Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Season 2. Cebong beranak



Happy reading


Al membawa adiknya keliling kompleks dengan berjalan kaki.


"Kak kenapa ndak naik mobil aja, capek ni," gerutu Ella pada sang kakak.


"Biar sehat dek, jangan ngeluh gitu. Kalau naik mobil kita gak akan lihat pemandangan kayak gini," jawab Al menggandeng ketiganya agar duduk di sebuah taman.


Sontak saja kedatangan 4 pewaris keluarga Bara itu menjadi daya tarik orang orang di taman itu. Bahkan ada yang sengaja menjepret foto mereka.


"Uhhh tampan sekali Al ya, kalau begini aku juga mau jadi istri Al," ucapkan seorang wanita yang duduk bersama sahabatnya.


"Hihihi jangan mimpi Laras, kita ini tak sepadan dengan keluarga mereka," ujar Keyra, tak bisa ia pungkiri jika ia juga menyukai Albian dalam diam. Tapi ia juga sadar ia siapa dan Albian siapa.


"Siapa tahu kan, salah satu dari kita berjodoh dengan dia," ujar Laras dengan senyum.


"Aamiin," batin Keyra.


"Kakak itu yang gerak gerak apa ya?" tanya Idan menatap kedalam selokan. Al menatap apa yang ada di dalam selokan.


"Oh, itu cebong dek. Anaknya katak," jawab Albian.


"Cebong? Bukannya anak katak itu telur ya kak?" tanya Ella yang belum fasih bilang R.


"Gini deh kakak kasih tahu."


"Katak bertelur terus telurnya menjadi berudu atau cebong, setelah beberapa saat cebong itu jadi anak kayak yang kecil kecil itu."


"Dah lah kak, bingung. Intinya katak itu bertelur atau beranak?" tanya riel yang to the poin.


"Katak bertelur dan telur itu jadi cebong," jawabnya yang ikut pusing karena pertanyaan Ariel.


Tanpa mereka sadari jika Keyra tersenyum geli mendengar pertanyaan adik adik Albian.


"Mungkin memang aku ditakdirkan untuk menjadi pengagum rahasianya Al," batin Keyra menatap wajah sang idola.


Merasa ada yang mengawasi Albian menoleh kearah samping dan Keyra yang merasa di taman itu malu dan pergi dari taman itu.


"Kenapa dia pergi?" tanyanya dalam hati.


Tak biasa biasanya ada cewek yang pergi saat ditatap dirinya, apa ia sangat mengerikan?


"Keyra..." panggil Laras mengejar sahabatnya meninggalkan taman.


"Jadi cewek tadi namanya Keyra, cantik seperti orangnya," batinnya tersenyum.


"Kakak gila ya, senyum senyum sendiri?" tanya Ella pada sang kakak.


"Enggak cuma sedikit kurang sehat," jawabnya dengan canda.


Setelah beberapa saat di taman, keempat orang itu pulang karena hari sudah mulai malam.


Sampainya di mansion keempatnya mencuci tangan dan berlalu menuju meja makan. Benar saja mereka datang diwaktu yang pas. Di mana semua sudah berkumpul di meja makan. Mulai dari Buyut Emanuel, Opa Arthur, Oma Gloria, Mama Arian, dan Papa Arthur. Sayang sekali Buyut Kiranya sudah berpulang 2 tahun yang lalu.


"Kalian dari mana saja?" tanya Opa Arthur.


"Jalan-jalan keliling komplek Opa, lihat cebong beranak," jawab Ella dengan lucunya.


Jawaban Ella membuat semua orang yang ada disana tertawa, apalagi Opa Emanuel sampai memegang perutnya.


"Mana ada cebong beranak sayang."


"Kak Al bilang gitu," jawabnya polos.


"Benar begitu Al?" tanya Mama Ariana. Ia tak suka anaknya mengajarkan hal yang tak benar walau terlihat sepele tapi itulah Ariana.


"Enggak mau, aku udah jelasin kalau katak itu bertelur tapi dia nangkepnya malah beranak katanya juga cebong itu beranak, padahal cebong bakalnya katak," jawab Albian membela diri.


"Hahahaha sudah sudah daripada ngomongin cebong beranak mending kita makan malam," ajak Opa Arthur menyudahi tawanya.


Para ibu mengambilkan nasi dan lauk untuk para laki-laki dan juga anak-anaknya.


"Oma kenapa gak makan?" tanya Idan pada sang Oma.


"Oma makan sama Opa sayang, kenapa? Mau disuapi Oma?" tanya Oma Gloria dengan senyumnya.


"Idan dah gede, gak perlu disuapin," ujar Idan seraya menyedokkan nasi yang ada dipiringnya.


"Tapi ade masih mau disuapin kak Al, soalnya Ade masih kecil," ujar Ella dengan senyumnya yah apa yang dimakan Albian itu juga yang ia makan.


"Kamu manja," ledek Riel pada adik perempuannya itu.


"Bialin, ya kan kak?"


"Iya," jawab Albian yang tak mau menambah perbincangan.


Mereka makan dengan tenang sesekali ada candaan di meja makan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menyelesaikan makan malamnya mereka terlebih dahulu berkumpul diruang keluarga.


Four A sekarang ada di karpet bulu itu bermain mainannya dengan Albian yang merecoki adik adiknya.


"Kakak jangan dilusak dong," geram Ella menepuk dada Albian yang ada dibelakangnya. Pria 20 tahun itu memangku adik perempuannya dengan tenang.


"Al," panggil Mama Ariana.


"Ya ma ?"


"Kapan kamu mau membawa perempuan ke rumah? Selama ini kamu gak pernah bawa cewek kerumah loh Nak. Umurmu sudah 20 tahun, sudah seharusnya kamu sudah mengenalkan perempuan pada kami," tanya Mama Ariana dengan lembut.


"Al belum kepikiran buat pacaran mah, tapi Al janji akan membawa perempuan yang tepat buat jadi istri Al," ujarnya dengan senyum.


Albian memang tak mau seperti teman temannya yang sering gonta ganti pacar atau seperti Opa nya dulu. Karena adiknya dan ibunya juga seorang perempuan, Albian tak mau kelakuannya seperti itu dialami adiknya.


Akhirnya kedua orang tuanya tak bisa memaksa Albian, dan mencoba menerima apa yang nanti akan dibawa anaknya.


Hari sudah terlalu malam, si kembar juga sudah tidur hingga membuat mereka semua kembali menuju kamar masing-masing.


Papa Alex menggendong Idan, Mama Ariana menggendong Riel dan Albian menggendong Ella masuk ke kamar bocah itu.


"Mah, pah.. Al ke kamar dulu ya," pamit Al mencium pipi mamanya.


"Iya sayang mimpi yang indah hmmm! "


"Yah, selama malam Papa Mama."


"Malam juga nak," jawab mereka.


Albian berlalu menuju kamarnya dan membaringkan badannya disana. Albian kembali mengingat wanita yang berlari saat ditatap tadi.


"Kenapa lucu sekali?" tanyanya dalam hati.


Bersambung