
Happy reading
Setelah pembicaraan mereka tentang perginya Alex ke kota B. Alex seakan tak mau jauh dari istrinya, hingga hari ini Alex sengaja tidak masuk kerja dan mengurung istrinya dikamar mereka. Baby Bian sedari pagi dititipkan ke mami dan papinya. Tentu pasangan paruh baya itu dengan senang hati mau saja dititipi bayi gembul itu.
Sedangkan Ariana saat ini berada di kamar dengan siapa lagi kalau bukan Alex. Menurut Alex kamar adalah tempat ternyaman untuk mereka sekarang.
"Kenapa lagi ha?"
"Peluk," jawabnya.
"Padahal cuma seminggu kamu mau pergi tapi udah kurung aku begini. Kayak mau pergi berperang aja," ujarnya membalas pelukan Alex itu.
"Satu minggu itu lama sayang," ujarnya.
"Gak lama kok, dulu kita gak ketemu juga selama 8 bulan tapi gak apa-apa tuh," jawab Ariana.
"Itu lain lagi sayang."
"Mas," pekik Ariana saat lehernya digigit itu.
Alex hanya diam, ia tak ada bosannya untuk mengecup dan menghirup aroma wangi dari tubuh sang istri.
"Yang pengen," ujarnya menatap wajah sang istri.
"Pengen apa? Aku buatin," tanya Ariana seolah tak tahu apa tang dipikirkan suaminya.
"Pengen makan," jawabnya dengan ketus.
"Makan apa biar aku buatin?" tanyanya masih menggoda sang suami.
"Makan kamu," jawabnya menggendong tubuh sang itu menuju sofa lembut yang sangat nyaman jika digunakan itu.
"Kan tadi malam udah!"
"Aku gak puas yank, belum juga tuntas Bian udah keburu nangis," jawabnya seraya memangku tubuh sang istri.
"Tapi..."
"Aku butuh amunisi sayang," ujarnya mengecup leher Ariana.
"Kayak senjata api aja butuh amunisi," balas Ariana.
Wanita itu memegang tengkuk sang suami dan mengecupnya singkat, Alex tak menyiakan kesempatan itu malah menahan tengkuk leher Ariana agar ciuman mereka semakin dalam.
Ariana yang seakan tak mau kalah itu membalas ciuman bergairah itu dan mengalungkan tangannya dileher Alex.
Ciuman singkat Ariana tadi berujung pung utan panas yang membuat inti keduanya berkedut. Alex menelusuri rongga mulut istrinya sedangkan Ariana ia sudah membuka baju yang dipakai Alex.
"Eughhh," leguhan itu terdengar dari bibir manis. Alex tersenyum mendengar leguhan itu.
"Manis," ucap Alex seaya mengusap bibir basah sang istri dengan lembut.
"Mas!" manjanya seraya memeluk tubuh gagah itu. Ia merasa ada sesuatu yang ingin dipuaskan dalam dirinya tapi ia malu ingin berkata itu pada Alex.
"Kenapa hmm?" tanyanya seolah tak tahu apa yang ada dipikiran Ariana.
Ariana menggeleng dan mengendus wangi di dada Alex, Alex yang melihat sang istri seperti anjing pelacak itu tersenyum licik.
"Sayang," panggilnya.
Ariana mendongakkan kepalanya dan tanpa basa basi Alex kembali mengecup bibir merah itu dengan lembut tak lupa tangan jahilnya merayap kedada Ariana yang tak terbungkus apa-apa itu.
"Ehhmm," dengan cepat Ariana menutup mulutnya daat ia meleguh menikmati rema san didadanya itu.
"Malu," jawabnya.
Kadang Alex bingung, istrinya ini kadang agresif kadang juga malu malu kucing kek anak perawan padahal mereka sudah sering melakukannya.
"Buang rasa malumu hanya karena aku oke, aku suamimu. Halal untuk kamu sentuh atau kamu apain aja. Asal jangan ditinggal dan dibunuh," ucap Alex seraya melepas bungkus segitiga bermuda itu begitupun melepas miliknya.
"Emhh mas," ringis Ariana saat anakonda itu menerobos masuk kesarangnya.
"Ya sayang."
"Jangan maksa," cicitnya saat merasa anakona itu memaksa huniannya.
Dengan inisiatifnya Ariana perlahan memasukkan anakonda itu kemiliknya yang seakan wellcome akan anakonda. Hingga anakonda yang besar dan berurat itu masuk dengan lancar tanpa adanya paksaan.
Blesss
"Ahhh."
Mereka diam untuk sejenak seakan menyesuaikan bentuk dan ukuran anakonda yang semakin mengembang di dalam sana.
"Goyang sayang," ujar Alex dan diangguki oleh Ariana. Dengan perlahan ia menggoyangkan badannya hingga anakonda itu terpijit dengan nikmat.
Sedangkan tangan Alex melepas daster yang masih terpakai di badan Ariana itu. Goyangan Ariana makin cepat saat merasa kenikmatan itu.
"Mas ahh akuhh mau mashhh," desah Ariana saat merasa ada yang akan keluar dari miliknya itu.
"Keluarkan saja sayang, jangan ditahan," jawabnya dengan senyum. Tangannya mere mas buah dada yang selalu menggoda matanya itu.
"Ahhh."
Alex merasa hangat dimiliknya yang masih didalam itu. Ariana yang sampai pada puncaknya itu mulai ambruk didada Alex.
"Sekarang gantian biar aku yang mimpin kamu cukup nikmati hmm," ujar Alex berdiri dari duduknya dan menggendong sang istri dengan inti yang masih menyatu.
Alex menurunkan Ariana kekasur dan tanpa sengaja anakonda itu terlepas dari sarangnya yang membuat Ariana menatap kecewa Alex.
Melihat tatapan kecewa Ariana itu membuat Alex kembali memasukkan anakonda kesarangnya.
Dan pada ronde keduanya kali ini Alex yang membuat Ariana terus memekik nikmat akan genjotan Alex. Alex yang tak pernah puas jika menyangkut sarang anakonda itu lagi dan lagi membuat anakonda berberapa kali memuntahkan bisanya.
"Mashh aku lemas, sudah ya," ujar Ariana pada Alex yang masih berada diatasnya. Ia juga merasa selangkangannya sakit karena terus terbuka.
"Hmmm, nanti lagi ya yank. Aku masih butuh banyak amunisi buat satu minggu kedepan," ujar Alex memiringkan badan Ariana dan memeluknya.
"Lepas dulu mas, aku susah kalau gini," ujar Ariana menunjuk anakonda yang masih bersemayam di dalam sana.
"Nanti ya sayang, gini aja anget," jawab Alex seraya menarik selimut itu untuk menutupi tubuh mereka.
Walau sedikit kesal Ariana tetap mengiyakan. Alex memeluk dengan nyaman Ariana yang terlihat dangat lelah itu.
"Aku mencintaimu sayang," gumamnya mengecup kening Ariana berulang kali.
Bersambung
📌Nafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Papi Arthur.
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