Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
Besan



Happy reading


Setelah Alex pergi mencari duit untuknya, Ariana kembali menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.


Untuk mengurangi bosan Ariana memutar lagu barat yang memang ia sukai.


Ariana mulai membersihkan kamar mereka, mulai dari mengganti seprai hingga mengepel lantai kamar itu. Tak lupa setelah selesai Ariana memberi wangi parfum kamar itu.


"Wanginya semoga tahan lama," gumam Ariana menutup pintu kamar dengan membawa seprai kotor dan meletakkannya di kamar mandi.


Saat ingin membersihkan ruang tamu ia melihat paper bag yang asing menurutnya.


"Ini punya siapa ya?" Ariana membuka paper bag itu dan melihat ada make up lengkap dan lotion yang Ariana sangat tahu berapa harganya.


"Gak mungkin ini punya Alex kan? Kalaupun dia beli dapat uang darimana ia untuk beli make up ratusan juta ini bahkan hampir milyaran," gumam Ariana meletakkan kembali paper bag itu ketempatnya.


"Mungkin punya pelanggan Alex, nanti deh aku kasih tahu dia."


Ariana meneruskan bebersih rumah hingga nampak rapi dan bersih. Gadis 24 tahun itu masih tampak cantik walau hanya memakai daster bermotif bunga berwarna hitam biru.


"Fyuhh akhirnya selesai, tinggal buang sampah dan aku bisa tidur hahahaha." Yah Ariana sudah terlalu lelah karena tak cukup istirahat malam tadi.


Ceklek


Ariana membuka pintu dan membuang sampah, tapi sepertinya ia melihat sesuatu yang menarik disana.


Deg


Jantungnya berdetak kencang saat melihat fotonya dan Alex yang terlumuri darah yang sudah kering itu.


"Ini kenapa? Siapa yang teror aku!! Apa mungkin ini musuh papa. Tapi apa mereka tahu jika aku di sini?" tanyanya dalam hati.


"Jangan-jangan Alex yang membuang ini?"


"Ya Allah tolong lindungi rumah tangga kami dari segala mara bahaya," do'a Ariana.


Dengan cepat Ariana membuang sampah itu dam masuk ke dalam kontrakan, dengan wajah was was ia menutup semua jendela dan mengunci pintu kontrakan.


****


Di sisi lain, di sebuah mansion keluarga Delta kedatangan tamu yang tak lain adalah mama dan papa Alex, yang sengaja ingin memberi tahu tentang anak mereka yang sudah menikah walau tanpa pengetahuan orang tua.


"Ada keperluan apa kalian ke rumah kecil kami ini?" tanya Papa Zain pada Mami Gloria dan Papi Arthur.


"Rumah segini lu bilang kecil yang besarnya seberapa?" tanya Papi Arthur yang masih saja menanggapi pertanyaan Papa Zain.


Sedangkan Mami Gloria masih mengagumi seseorang yang dulu ia kejar, hanya sebatas kagum bukan lagi obsesi atau cinta. Papi yang mengerti tatapan sang istri itu hanya mencubit paha sang istri yang tertutup dress itu.


"Ahh sakit papih," ringisnya yang seperti desa han itu membuat Mama Mariana yang sedang menata kue menoleh kearah Mami Gloria.


"Kamu kenapa?" tanya Mama Mariana pada Mami Gloria.


"Paha aku dicubit sama papi, sakit.." jawabnya dengan rengekan khas Mami Gloria yang tahu suaminya cemburu.


"Ar kenapa cubit Ria? Kayak anak kecil aja cubit cubitan!"


"Temen kamu ini lihat suami kamu sampai matanya mau keluar gitu, ya aku cubitlah," sungut Papi Arthur yang tampak sekali memperlihatkan kecemburuannya.


Tawa mereka pecah, sepasang suami istri itu tahu jika Papi Arthur sangat mencintai Mami Gloria bahkan dulu Papi Zain adalah saksi betapa cinta dan gilanya Arthur pada Gloria.


"Hahaha lu tahukan pesona seorang Zain Delta tak akan ada yang bisa menandingi. Kalau gue mau gue bisa cari puluhan cewek tapi sayang cinta gue udah terpatri sama istri gue," Papa Zain memeluk Mariana dari samping tentu saja hal itu membuat Mariana tersenyum malu.


"Hmm, mami jangan genit jadi orang," cemburu Papi Arthur memeluk sang istri.


"Mami cuma menikmati ciptaan tuhan kok pi," jawabnya blak blakan.


