
โWarning!!! Untuk para reader yang masih di bawah umur mohon di skip saja episode ini sebelum terlanjur. Adegan dewasa hanya di baca oleh orang yang sudah menikah yes!!!โ
Happy reading
Cups
"Bibirmu manis sayang," ucap Alex menyudahi ciumannya.
Bluss
Wajah Ariana memerah mendengar ucapan sayang setelah Alex menciumnya.
"Emm sepertinya aku tak akan bermain sabun lagi sekarang," ucap Alex menatap mata sang istri.
"Sayang."
"Hmm."
"Boleh aku meminta hakku malam ini?" tanya Alex mengelus punggung sang istri itu. Dengan malu Ariana mengangguk, hal ini yang sedari tadi ia siapkan.
Alex yang bagai mendapat angin segar itu menarik sang istri ke atas kasur dan menindihnya.
"Kamu tak perlu memakai baju seperti ini sayang, cukup jadi diri kamu yang biasanya." Alex menarik tali lingerie itu dan membuang baju tipis itu ke lantai.
"Aku pikir dengan memakai baju begini kamu akan langsung tertarik." Dengan malu Ariana menutup tubuhnya dengan selimut.
"Shittt.... kamu tak tahu saja jika kamu terus memakai baju seperti ini aku akan terus bereaksi dan tak akan melepasmu."
Cup
Alex mencium bibir yang sedari tadi menggodanya itu seakan berbicara, "Cium aku, cium."
Alex terus mencium lembut bibir Ariana yang hanya diam, Alex menggigit bibir bawah Ariana. Ariana yang merasa bibirnya sakit itu membuka bibirnya. Tak menyiakan itu Alex menelusuri rongga mulut istrinya.
"Euhh."
Alex yang sudah puas di bibir Ariana itu mulai menurunkan ciumannya ke arah leher yang tampak jelas di matanya. Tangannya tak bisa dikondisikan, tangan pria itu merema* dada sang istri yang sangat pas di tangannya.
Ariana dibuat melayang oleh ciuman dan usapan tangan Alex, umurnya yang sudah menginjak 24 tahun hal ini baru ia lakukan.
"Alex."
"Ya sayang," jawabnya seraya memiringkan tubuh istrinya dan mengecup bibir itu lagi. Tangannya terulur membuka pengait bra sang istri hingga bra itu dilepas kasar oleh Alex. Dan betapa terkejutnya Alex melihat bongkahan dada istrinya yang menyembul dengan cococips pink itu.
Ariana yang menyadari tatapan Alex itu menutup kedua dadanya dengan malu.
"Apa ini hanya aku yabg baru menyentuhnya?" tanya Alex melepaskan tangan Ariana yang mengangguk.
"Kau membuatkau gila sayang."
Tak banyak membuang waktu Alex menciumi leher jejang istrinya sesekali meninggalkan jejak kepemilikannya di atas dada. Alex terus merangsang Ariana, hingga desa han dari bibir Arianapun tak terelakkan.
Alex mengemut cococips berwarna pink milik Ariana itu. Ariana merasakan ada sesuatu yang menekan bawahnya yang masih terbungkus rapi.
"Ssttt."
Pungutan itu terlepas dan ciuman Alex turun ke bagian perut Ariana. Sial kenapa istrinya bisa seramping ini apa ia kurang memberi makan istrinya. Ingat ya gaes ramping bukan kurus.
Sreett
Alex yang tak tahan itu melepas pakasa CD Ariana hingga tampaklah segitiga milik istrinya.
Glek
Lagi lagi Alex menelan ludahnya dengan kasar, betapa sempurnanya sang istri jika polos begini. Tidak ada cacat sedikitpun di badannya.
Ariana yang malu menutup bagian itunya dengan tangan tapi langsung di singkirkan oleh tangan Alex, tanpa basa basi lagi Alex mencium bagian itu yang membuat Ariaan malu bukan main. Tapi ia tak munafik. ia juga menikmati ciuman demi ciuman Alex dan meminta lebih.
Tanpa sadar Ariana menekan kepala Alex agar lebih dalam, tentu Alex senang dengan reaksi sang istri yang seakan memintanya untuk lebih. Ariana merasa ada sesuatu yang ingin menerobos keluar dari miliknya.
