Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Rumah sakit



Happy reading


Tak terasa enam hari sudah Alex meninggalkan istri dan anaknya di kota I. Rencananya hari ia dan Nicola yang sudah uring uringan ingin pulang ke kota I.


Sengaja Alex tak memberi tahukan kepulangannya yang harusnya besok. Dalam pesawat Alex membiarkan Nico tertidur sedangkan sektetaris mereka ada dikursi belakang.


Enam hari sudah Alex menahan rindunya dengan sang istri dan sang putra. Walau setiap hari mereka video call tapi itu tak bisa mengobati rindunya.


Alex teringat saat saat konyolnya bersama sang istri hanya untuk melepas hasratnya saat itu.


Flashback on


"Ayolah yang aku lagi pengen," rengek Alex yang sudah telanja*g bulat itu.


"Tapi aku lagi jagain Bian mas, nanti kalau dia nangis gimana?" tanya Ariana.


"Enggak kok sayang cuma berberapa menit aja, lihatlah anakonda sudah berdiri minta ditidurkan," jawabnya memperlihatkan anakondanya yang sudah tegak berdiri itu.


"Tapi.."


"Sayang please mas udah gak tahan," desaknya.


Akhirnya Ariana mengangguk, wanita itu menyelimuti tubuh anaknya dengan sekumut tak lupa bantal disisi kanan dan kiri.


Dengan sangat terpaksa Ariana masuk kedalam kamar mandi dan metelakkan ponsel itu didekat washtafel.


"Terus aku harus gimana?" tanya Ariana yang tak paham akan hal ini.


"Buka pakaianmu sayang."


Dengan terpaksa Ariana membuka semua pakaiannya dan itu tak luput dari pandangan Alex yang saat ini sedang mengaktifkan peredam suara kamar itu lalu berjalan menuju kamar mandi dengan tangan yang sudah mengelus anakondanya.


Ariana mengikuti apa yang diperintahkan suaminya termasuk memasukkan jarinya kedalam miliknya sendiri.


"Yah seperti itu sayang ahh, lebih cepat," Alex pun memacu anakondanya dengan tangannya sendiri ia membayangkan jika sang istri ada didepannya.


"Mas ahhh Alex sshh," des ah Ariana saat ia mulai memacu cepat.


"Mas aku keluar ahh," cairan itu keluar dari inti Ariana sedangkan Alex masih terus memacu miliknya.


"Sayang lagi, dia gak mau tidur!!"


"Emm pakai sabun ya, biar cepet tidur," ujar Ariana dan diangguki oleh Alex.


Mereka kembali melakukan hal yang sama hingga 30 menit kemudian Alex dapat menidurkan anakondanya.


"Makasih sayang, aku sangat mencintaimu," ucapnya dan diangguki oleh Ariana.


Panggilan video itu dimatikan oleh Ariana karena istrinya itu akan mandi. Alex bahagia karena sang istri melakukan single play karena desakannya ******* yang keluar dari bibir Ariana menjadi nyanyian sendiri untuknya.


Flashback off


"Membayangkan hal itu membuat anakondaku berkedut. Kau harus membayar mahal atas ini sayang," gumamnya.


Karena pesawat itu masih lama untuk mendarat. Alex memutuskan untuk tidur terlebih dahulu berharap ia kembali segar saat bertemu istrinya nanti.


Sedangkan di mansion Bara. Semua manusia dibuat kualahan dengan Baby Bian yang tak mau berhenti menangis. Semua orang di mansion sudah mencoba menenangkan Bian tapi tetap saja bayi itu menangis sampai terbatuk-batuk.


"Sayang udah dong nangisnya, mama takut nih. Emang Bian mau mama takut?" Ariana masih mencoba untuk menenangkan Baby Bian.


"Mungkin Bian kangen papanya nak," ucap Papi Arthur yang bisa melihat ke khawatiran menantunya itu.


"Alex gak bisa dihubungi pi, sekretaris Vito juga, Nico apalagi," jawabnya seraya mengusap air mata anaknya.


