Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Anak-anak Kita



Happy reading


Hari hari mereka lalui dengan semangat, status Albian yang dulu jomblo kini berubah menjadi pacar. Pacar dari gadis pemalu dan pendiam yang ia tahu tapi berbeda lagi jika dengannya cewek itu berubah menjadi mengemaskan dan sedikit manja.


Tak terasa sudah 2 bulan mereka berpacaran, Keyra sering dibuat panas karena banyaknya cewek yang makin mengidolakan pacarnya. Bahkan banyak yang terang terangan menembak Albian tapi dengan tegas Albian menolak semua itu.


Kadang pernah Albian ingin sekali mendengar jika Keyra itu cemburu karena banyak yang mengejarnya tapi sayang balasan Keyra membuatnya patah semangat.


Teringat jelas jawaban Keyra saat itu. "Konsekuensinya punya pacar idola kampus harus tahan panas."


Sial bully? Keyra belum pernah mendapat bullyan selama ia berpacaran dengan Albian. Selain mereka takut dengan Albian yang memiliki bodyguard dimana-mana, mereka juga masih ingin kuliah di kampus ini.


"Key," panggil Al menatap wajah Keyra yang masih fokus pada piano didepannya ini.


Keyra menghentikan bermainnya dan menatap bawah dimana Albian berbaring dengan pahanya yang dijadikan bantal.


"Apa?" tanya Keyra.


"Nanti ke rumah yuk, anak-anak kita pada nyariin kamu," ajak Albian.


"Haiss mereka adik adik kamu bukan anak kita Al," cemberutnya.


Ya, Albian sering kali berkata pada orang orang saat membawa adik adiknya jalan jalan bersama Keyra mengatakan jika adik kembarnya adalah anak mereka.


"Mereka cocok kok jadi anak anak kita, coba bayangkan jika kita nikah di umur 16 tahun. Pasti anak kita sudah sebesar kembar," ucapnya membayangkan jika sedari dulu mereka nikah mungkin anak mereka anak seimut kembar.


"Di umur 16 tahun aku masih SMA Al, gak mau nikah muda."


"Hahaha aku cuma bercanda Key, diukur 16 tahun aku masih nakal nakalnya gak pantes jadi ayah," ujarnya dengan senyum.


Keyra yang gemas akan senyuman sang pacar itu mencubit pipi Al hingga sang empu meringis kesakitan saat pipinya dicubit oleh Keyra.


Al bangkit dari baringannya dan menarik tangan yang digunakan untuk mencubit pipinya tadi.


"Kebiasaan deh ni tangan," ujarnya menyentil tangan Keyra yang membuat Keyra meringis sakit.


"Habis senyum kamu kemana saja, aku kan jadi gemes," balasnya dengan senyum.


Pipi Al sudah biasa menjadi target cubitan tangan Keyra, hingga pria itu sudah tak kaget jika tiba-tiba Keyra mencubit pipinya.


"Jadi gimana mau gak nanti ke rumah?" tanya Albian menyingkirkan anak rambut Keyra ke belakang telinga Keyra.


"Emm mau, tapi sorean ya. Habis ini aku masih ada kelas soalnya," ujar Keyra dan diangguki oleh Albian.


"Heem, aku tungguin kok."


Karena jam masuk kelas masih 30 menitan lagi, mereka menghabiskannya dengan bermain piano. Akhir akhir ini Keyra memang sedang berlatih piano dengan arahan dari sang pacar.


"Eh."


Keyra kaget saat Albian memeluknya, Keyra bisa merasakan nafas Al yang berada di lehernya itu.


"Main aja yang benar nanti kita duet kalau main kamu sudah bagus," ujar Albian mengeratkan pelukannya.


"Sesak ih, kamu mau bunuh aku ya?" tanya Keyra sedikit kesal.


Albian melonggarkan pelukannya dan Keyra melanjutkan bermainnya. Tak bisa ia pungkiri jika bermain piano lebih susah daripada gitar yang hanya punya 6 mata senar saja.


Tak terasa setengah jam berlalu, Keyra pamit ke Al untuk pergi ke kelas. Tapi sebelum itu Albian mengecup kening Keyra dengan lembut sebagai penyemangat gadis itu.


"Sendiri lagi deh," gumamnya menatap pintu yang sudah di tutup oleh Keyra itu.


Hingga akhirnya Albian memutuskan untuk bermain basket seraya menunggu Keyra selesai kelas.


Kedatangan Al ke lapangan membuat para mahasiswa yang ada disana langsung memusatkan pandangannya pada Albian.


Tak apa Albian sudah memiliki pacar, selagi mereka bisa melihat tampannya DOI saat bermain sudah membuat mereka bahagia.


Permainan Albian memang tak perlu diragukan, walau sangat ahli di basket. Albian tak bisa menjadi atlet karena ia harus mengemban perusahaan milik orang tua yang sudah merajai perusahaan dikota.


Bersambung


Hai kak mampir ke novel teman aku yuk!!


Judul: Takdir Gadis si Buruk Rupa


Author: Imamah Nur


Blurb:


Rindu Maharani harus menerima kenyataan pahit saat terbangun dari koma, akibat kecelakaan yang menimpa diri dan keluarganya.


Tidak hanya kehilangan kedua orang tua, tetapi ia juga dihadapkan dengan kenyataan bahwa kini wajahnya menjadi buruk rupa.


Bukan hanya wajah tetapi pekerjaan yang sebagai pencabut bulu itik dan ayam menjadi sorotan dan hinaan di sekolah.


Cobaan demi cobaan senantiasa menemani perjalanan hidupnya. Namun, Rindu tidak patah semangat. Dia menjadikan hinaan dan cercaan sebagai semangat untuk bangkit dan berkembang.


Mampukah ia mengubah takdirnya?