Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Ruko Buah Batu



"Tidak apa apa, sudah ayo kalian nikmati apa yang ada di kafe ini, ingat jam satu tiga puluh kita akan melanjutkan perjalanan kita" ucap Sean Arthur dengan ramah ke semuanya.


Semuanya kembali melanjutkan kesibukan mereka ada yang merokok ada yang makan dan ada juga yang asyik mengobrol satu dan lainnya.


Tepat Jam 01.30 wib mereka semua kembali melanjutkan perjalanan mereka setelah Rico membayar semua tagihan kafe itu karena memang selama ini semua pembayaran pasti di lakukan oleh Rico karena Sean Arthur memang jarang membawa uang tunai dan Ardhi memang selalu memberikan uang lebih kepada Rico untuk keperluan sehari hari Sean Arthur.


"Bos kita akan kemana" ucap Rico setelah mereka berada didalam mobil kembali.


"Tentu saja pulang dan tidur, mau kemana lagi jam segini, besok besok lagi saja kita menemui mereka yang berjaga di diskotik nya" ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.


"Baik Bos" ucap Rico sambil menjalankan mobil Bentley itu.


"Pelan pelan saja, kita nikmati dulu suasana kota Bandung yang indah ini tidak usah terburu buru, oh ya lewat jalan buah batu saja aku ingin melihat sesuatu disana" ucap Sean Arthur kembali sambil tetap bersantai menikmati rokoknya dan Alex terlihat membuka sunroof mobil agar asap rokok bisa keluar.


"Baik Bos, beres" ucap Rico dengan hormat sambil terus memperhatikan spion mobil karena takut ada yang mengikuti mereka lagi


"Bos apa yang akan kau lakukan dengan ketiga orang yang di tangkap polisi itu" ucap Alex dengan hormat sambil menoleh ke Sean Arthur.


"Aku tidak akan mengambil tindakan apapun toh media dan pihak kepolisian sudah mengambil tindakan untuk mereka bertiga, setidaknya mereka akan menjalani minimal 20 tahun dan bisa seumur hidup jika mereka sangkutkan dengan kepemilikan senjata api ilegal mereka" ucap Sean Arthur sambil menengok ke Alex.


"Bos apa tidak sebaiknya kita meminta bantuan orang orang yang sedang di penjara untuk menghabisi mereka semua" ucap Alex kembali.


"Tidak perlu aku yakin mereka memiliki banyak musuh jadi biarkan mereka saja yang bergerak sendiri" ucap Sean Arthur sambil terus menikmati hisapan rokoknya sambil bersandar dan melihat bintang bintang di angkasa melalui lubang sunroof mobil yang terbuka lebar.


Tiga mobil Bentley itu melaju dengan tenang tanpa ada gangguan apapun yang mereka terima.


"Rico pelankan sedikit" ucap Sean Arthur saat mobil sudah sampai di jalan buah batu dan Rico pun memelankan laju mobilnya demikian juga dengan dua mobil yang ada di belakang mereka.


"Berhenti di ruko yang ada dua mobil parkir itu, dan suruh anak buah mu bersiap kita akan berolahraga dengan mereka yang ada di dalam ruko, dan Alex jangan lupa nanti ambil dvr cctv nya" ucap Sean Arthur sambil menunjuk sebuah bangunan yang ada dua ratus meter di depan mereka.


"Baik Bos" jawab Rico dengan bersemangat.


"Kalian bersiap setelah kita berhenti langsung masuk dan lumpuhkan semua yang ada di dalam ruko di depan kita sebentar lagi" ucap Alex melalui radio komunikasi dan terdengar sangat bersemangat.


Rico menghentikan mobilnya dan persis di depan dua mobil sedan listrik yang sedang parkir menutup jalan agar mobil sedan listrik itu tidak bisa keluar nantinya demikian juga dua mobil lainnya juga langsung ikut parkir dengan dengan strategis agar mudah untuk keluar.


Semuanya langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam ruko untuk melaksanakan tugas mereka sesuai keinginan dari Sean Arthur.


"Gunawan kau masih belum istirahat ternyata, aku mau minta bantuan mu" ucap Sean Arthur melalui ponselnya.


"Bos saya masih mengawasi anak buah saya yang sedang mengurus ponsel ponsel dari anda, apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda" ucap Gunawan melalui ponselnya.


"Gunawan apakah bisa kau hapus semua rekaman cctv jalanan dan cctv lainnya sepanjang jalan yang buah batu" ucap Sean Arthur melalui ponselnya sambil melihat ke arah pintu masuk ruko.


"Bisa bos, selama terkoneksi dengan internet maka bisa saya hapus bahkan saya akan hapus mobil mobil andanya saja jika anda menginginkan jadi tidak akan menjadi pertanyaan dari siapapun" ucap Gunawan menjawab melalui ponselnya.


"Itu lebih bagus, terima kasih atas bantuan dan kerja kerasmu, jika ada yang kau inginkan dari ku maka sampaikan saja jangan sungkan" ucap Sean Arthur sambil mematikan rokoknya yang sudah habis.


"Baik bos, sementara tidak ada Bos, semuanya sudah menjadi kewajiban saya kok bos" ucap Gunawan yang terdengar sangat sopan melalui ponselnya itu.


"Ok, kabari jika sudah selesai" ucap Sean Arthur lagi.


"Siap Bos" ucap Gunawan dan Sean Arthur langsung mematikan sambungan telepon itu.


"Bos semuanya sudah terikat dan hanya ada empat orang saja di dalam ruko, semua rekaman cctv juga sudah saya hapus dan dvr nya juga sudah rusak dalamnya saya buat konslet" ucap Alex yang mendatangi Sean Arthur tidak lama setelah Sean Arthur mematikan sambungan telepon dengan Gunawan.


"Sampaikan anak buah mu untuk membawa mereka gunakan mobil sedan listrik mereka saja dan ikuti kita pulang, kita bawa saja mereka" ucap Sean Arthur dengan santai namun tetap waspada dengan sekitarnya.


"Baik Bos" jawab Alex sambil bersiap meninggalkan mobil itu.


"Pastikan seolah olah mereka pergi sendiri dan jangan ada sidik atau hal lainnya, bersihkan semua yang bisa di bersihkan, jangan lupa bawa laptop laptop mereka" ucap Sean Arthur lagi.


"Siap Bos, beres" ucap Alex sambil langsung melangkah memasuki ruko itu kembali.


"Besok mereka akan sangat kesal saat tahu ahli cyber mereka hilang dari ruko ini, di tambah dengan bangkrutnya satu perusahaan kecil ku dan juga kehilangan banyak orang mereka, sebaiknya aku tetap memberikan mereka hadiah di hari hari ke depan" ucap Sean Arthur berbicara sendiri sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya dan melihat angkasa melalui lubang sunroof mobilnya.


Sepuluh menit berlalu dan kini Rico dan Alex sudah kembali ke dalam mobil itu.


"Bos semuanya sudah beres, mereka akan berpikir jika penghuni ruko ini pergi dengan santai sesuai keinginan mereka sendiri" ucap Alex dengan hormat sambil menoleh ke Sean Arthur.


"Baguslah jika begitu meskipun memerlukan waktu delapan belas menit, besok besok aku minta selesaikan dalam lima menit paling lama, ayo kita pulang" ucap Sean Arthur dengan santai sambil melihat jam tangan pintarnya.


"Baik Bos" ucap Alex dan Rico dengan kompak dan langsung meninggalkan area ruko itu di ikuti oleh dua mobil Bentley dan dua mobil sedan listrik.