Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Misi tersembunyi



Happy reading


Tok tok tok


"Permisi tuan," dengan hormat sekretaris Vito kepada Alex.


"Kenapa?" tanya Alex yang belum menatap sang sekretaris.


"Ini daftar interview calon manager keuangan yang baru tuan, totalnya ada 10 orang," ujar sekretaris Vito menyerahkan berkas orang yang lulus seleksi awal.


"Hmm," Alex menerima berkas itu dan membacanya satu persatu.


"Panggil mereka satu persatu agar aku bisa menginterview mereka," ucap Alex pada sekretaris Vito.


"Baik tuan."


Dengan hormat sekretaris Vito keluar dari ruangan itu dan memanggil satu persatu nama yang ada di data tabnya.


Para calon manager yang sedang duduk itu mulai tegang saat sekretaris keluar dari ruangan calon bos mereka.


"Claudia Lauren, silahkan masuk."


"Ini saatnya," batin Claudia saat namanya dipanggil.


Dengan santainya Claudia masuk kedalam ruangan Alex tentu dengan kesopanan yang ia tunjukkan.


"Permisi pak, perkenalkan nama saya Claudia Lauren," sopan Claudia dengan membungkukkan badannya.


"Hmm silahkan duduk."


Claudia duduk dikursi itu dan menatap berani mata Alex.


"Jadi kamu pernah menjadi sekretaris di perusahaan JN Group?" tanya Alex yang masih melihat riwayat hidup Claudia.


"Iya pak benar, saya pernah bekerja di JN Group. Alasan saya keluar dari perusahaan itu karena suatu hal dan saya ingin mendapat penghasilan yang lebih dengan bekerja di sini," jelas Claudia mantap.


"Kenapa kamu sangat yakin kalau kamu diterima di perusahaan saya?" tanya Alex lagi.


"Karena saya yakin dengan pengalaman dan kemampuan yang saya punya, saya bisa di terima."


"Di perusahaan saya tidak hanya membutuhkan kecerdasan tapi juga tata krama dan cara berpakaian, sebenarnya tanpa saya melihat kamu saya sudah muak dengan caramu berpakaian," kata Alex yang cukup menohok Claudia.


Claudia sadar kenapa Alex berbicara seperti itu bajunya yang ketat hingga hampir memperlihatkan bulatan dadanya yang ingin keluar begitupun dengan rok span pendek memperlihatkan paha mulus miliknya. Itu semua Claudia lakukan untuk memikat sang bos agar menerimanya.


"Saya akan mengganti cara berpakaian saya pak," jawabnya lembut dan sedikit tegas.


"Bagus jika kamu akan merubah penampilan kamu."


"Kamu boleh keluar."


Caludia pamit undur diri dari ruangan itu dan kembali duduk di kursi yang sudah disediakan. Giliran peserta lainnya dipanggil.


Ting.


+6289.......


Kau berhasil?


^^^Anda^^^


^^^Belum tahu, gue baru selesai interview.^^^


+6289.......


Pastikan bagaipun caranya kau harus diterima.


^^^Anda^^^


^^^Hmmm.^^^


+6289.......


Kau tahukan apa yang terjadi jika kau gagal.


^^^Anda^^^


^^^Iya^^^


***


Semua nama sudah dipanggil, sekarang waktunya Alex menentukan siapa yang pantas menjadi manager keuangan yang baru.


Alex memberikan dua berkas pada Vito dan dan tentu sekretarisnya tahu apa yang harus ia lakukan.


Sekretaris Vito memanggil semua pelamar kerja untuk masuk ke dalam ruangan CEO.


Pelamar yang berjumlah 10 orang itu masuk kedalam ruangan besar itu, tak ada yang rak terpesona oleh paras Alex yang sangat menunjukkan aura kepemimpinan itu.


Semua pelamar memiliki kelebihan dan kekuranfan masing masing dan perusahaan ini memerlukan orang yang berbakat dan sudah berpengalaman dibidang keuangan.


"Terima kasih, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja," ucapnya dengan tersenyum ke arah Alex.


"Kita lihat saja permainannya," batin Alex tersenyum smirik.


