yang jaga baby Bian," ujar Alex yang di jawab gelengan oleh Ariana.
"Aku masih tahan kok mas," jawab Ariana pada suaminya. Lagipula ia tak mau anaknya kenapa napa karena ia tertidur.
Alex hanya mengangguk ia tak mau memaksa sang istri untuk tidur apalagi posisinya Ariana menyusui Baby Bian.
Akhirnya keduanya terjaga dengan Ariana yang mengajak Alex bicara sampai mereka di kota yang sudah lama Ariana tinggalkan. Kota yang memberi kenangan buruk dan kenangan indah padanya.
Tanpa menunjukkan jalan Alex sudah tahu di mana mansion elit tapi lebih kerap di sebut rumah itu.
"Akhirnya sampai," gumam Ariana menatap bangunan besar itu.
"Yuk turun biar aku bangunin Bi Erni," ucap Alex yang sudah membuka pintu mobilnya.
Alex di bantu oleh pelayan yang ada di luar untuk membawa koper kopernya.
Ting! Tong! Ting! Tong!
Bel dibunyikan oleh Ariana hingga pintu itu di bukan oleh salah satu pelayan dan menyuruh nona muda mereka masuk.
"Astaga," kaget Ariana.....
Bersambung
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