Mariana tambah terkekeh geli saat mendengar jawaban dari teman arisannya ini. Mama Mariana tak heran kenapa Mami Gloria masih mengagumi suaminya sampai sekarang, ya karena pesona dan wajah Zain sangat memikat. Bahkan Mariana berkali kali jatuh ke dalam pesonan sang suami sampai saat ini.


"Sudah, sudah, kalian ini seperti anak kecil saja. Dan kamu Ria, kamu masih boleh kok mengagumi wajah tampan suami aku tapi tidak untuk memiliki," terang Mama Mariana yang membuat Papa Zain melotot tak percaya, sama saja istrinya menyerahkan wajah tampannya ini untuk bahan tontonan.


"Sayang."


"Cuma mengagumi pah, jangan berlebihan gitu."


Mami Gloria meneluarkan amplop dari dalam tasnya, dan memberikan pada kedua orang itu.


"Ini apa?" tanya Papa Zain.


"Buka aja."


Zain membuka amplop itu dan betapa terkejutnya Mariana dan Zain melihat berberapa lembar foto yang tak lain itu adalah Ariana putri mereka.


"Kalian dapat foto ini dari mana?" tanya Mama Mariana dengan mata berkaca memegang foto yang berisi putrinya bersama laki laki itu.


"Siapa laki laki ini?" tanya Papa Zain pada mereka.


"Laki laki yang ada di foto itu adalah anak kami, Alex kecil yang dulu pernah menginap di sini karena anak kamu," jawab Papi Arthur.


"Alex, anak kecil manis dan selalu meminta putriku untuk menjadi pengantinnya?" tanya Mama Mariana tak bisa menyembunyikan air matanya untuk jatuh.


"Iya itu Alex kami."


"Tapi kenapa Ariana bisa bersama Alex?" tanya Papa Zain memeluk istrunya yang tengah menangis itu. Mereka sudah lebih 2 bulan tak bertemu sang putri yang sangat mereka sayangi.


Papi Arthurpun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mulai dari Alex yang ingin hidup sederhana, Ariana yang mencegat taksi Alex, penggrebekan mereka, dan pernikahan mereka tanpa memberitahu orang tuanya.


"Jadi Ariana sudah menikah? Pa anak kita sudah menjadi seorang istri pa," entah senang atau sedih Mama Mariana masih belum tahu begitupun dengan Papa Zain.


"Mereka sekarang tinggal dimana?" tanya Zain pada Mami Gloria dan Papi Arthur.


"Maafkan anak kami jika membuat putri cantik kalian hidup susah, mereka tinggal di sebuah kontrakan yang tak bisa dibilang besar tapi cukup nyaman untuk mereka tempati," jawab Papi Arthur yang tak enak pada Zain dan Mariana.


Kedua pasangan itu masih diam dan saling berhadapan, seulas senyum diwajah mereka.


"Aku yakin Alex bisa membimbing Ariana menjadi wanita yang sesungguhnya, iyakan pa?" ucap Mama Mariana.


"Heem istriku benar!! Tapi apa benar anak kalian memang sopir taksi?" tanya Papa Zain.


"Dia masih CEO di perusahaanku, hanya saja ia akan mengubah dirinya saat di lingkungannya," jawab Papi Arthur dan diangguki oleh Mami Gloria.


"Ariana tidak tahu kalau suaminya itu CEO?" tanya Papa Zain.


"Tidak, Ariana hanya tahu Alex adalah sopir taksi yang dapat membahagiakannya," jawabnya.


"Bisa beri tahu kami dimana kontrakan mereka?" tanya Mama Mariana dengan senyum.


"Di daerah B."


Mama Mariana dan Papa Zain tersenyum senang saat mengetahui sang anak dimana.


"Tapi sebaiknya kalian jangan menemui Ariana dulu. Bawahanku yang sedang memantau di sana mereka diteror dengan kotak hitam entah apa itu isinya."


Deg


"Apa itu dari musuh kami?"


"Tapi anakku tidak apa-apa kan?" tanya Mama Mariana yang mulai cemas.


"Alex datang tepat waktu, mereka tidak apa-apa."


Pasangan suami istri itu tampak bernafas lega walau tadi sedikit cemas akan keselamatan sang anak.


"Bisa diambil kesimpulannya kita adalah besan, walau Ariana belim tahu siapa suaminya," ucap Mami Gloria.


"Yah kamu benar kita besan," jawab Mama dan Papa Ariana.


Bersambung


(Para besan bertemuπŸ˜†πŸ˜†)


Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini ya😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.πŸ™πŸ™


Visual Ariana dan Alex ada di episode 20 ya😊