Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Diskotik Quantico



"Oke jika demikian suruh anak buahmu untuk membuat keributan di diskotik Quantico dan minta mereka untuk menghancurkan diskotik itu sehingga kerugian mereka sangat besar" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Baik Bos, sebentar saya akan menghubungi anak buah saya dulu" ucap Rico sambil mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu anak buahnya.


"Ada tugas untuk kalian dan kerjakan dengan sebaik mungkin, hancurkan diskotik Quantico namun ingat jangan sampai ada yang meninggal dunia seorang pun cukup luka parah saja" ucap Rico melalui ponselnya dan tidak lama kemudian dia mematikan panggilan telepon itu.


"Bos setengah jam lagi anak buah saya akan mengerjakan tugas dari anda, apakah kita perlu mengawasi mereka" ucap Rico dengan sangat hormat.


"Tidak perlu, kita ke rumah saja, kita minta Gunawan untuk menyadap cctv diskotik Quantico saja dan melihatnya dari rumah, namun jika sampai mereka tertangkap polisi apakah mereka bisa membungkam mulut mereka" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Tenang Bos, mereka sudah biasa keluar masuk penjara selama keluarga mereka kita tanggung biaya hidupnya mereka akan selalu tutup mulut" ucap Rico dengan sangat hormat.


"Baguslah jika demikian semoga saja mereka tidak mengecewakan kita" ucap Sean Arthur sambil terus mengawasi jalanan dan terlihat sangat bersantai namun tidak dengan pikirannya yang mencari cara untuk menghabisi geng serigala.


Tidak sampai tiga puluh menit mereka semua sudah sampai kembali ke rumah Sean Arthur dan Sean Arthur bersama Rico langsung disambut oleh Alex.


Mereka bertiga kemudian berjalan bersama menuju ruang bawah tanah dan menemui Gunawan.


"Bos, saya sudah menyiapkan sofa untuk anda dan beberapa monitor untuk keperluan anda jika ingin melihat rekaman video atau apapun yang ingin anda lihat dari tim Gunawan" ucap Alex dengan sangat hormat sambil meminta Sean Arthur untuk mengikutinya.


Sean Arthur dan Rico pun mengikuti Alex dan mereka menuju salah satu pojok ruang bawah tanah lalu duduk disana berbarengan dengan Gunawan yang mendatangi mereka.


"Gunawan apakah kau bisa mengakses cctv diskotik Quantico dan sekitarnya lalu memutarkan nya di monitor monitor ini" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Bisa bos sebentar saya siapkan terlebih dulu" ucap Gunawan sambil berjalan menuju salah satu meja anak buahnya dan langsung memerintahkan anak buahnya itu.


Lima menit kemudian terlihat Sepuluh layar monitor 42inc yang ada di depan Sean Arthur menyala dan memperlihatkan rekaman langsung dari cctv di dalam diskotik Quantico dan juga dari area parkir dan jalanan di luar area diskotik Quantico itu.


Tiga orang wanita muda mendatangi mereka mengantarkan empat gelas kopi hitam dan juga kue kue untuk mereka berempat lalu kembali ke tempat mereka.


"Gunawan bukankah mereka karyawan kafe mu" ucap Sean Arthur sambil terus melihat layar monitor itu.


"Benar bos, selain itu mereka juga ahli beladiri dan merupakan pengawal pribadi saya sebenarnya" ucap Gunawan dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Kau itu ada ada saja menggunakan wanita jadi pengawal pribadi mu, fokuskan dengan dua monitor itu" ucap Sean Arthur sambil menunjuk ke dua monitor.


Gunawan langsung menoleh ke anak buahnya dan anak buahnya langsung mengikuti keinginan Sean Arthur.


Mereka kini melihat jika ada lima orang masuk ke dalam diskotik Quantico dan setiap beberapa menit masuk kembali lima orang sehingga sudah seratus orang yang masuk dan terlihat Rico tersenyum puas.


