
Happy reading
"Kakak bikin apa?" tanya Riel yang duduk di depan Keyra itu.
"Kakak lagi bikin burung sayang, dari kertas ini," jawabnya memperlihatkan kertas origami yang tadi sempat mereka beli sebelum pulang.
"Kakak aku mau buat juga," ujar Idan mengambil kertas itu dan diikuti Riel.
Keyra mengajarkan adik adiknya membuat bentuk hewan dari kertas origami itu dengan baik dan hal itu cepat di ikuti oleh keduanya.
Albian yang tak jauh dari sana itu tersenyum, ia menatap adiknya yang kini ada di pangkuannya itu. Ella yang sedari tadi sangat aktif bermain kini sudah terlelap dengan nyamannya.
Albian meletakkan Ella di keranjang bayi yang ada di ruangan itu dan ikut bermain bersama kedua adik serta pacarnya.
Tanpa ada yang sadar Albian memeluk perut Keyra dari belakang. Keyra yang merasa perutnya dipeluk itu langsung menoleh ke belakang.
"Lepas ih, ada adik adik nih nanti kalau mereka lihat gimana?" tanya Keyra melepaskan pelukan itu.
"Gak akan lihat kok yank, kan ini di dalam baju," jawabnya berbisik.
Tangan Albian memang di dalam baju Keyra hingga tangan kekar itu tak terlihat oleh kedua adiknya. Aneh ya, orang kalau pacaran jalan-jalan nyenegin pacar lah ini malah ngurus anak.
"Kak Al napa di belakang kak Key?" tanya Idan polos.
"Lihat kalian buat mainan sayang, kalian pintar ya sekali diajari langsung bisa," ujarnya dengan senyum manis menutupi kebohongannya.
Dengan polos nya mereka mengangguk, Keyra yang mendengar jawaban dari Al hanya menggeleng walau ia sedikit risih dengan tangan itu.
Keyra melipat kertas origami itu hingga berbentuk love. Keyra memperlihatkan bentuk yang batu ia buat itu pada Albian, warnanya juga merah hingga pas untuk di hati.
"Manis banget sih buat gitu," ujar Albian mengecup pipi Keyra dengan lembut hingga membuat pipi gadis itu bersemu merah.
"Jangan cium cium kakak Keyra liel, dak boleh," ujar Riel menepuk ringan pipi kakaknya.
"Hei sebelum menjadi kakak kamu, Kak Key sudah menjadi milik kakak ya!"
"Idan juga gak suka Kakak cantik dicium kak Al," ujar Idan dengan nada kesalnya.
"Udah ya Kakak punya kalian, jangan ribut nanti cepat tua," ujar Keyra menengahi perdebatan adik dan kakak ini.
"Riel gak akan tua, kalau kak Al entahlah," cibir Ariel dengan percaya dirinya. Ternyata selain datar dan cuek, Ariel juga sangat percaya diri.
Keyra yang merasa Albian kesal itu mengelus tangan sang pacar, Albian tak boleh memarahi atau membentak anak kecil karena hal itu sangat berbahaya untuk otaknya yang masih gampang menyerap sesuatu.
Tanpa mereka sadari jika Mama Ariana dan Papa Alex berada di ambang pintu mengamati mereka berempat.
"Mereka sudah pantas mempunyai anak, lihat saja cara mereka memperlakukan anak kita Mas," ucap Mama Ariana pada suaminya yang ada di belakangnya itu.
"Hmm, aku ra juga begitu melihat kasih saya Al dan Keyra seperti kasih sayang orang tua ke anaknya."
"Aku jadi malu karena tak becus menjaga anak-anak kita Mas," ujar Mama Ariana pada suaminya.
"Hei tidak begitu sayang, mereka akan tetap bangga memiliki ibu seperti kamu," ujarnya seraya mengecup pipi Keyra.
Mama Ariana tak menjawab tapi ia masih tetap menatap anak-anaknya yang asik bermain itu. Idan yang melihat orang tuanya itu mengambil hasil yang ia buat tadi.
"Mama Papa Idan sama liel buat banyak bulung, diajali Kak Key," ucap Idan menarik tangan keduanya untuk masuk.
Dengan senang hati mereka bergabung dengan mereka, mereka memang tak kekurangan kasih sayang tapi Mama Ariana merasa jika peran mereka sangat kecil daripada Anak sulungnya.
Bersambung