"Dan untuk sekretaris Claudia, Presdir memilih Keira Jenita untuk menjadi sekretaris Claudia," ucap sekretaris Vito.


"Terima kasih tuan," lembut Keira walau ia terkejut bisa bekerja di perusahaan besar ini.


"Hmm."


Setelah pengumuman hasil akhir itu, semua pelamar bubar dari ruangan itu dan sekarang tinggallah sekretaris Vito di ruangan itu.


"Kamu awasi anak baru itu, jangan sampai kecolongan," titah Alex pada sekretaris Vito.


"Baik tuan, saya akan mengawasi anak baru itu," jawabnya yang sudah tahu siapa yang di maksud atasannya.


"Hmm," Alex mengangguk.


"Apa jadwalku jam 3 sore ini?" tanya Alex pada sekretaris Vito.


"Udangan seorang pengusaha di hotel Xxx tuan," jawabnya.


"Batalkan saja," perintah Alex yang tahu apa yang akan terjadi nanti jika buka menjodohkan putri mereka padanya. Alex muak dengan semua itu.


"Baik tuan," sekretaris Vito hanya mengangguk.


"Kenapa tiba tiba kangen sama Ria ya?" tanya Alex dalam hati.


Alex dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya, karena ia akan memberi kejutan untuk sang istri. Entah apa yang dilakukan istri cantiknya sekarang.


Setelah setengah jam berlalu akhirnya pekerjaan hari ini selesai. Dengan cepat Alex menuju kamar mandi dan berganti pakaian.


****


"Eugghh udah sore ternyata," Ariana bangkit dari tidurnya dan berlalu ke kamar mandi.


20 menit berlalu Ariana sudah segar kembali, ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dada sampai pahanya.


"Wend you hold me in the street, and you kiss me on the dance floor."


Senandung Ariana seraya memasuki kamarnya, menuju lemari dan mengambil baju gantinya.


"I wish that it could be like that, why cant't be like that? Cause i'm yours."


Ariana terus bersenandung seraya membuka handuk yang melekat di badannya tanpa tahu bahwa ada manusia yang menahan nafasnya karena tubuh Ariana.


Ariana mulai memakai CD dan bra untuk menutupi asetnya.


"We keep behind closed doors, Every time i see you, i die a little... Alex," dan betapa terkejutnya Ariana saat ia membalikkan badannya dan melihat Alex yang duduk tenang di kasur.


Ariana belum selesai memakai bajunya, dengan cepat ia memakai bajunya.


"Buat apa pakai baju kalau nanti dilepas lagi hmm?" tanya Alex mendekat kearah Ariana.


"Sejak kapan kamu di sini?" tanya Ariana sedikit gugup.


"Sejak kamu nyanyi, dan aku baru tahu jika suara istriku ini sangat merdu," lembut Alex mengelus pipi halus Ariana.


"What!! Jadi saat aku telanj*ng tadi Alex melihatnya, aduh malunya," jerit Ariana dalam hati.


"Lain kali kalau mau mandi atau ganti baju pintunya dikunci ya sayang, kalau seumpamanya ada laki laki masuk dan lihat tubuh kamu gimana?" ucap Alex seraya mengecup leheh putih itu.


"Heem."


"Kok udah pulang? biasanyakan malam ahh," tanya Ariana saat tangan Alex sudah masuk kedalam bajunya.


"Sengaja karena aku kangen sama istriku ini."


"Udah cukup, aku belum masak. Nanti malam kita lanjutin," dengan terpaksa Alex melepaskan Ariana karena iapun sangat lapar sekarang.


"Janji nanti malam."


"Gak janjipun kamu selalu nerkam aku saat malam kan," Ariana mengecup rahang tegas suaminya sekilas sebelum berlalu ke dapur.


Alex hanya tersenyum dan mengangguk, walau sudah merengekpun Alex tetap tak akan melepas Ariana. Entahlah tubuh Ariana sangat candi bagi Alex, dan bercin*a dengan Araiana adalah rutinitas yang tak boleh ia lewatkan.


Bersambung


Coba tebak lagu apa yang dinyanyiin Ariana? Jawab dikolom komentar ya😊


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