Mereka melihat jika semua anak buah Rico itu berpencar dan langsung menjalankan tugas mereka yaitu mengganggu kenyamanan pengunjung diskotik Quantico sehingga suasana diskotik Quantico menjadi kacau dan terlihat jika beberapa orang pengunjung sudah mulai berkelahi akibat provokasi dari orang orang Rico.


Orang orang Rico tidak ikut berkelahi namun mengambil botol botol minuman beralkohol yang ada di meja dan mulai melemparkannya ke area Disk jockey dan ruang kontrol serta ke meja bartender sehingga suasana menjadi semakin kacau.


Para pengunjung diskotik Quantico yang sudah dalam kondisi mabuk itu sangat mudah sekali diprovokasi oleh mereka bahkan beberapa orang yag merupakan pihak keamanan diskotik Quantico tidak luput dari amarah pengunjung pengunjung itu.


Situasi diskotik Quantico semakin kacau namun Sean Arthur dan yang lainnya melihat jika satu persatu anak buah Rico keluar dari dalam diskotik Quantico sehingga kekacauan itu sekarang murni dilakukan oleh para pengunjung diskotik Quantico.


"Gunawan bisa kau hilangkan mereka dari rekaman cctv ini" ucap sean Arthur dengan ramah sambil menoleh ke Gunawan.


"Bisa Bos, tim saya akan mengurusnya sebentar saya tinggal dulu" ucap Gunawan sambil berdiri dan melangkah menuju salah seorang anak buahnya yang sedang bersantai menikmati rokoknya.


"Rico anak buahmu ini terlihat sudah sangat biasa memprovokasi orang lain, sampaikan kepada mereka semua untuk menghindari kerumunan terlebih dulu agar tidak terlacak takutnya ada pihak keamanan diskotik yang mengenali mereka saat mereka masuk tadi" ucap Sean Arthur dengan santai sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.


Rico hanya mengangguk dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya itu.


"Hindari kerumunan jangan sampai ada yang mengenali kalian karena masih banyak tugas untuk kalian" ucap Rico melalui ponselnya lalu tidak lama kemudian mematikan panggilan telepon itu.


"Bos, sudah beres" ucap Rico dengan sangat hormat.


Sean Arthur terus mengawasi monitor monitor itu dan tersenyum puas sampai kemudian satu monitor menyala dan memperlihatkan sebuah hasil penyadapan kamera ponsel dan terdengar suara dari speaker speaker yang ada di bawah monitor.


Sean Arthur dan yang lainnya mendengarkan pembicaraan pembicaraan itu dan tertawa terbahak bahak puas melihat dan mendengarkan pembicaraan hasil penyadapan itu sampai akhirnya monitor itu kembali mati demikian juga suara dari speaker itu juga berhenti.


Di hasil penyadapan ponsel itu mereka melihat dan mendengar amarah dari Serigala pertama yaitu Anton yang memarahi dan memaki maki bawahannya yang mengurus diskotik Quantico.


Anton benar benar marah besar ke bawahannya itu bahkan sampai mengancam nyawa bawahannya itu dan itulah yang membuat mereka semua tertawa disana.


"Rico berapa biaya yang kau perlukan untuk anak buahmu itu" ucap Sean Arthur sambil menoleh ke arah Rico.


"Beres Bos mereka tidak memerlukan biaya ekstra karena sudah mendapatkan gaji bulanan dari saya meskipun sudah lama mereka makan gaji buta karena tidak ada pekerjaan yang cocok untuk mereka" ucap Rico sambil tersenyum lebar.


"Rico apakah bisa mereka kau suruh untuk membuat keributan di kafe yang tadi, dan Gunawan apakah kau sudah berhasil menyadap ruko yang aku kirim tadi titik GPS nya" ucap Sean Arthur dengan santai namun sangat serius.


"Beres bos kami malah sedang mengunduh data yang mereka simpan sebaiknya tidak ada keributan di kafe itu bos selama kami mengunduh data karena takutnya mereka terganggu dan mematikan laptop mereka" ucap Gunawan dengan sangat hormat.