"Alex ssh ahh aku mau pipis," cicitnya malu. Alex yang paham itu menjauhkan kepalanya sedikit dan mengangguk.
"Alexx.." pekik Ariana mendapatperilaku yang tiba tiba itu.
"Hmm, kamu cukup nikmati saja ya." Alex mengecup bibir Ariana sekilas dan memaju mundurkan jarinya di dalam sana. Ariana terus mende sah dan mende sah.
"Sayang apa boleh sekarang?" tanya Alex yang dirasa sudah cukup lama ia bermain, sedari tadi pula anakonda miliknya sudah terus berkedut ingin masuk ke hunian yang sesungguhnya.
"Heem." Ariana mengangguk pelan pertanda setuju.
Mendapat persetujuan dari Ariana, Alex langsung membuka cepana pendeknya itu. Ariana menutup matanya saat melihat anakonda milik Alex yang tampak besar dan berdiri tegak namun bukan keadilan.
Arian menahan lengan Alex yang membuat pria itu menatap istrinya tak percaya, masa iya ia harus menghentikan permainannya belum saja dimulai.
"Gak mu at Lex."
"Hufftt mu at sayang, kamu hanya perlu menahan sakit sebentar. Lama kelamaan kamu akan merasakan nik mat yang tak bisa di jabarkan." Dengan lembut Alex mencium bibir Ariana.
Anakonda milik Alex mengesek gesek dinding inti sang istri yang sudah ba sah itu. Tak menunggu lama Alex mencoba memasukkan anakonda itu ke dalam sarangnya. Berberapa kali mencoba gagal karena sempitnya hunian itu sepertinya ia yang pertama.
"Aaaa sakit hiks," tangis Ariana saat kepala anakonda itu berhasil masuk setelah melewati benteng kuat sang istri.
"Tahan sayang ini belum masuk keujung jari."
Alex menghapus air mata sang istri yang sudah meleleh itu, ia kasihan dengan sang istri tapi ia juga tak tega jika anakondanya harus keluar tanpa kepuasan.
Cup
Alex mencium lembut bibit Ariana yang seolah menghilangkan sakit sang istri. Dan dengan cepat Alex menghentakkan miliknya hingga masuk ke dalam hunian Ariana.
"Aaaa sakit," teriak Ariana saat merasa ada benda yang masuk ke dalam miliknya itu. Tanggannya mere mas seprai kasur itu seakan menyalurkan sakitnya, Alex memindahkan tangan sang istri kepundaknya.
"Tenang sayang dia akan semakin sakit jika kamu gak tenang." Alex mengelus rambut sang istri dan mendiamkan miliknya di bawah sana. Alex bangga menjadi yang pertama untuk istrinya.
Setelah dirasa tenang, Alex menggoyangkan badannya pelan dan memaju mundurkan miliknya. Rintihan kesakitan Ariana berubah menajdi des ahan kenikmatan yang tak pernah terbayang oleh Ariana.
Tangan Ariana menarik rambut hitam suaminya seakan menyalurkan rasa yang memang tak bisa di ungkapan oleh kata kata.
Alex terus memompa anakondanya lebuh cepat di iringi dengan de sahan sang istri menambah semangat Alex.
"Ahh aku mau keluar."
"Aku juga mau sampai sayang, kita bersama."
"Ahh." Ariana mengalami pelepasan untuk yang kesekian kalinya tapi untuk Alex baru dua kali pelepasan.
"Udah ya aku capek." Lirih Ariana menutup matanya, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 malam.
"Iya sayang, terima kasih sudah mau menjaganya untukku. Aku bahagia," ucap Alex tulus menarik selimut dan menyelimuti tubuh mereka yang polos.
"Hmm."
"Aku mencintaimu." Ucapnya dan mengecup kening Ariana yang sudah tak mampu menjawab ucapan Alex karena sudah terlelap.
Dengan pelan Alex melepaskan anakondanya yang sudah kembalu ke bentuk normal itu dan menutupnya dengan selimut.
"Happy nice dream."
Alex memeluk erat Ariana sebelum ia ikut berselancar di alam mimpi.
Bersambung
_____
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan tambahkan difavorit kalian. Share juga novel ini ya๐
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.๐๐
Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya๐