
Happy reading
Ariana hanya tersenyum dan mengelus rahang sang suami yang terlihat makin tampan dan juga sexy itu.
Jari lentik yang bergerak sensual itu semakin mematik api di dalam diri Alex. Ariana turun mengelus dada suaminya yang hanya terdapat sedikit buluh halus dengan tonjolan kotak-kotak membuat Ariana yang merasakannya itu seakan ingin menggigitnya.
Grreet
Ariana menggigit dada Alex hingga menimbulkan bekar gigi disana.
"Aarrhh sakit sayanh," ringis Alex mengusap dadanya yang sudah memerah itu.
"Habisnya dada sama perut kamu bikin gemes, buatnya gini pakai apa Lex?" tanya Ariana pada Alex yang hanya diam.
Alex diam tak menjawab.
"Alex jawab," rengeknya.
Cups
"Ale.."
Cups
"Jangan panggil aku nama, atau kamu mau terus aku cium."
"Mau," tantang Ariana yang membuat Alex tersenyum senang.
"Jangan salahin aku kalau durasi main kita lebih lama dari biasanya." Ariana yang membayangkan anakonda milik Alex yang besar, panjang dan berurat itu membuat miliknya kedut.
"Ehemm," dehem Alex saat Ariana melamun seraya tersenyum itu.
Ariana tersadar dari pikiran mesumnya, dia menatap sang suami yang sedang menatapnya dengan senyum.
"Ngelamunin apa hmmm? Anakonda masuk sarang kamu hmm?" tanya Alex yang membuat Ariana malu bukan main.
Alex mencium bibir Ariana yang menggoda imannya itu dengan lembut, entah kenapa Alex tak bisa kasar dengan wanitanya ini.
"Emmpp."
Mereka saling memungut satu sama lain, tangan Ariana memegang rahang sang suami yang mulus, tak ada bulu di sana.
"Emmhh."
Ciuman lembut Alex turun ke leher sang istri, hingga meninggalkan bekas disana. Ariana membusungkan dadanya saat merasa gelenyar aneh di tubuhnya yang merespon baik.
Kecupan dan cumbuan itu makin panas, tanpa sadar mereka berdua sudah polos bak bayi baru lahir. Alex tak bisa menahan bengkakan anakonda yang meemberontak ingin masuk ke dalam sarang.
"Eughhh emm."
Leguhan itu keluar dari sarang Ariana, Alex yang sedang bermain dibawah sana itu tersenyum senang, ia melihat istrinya sudah mencapai puncak pertamanya itu.
Alex masih menggesek dinding sarang anakonda itu dengan halus, sesekali mengelus luar sarang itu.
"Emmh Alex ssh."
Alex mengalungkan tangan Ariana ke leher kekarnya, Ariana membuka lebar pahanya agar ankonda milik suaminya bisa leluasa memasukinya.
"Kenapa masih saja sempit, apa aku kurang buas melakukannya," batin Alex saat ia sedikit kesusahan memasukkan anakondanya itu, padahal sudah berberapa kali mereka melakukannya.
"Ammmhh Alex cepat masukin," desak Ariana saat merasa anakonda kesayangannya itu belum bisa masuk sempurna.
"Sulit sayang, punyamu masih sempit," ucap Alex yang sedikit kesal.
"Aku mencintaimu sayang sangat," ucap Alex seraya memaju mundurkan anakondanya dengan pelan.
"Aku juga, emm."
Cups
Bibir kenyal Alex kembali membungkam bibir Ariana yang terus mende sah, balasan ciuman Ariana sydah tak kaku dan bisa dibilang cukup handal mengimbangi ciuman suaminya.
Decapan mereka berulang kali terdengar, begitupun bagian bawah mereka yang masih berpacu. Alex menahan suaranya karena pijatan di anakondanya itu sungguh memabukkan ditambah ciuman panas mereka.
"Akhh!!! Ria sayang kau sangat nikmat sayang."
Jerit batin Alex menggelora.
"Al Alex."
Kulit mereka berbenturan membuat suasana semakin menggelora dan memanas, apalagi dada kembar Ariana ikut berguncang karena tubuhnya. Alex mencakup dada itu buas, Alex seakan ingin meminum sari di dalam itu.
"Ahh Alex, yah lebih cepat ouhh sayang lebih cepat," desa han Ariana yang terdengar merdu ditelinga Alex.
"Sesuai keinginamu sayang," gumamnya.
Alex mempercepat gerakannya yang membuat Ariana terpekik nikmat karena itu. Ia terlalu malu untuk mendefinisikan rasa yang ia rasakan.
Mereka menggerang bersama pertanda keduanya sampai di puncak kejayaan malam ini dengan nikmat.
Permainan tak berhenti di sini, sekarang giliran Ariana yang memimpin atas tubuh Alex, tangan lentiknya membelai dan mengulum anakonda suaminya yang tegak menantang itu.
"Kamu keturunan mana sih Lex kok, bisa sebesar ini?" tanya Ariana yang masih bingung dengan suaminya, ia pernah membaca artikel jika anakonda orang indo tak sebesar ini.
Alex yang sudah terbuai akan elusan dan cumbuan Ariana itu menjawab dengan jujur.
"Amerika-Indo," jawabnya tak sadar.
Ariana hanya mengangguk mungkin nenek atau orang tua Alex orang Amerika. Ariana hanya acuh akan jawaban Alex karena tangannya masih sibuk dengan anakonda itu.
Bless
Ariana memasukkan anakonda itu kesarangnya, Ariana meringis pelan karena miliknya terasa ditusuk itu.
"Ssstttt."
Ariana menatap Alex yang memejamkan matanya itu, dengan senang Ariana menggoyangkan pelan tubuhnya dengan desa han pelan. Karena miliknya terasa penuh dan sesak itu.
"Ahh Alex, aku mencintaimu, kenapa anakondamu senikmat ini," racau Ariana sedang Alex yang melihat dada sang istri menerpa wajahnya itu mulai menangkapnya dan meremasnya kasar membuat permainan mereka semakin panas.
"Ternyata istriku bisa seganas ini."
Batin Alex, rasa lelahnya hilang begitu saja malam ini. Kamar yang berantakan itu menjadi saksi keganasan mereka berdua dalam memadu cinta. Tak ada kata lain selain ungkapan cinta, desa han dan erang an kedua makhluk yang sama sama terbuai akan lautan cinta itu.
Bersambung
Sekali lagi Author mau bilang maaf yang sebesar besarnya.
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏
Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