Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Rumah Sakit Supreme 5



"Bos memerintahkan agar malam ini selesai apakah anak buah mu bisa kau perbanyak" ucap Alex ke Gunawan dan saat ini mereka sedang duduk di dalam mobil Alex.


"Iya pastinya akan aku kerahkan semuanya saja, kita sudah mendapatkan perintah resmi dari bos, jadi aku tidak akan sungkan untuk menghabisi mereka semua yang terlibat dalam kerusuhan kemarin" ucap Gunawan dengan sangat bersemangat.


"Aku juga sama, sebaiknya kita kembali ke Villa Dago saja, disini cukup Rico saja, lagi pula dengan pengamanan seketat ini dari pihak kepolisian aku yakin mereka tidak akan berani macam macam" ucap Alex.


"Apa perlu kita habisi juga yang sudah dalam penjara itu" ucap Gunawan.


"Jangan dulu nanti saja jika sudah di lapas atau pas mereka bebas, enak saja mereka mau mencelakakan bos kita" ucap Alex.


"Oke jika demikian kita berburu tikus saja dulu" ucap Gunawan sambil kemudian keluar dari dalam mobil Alex dan kembali ke mobilnya.


"Ayo pulang" ucap Alex ke anak buahnya yang menjadi sopirnya itu.


"Siap Bos" ucap anak buahnya itu sambil menjalankan mobil.


…..


"Ardhi, kau kembali saja dan pastikan saham perusahaan kita tidak sampai turun dengan semua pemberitaan tentang ku" ucap Sean Arthur.


"Baik Bos, saya akan menjaga saham kita tetap stabil namun ada satu hal yang ingin saya sampaikan jika semua direksi menghilang dan rumah mereka juga kosong" ucap Ardhi dengan sangat hormat.


"Berikan data mereka ke gunawan dan Alex, mereka sudah tahu apa yang harus mereka kerjakan" ucap Sean Arthur.


"Baik Bos, jika demikian saya pamit" ucap Ardhi.



"Kita sudah mengeluarkan banyak uang tapi Sean Arthur masih selamat juga, dan yang ada banyak orang kita yang di tangkap oleh polisi, lalu apa rencana kita, masa kita harus sembunyi seperti ini" ucap salah seorang pria sepuh.


"Itu benar tapi kita harus berjaga jaga jangan sampai dari sekian banyak anak buah kita yang tertangkap, ada yang membocorkan ke pihak kepolisian tentang kita" ucap pria sepuh lainnya.


"Sudah sebaiknya memang kita sembunyi dulu saja, aku dan keluarga ku malam nanti akan keluar negeri, lebih aman disana dari pada di indonesia ini" ucap pria sepuh lainnya.


……


"Rico besarkan volume siaran berita itu lalu tanya petugas kepolisian di luar, apakah mereka sudah makan dan ngopi belum, jika belum maka tugas menyiapkannya" ucap Sean Arthur.


"Baik Bos" ucap Rico sambil membesarkan volume televisi lalu keluar dari dalam kamar VVIP nomor satu itu.


"Mereka sudah mulai bekerja ternyata" ucap Sean Arthur yang melihat banyak sekali berita kebakaran rumah dan berita kecelakaan tunggal di televisi itu.


"Maaf Bos, ada bapak Kapolres" ucap Rico yang kembali lagi ke dalam kamar perawatan Sean Arthur.


"Malam Pak Sean, maaf  saya baru bisa menjenguk bapak" ucap Pak Rachman dengan sangat ramah.


"Iya Pak Sean, saya kesini selain untuk menengok bapak, juga hendak mengucapkan terima kasih atas kebaikan Pak Sean sudah mau membayarkan tagihan rumah sakit anak buah saya dan juga korban korban lainnya, sekaligus ingin menyampaikan jika ponsel ponsel itu sudah semuanya saya bagikan ke semua anak buah saya" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Iya Pak sama sama, maaf apakah senjata api saya dan bawahan saya ada sama bapak" ucap Sean Arthur dengan ramah juga.


"Benar pak, ada saya amankan di kantor saya, nanti jika bapak dan anak buah bapak sudah sehat maka akan kami kembalikan namun ada satu senjata api yang tetap kami tahan karena pengawal bapak sudah meninggal dunia" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Iya yang itu buat bapak saja tidak masalah, apakah ada perkembangan dari penyelidikan kasus pengeboman ini" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Kami sudah mengantongi beberapa nama penyandang dana kerusuhan kemarin itu, dan sedang dalam pengejaran kami juga" ucap Pak Rachman.


"Rico tunggu di luar, aku ingin bicara berdua saja dengan Pak Rachman ini" ucap Sean Arthur.


"Baik Bos" jawab Rico sambil melangkah keluar demikian juga dengan ajudan Pak Rachman.


"Ada berapa banyak anak buah bapak yang terluka dalam kerusuhan kemarin pak" ucap Sean Arthur dengan ramah setelah hanya berdua saja dengan Pak Rachman.


"Semuanya seratus dua puluh dua orang pak, namun kebanyakan hanya luka ringan saja kok, yang luka berat ada enam orang dan semuanya di rawat disini" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Saya akan membantu pengobatan semuanya, termasuk yang luka ringan juga, apakah dalam penyelidikan memerlukan biaya tambahan" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Tidak pak, semuanya sudah di tanggung oleh dines kok, jadi tidak memerlukan biaya tambahan apapun, dan anak buah saya yang luka ringan juga sudah bekerja kembali pak, jad tidak perlu pengobatan tambahan" jawab Pak Rachman dengan ramah.


"Tidak masalah dengan itu, bisa saya minta nomor rekening Bapak" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Pak Sean, anda juga terluka, tidak pantas jika saya menerima kebaikan anda lagi" ucap Pak Rachman dengan sangat ramah dan sopan.


"Sudah tidak perlu di pikirkan, aku tidak apa apa kok, bantuan ini murni sosial saja, lagi pula saya berhutang nyawa ke Bapak. Jika bapak tidak segera membawa saya ke sini mungkin saya sudah mati" ucap Sean Arthur.


"Sudah tugas saya pak, dan maaf saya benar benar tidak bisa menerima bantuan bapak lagi untuk saat ini, saya tidak enak jika terus menerus menerima kebaikan anda" ucap Pak Rachman.


"Baiklah jika begitu, nanti saya bantu kendaraan operasional saja gimana, saya jadi teringat dengan Pak Freddy dan Pak Dani yang masih pakai motor tua" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat.


"Maksud Pak Sean" ucap Pak Rachman yang terlihat bingung.


"Saya nanti kirimkan lima ratus unit motor ke kantor bapak, untuk operasional anak buah bapak, dan jangan khawatir ini hibah kok jadi anda tidak bisa menolaknya bukan" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Pak Sean, sebaiknya jangan pak, saya tidak ingin memberatkan bapak" ucap Pak Rachman.


"Pak Rachman, saya tidak biasa berhutang kepada siapapun, jadi saya harus membayar hutang ini" ucap Sean Arthur dengan ramah.


Pak Rachman hanya diam dan tampak sedang berpikir keras mencari solusi agar Sean Arthur tidak lagi memberinya hadiah.


"Ya sudah jika anda menolaknya, saya tidak akan lagi memaksa anda tapi kapan pun anda membutuhkan bantuan saya maka saya akan membantu demikian juga jika ada anak dari petugas kepolisian yang membutuhkan pekerjaan bisa bekerja di kantor saya seperti anak Pak Freddy" ucap Sean Arthur dengan sangat sopan.