"Pak Nuri siapkan mobil," teriak Mami Gloria dan dianggukkan oleh sang sopir.


"Kita ke rumah sakit mami gak mau cucu mami kenapa napa. Ariana ambil perlengkapan Bian, biar Bian sama mami,"


Ariana mengangguk dan menyerahkan Baby Bian kepada sang mmai. Sedangkan ia dengan cepat mengambil perlengkapan baby Bian.


"Lebih cepat ya pak," ucap Ariana pada pak sopir.


"Siap nya," jawabnya membercepat laju mobil itu.


Sampailah mobil mereka di rumah sakit, Ariana membawa anaknya masuk kedalam ruangan dan memanggil dokter untuk memeriksa putranya.


"Sejak kapan tuan kecil menangis begini nyonya?" tanya sang dokter pada Ariana yang sedang menggedong Baby Bian.


"Sebelum subuh," jawabnya.


"Ada dua kemungkian nyonya yang pertama tuan kecil mengalami kolik atau sang bayi yang merindukan hidup di dalam kandungan ibunya. Jadi nyonya perlu memeluk tuan kecil karena bau tubuh nyonya sangat penting."


"Dan yang kedua adalah separation anxiety di mana timbul rasa cemas saat dia terpisah dari figur attachment atau figur yang selama ini dekat dengan dia. Umumnya memang ayah atau ibu. Coba pertemukan tuan kecil dengan tuan Alex nyonya," lanjutnya.


Ariana hanya mengangguk, Alex tak ada disini. Berulang kali ia menelepon nomor ponsel suaminya tapi nihil.


"Tenang ya sayang mama ada disini," gumamnya seraya mengecup kening anaknya yang masih belum berhenti menangis.


Kedua paruh baya yang sedang berada di luar itu hanya bisa berdo'a supaya cucu mereka tak kenapa-napa.


Hingga dari kejauhan mereka melihat pria yang berjalan tergesa-gesa kearah mereka.


"Alex," ujar Mami Gloria.


"Istriku dimana mi pi?" tanya Alex dengan wajah yang sudah penuh dengan keringat.


"Ada didalam nak, anak kalian tak berhenti nangis dari tadi," jawab Mami Gloria.


Dengan cepat Alex membuka pintu ruangan itu dan melihat sang istri yang menangis seraya menggendong anaknya. Dokter yang tadi ada disana juga sudah pergi.


"Sayang!"


Ariana menoleh kearah pintu dan betapa bahagianya ia melihat sang suami berjalan kearah mereka.


"Mas!"


Alex memeluk tubuh istrinya yang masih bergetar karena takut terjadi apa-apa dengan bayinya itu.


"Anak papa kenapa nangis hmm? Kan papa pernah bilang jangan buat mama sedih."


Mendengar suara yang sangat dirindukannya itu membuat bayi dua setengah bulan itu memelankan tangisnya dan membuka matanya sedikit.


"Kangen papa hmm?" Alex mengambil alih sang putra dari gendongan Ariana.


Alex menimang Baby Bian yang perlahan tenang itu, Ariana tersenyum lega melihat itu. Ternyata anaknya itu kangen dengan papanya yang sudah enam hari tak dirasakan pelukannya.


"Makasih sudah mau pulang," ucap Ariana memeluk tubuh suaminya dari belakang.


"Kalau aku gak pulang, kamu nanti sedih. Aku gak mau kamu sedih dan aku juga gak mau kehilangan jatah malamku," jawabnya yang masih menggendong anaknya.


"Mas ih."


"Baby jangan nangis kayak tadi lagi ya, mama takut lihat baby nangis terus," ujar Ariana menatap putranya.


"Iya mama, Bian cuma kangen papa ya kan nak?"


Ariana masih setia memeluk suaminya dari belakang. Ia meluapkan rindunya dengan memeluk tubuh yang ia rindukan ini.


Baby Bian yang sudah mulai nyaman dengan timangan sang papa itu mulai terlelap dengan nyamannya. Hingga menyisakan Ariana dan Alex yang masih berbisu. Tapi pelukan Ariana tak lepas.


Bersambung


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Papi Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