
"Alex nanti kau dan Rico akan kembali ke Villa Dago, Doni siapkan satu orang untuk mengantar mereka dan Gunawan kau disini saja menemaniku" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos, nanti saya siapkan mobil untuk mengantarkan mereka berdua" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Bos apakah aman jika Rico kembali ke Villa Dago" ucap Alex dengan sangat sopan.
"Ya kenapa tidak, justru aku ingin berita ini bocor ke mereka, agar kita bisa tahu apa tindakan mereka selanjutnya" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik Bos" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Alex mulai hari ini siapkan anak buah mu untuk mengawal Rico kemanapun dia pergi dan kirim sepuluh orang untuk menjaga intan, namun tidak perlu melekat cukup kawal dari jauh saja karena aku tidak ingin ada apa apa dengan Intan" ucap Sean Arthur kembali.
"Baik Bos, beres saya akan pastikan tidak ada apapun yang terjadi pada Intan" jawab Alex.
"Dan Alex berikan juga pengawalan kepada Rico dan Ardhi untuk mengantisipasi adanya tindakan susulan dari pihak mereka" ucap Sean Arthur dengan santai.
"Baik Bos, saya juga akan menyiapkannya" ucap Alex.
"Bos lalu saya bertahan disini atau bagaimana?" Tanya Ardhi dengan sangat hormat.
"Kau kembali saja ke kantor, Doni siapkan satu mobil lagi untuk mengantarkan Ardhi" ucap Sean Arthur sambil menikmati rokoknya.
"Bos, jika boleh saya hendak ikut ke Villa Dago saja dulu, karena saya akan mempersiapkan kebutuhan untuk pembangunan perusahaan saya jadi mereka bertiga bisa bersama saya saja pulangnya" ucap Gunawan dengan sangat hormat.
"Oke jika demikian, jika begitu maka alex satu team lagi siapkan untuk mengawal Gunawan, dan kalian tidak bisa menolaknya, jadi mulai hari ini keselamatan kalian menjadi tugas mu Alex" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Oke jika begitu sudah beres, kalian boleh kembali pagi ini atau siang nanti terserah kalian saja, aku akan istirahat dulu, sudah sangat ngantuk soalnya" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan langsung meninggalkan mereka semua yang ada di ruang makan itu.
Semuanya ikut berdiri untuk menghormati Sean Arthur sampai Sean Arthur sepenuhnya tidak terlihat oleh mereka lalu mereka duduk kembali di kursi mereka.
"Alex apa anak buahmu cukup untuk mengawal mereka bertiga" ucap Roni dengan sangat ramah.
"Masih cukup dan aku masih sanggup untuk mengawal mereka bertiga, bos sudah mempercayakan mereka kepadaku jadi aku harus sanggup bukan" ucap Alex dengan sangat sopan.
"Baiklah, jika kau memerlukan bantuan maka kabari saja kebetulan banyak anak buah kami di kota Bandung dan sekitarnya" ucap Roni.
"Aku lupa menanyakan kepada Bos mengenai tugas dari Bos sebelumnya" ucap Rico sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.
"Sudah di selesaikan kecuali ayah angkat kalian berdua kok, jadi kalian tidak perlu memikirkan tugas pembersihan itu" ucap Gunawan.
"Itu sangat benar, Bos sudah sangat mempercayai kalian meskipun kalian berulang kali membuat kesalahan tapi jangan kalian pikir bos akan selalu memaafkan kalian, sebaiknya kalian berdua mulai bersikap dewasa dan bisa melihat mana yang mengurus kalian mana yang tidak" ucap Gunawan menambahkan.
"Kami memang salah dan kami sudah menyadari kesalahan kesalahan kami, tapi kenapa semua yang ada di daftar itu mati dengan luka tembak di kening mereka, sebelumnya kami kira itu ulah serigala pertama sehingga kami berpikir untuk mendatangi ayah angkat dan mencari tahu namun ternyata bukan dia penyebabnya" ucap Ardhi dengan sangat sopan.
"Apakah kalian pikir serigala pertama dan ayah angkat kalian mampu menggerakkan ratusan sniper sekaligus" ucap Gunawan lagi.
Rico dan Ardhi hanya menggelengkan kepalanya saja dan tidak berani menjawabnya.
"Kalian berdua jika tahu siapa bos sebenarnya aku sangat yakin kalian berdua tidak akan berani membuat bos kecewa sedikitpun, jadi kalian berdua ingat pesan ku ini untuk kalian, bos bisa mengambil apa yang sudah di berikan dan tidak memerlukan tangannya untuk melakukan hal itu" ucap Roni sambil tersenyum lebar.
"Apa yang dikatakan Roni adalah kebenaran dan aku juga tidak berani membuat kesalahan apapun" ucap Alex yang di angguki kepala oleh Doni dan juga Gunawan.
"Kita sebaiknya berangkat pagi ini saja, jadi bisa sampai villa dago sebelum jam dua belas, dan untuk mobil kalian berdua sudah di derek ke villa dago jadi kalian tidak perlu pusing" ucap Gunawan.
"Doni dan Roni Terima kasih atas semuanya dan saya menitipkan Bos Besar kepada kalian berdua" ucap Alex dengan sangat hormat
"Kalian tenang saja, bos sudah aman bersama kami di sini, berhati hatilah dan jangan sungkan kabari aku jika memang membutuhkan pasukan tambahan" ucap Doni dengan ramah.
"Baiklah ayo kita pulang" ucap Gunawan sambil berdiri di ikuti oleh yang lainnya.
Mereka langsung keluar dari dalam villa naga dan menuju ke garasi tamu tempat Gunawan menyimpan mobilnya.
Ke empatnya langsung meninggalkan villa naga dengan Alex sebagai penunjuk jalan agar mereka bisa melewati pintu gerbang utama tidak lagi melalui pintu belakang seperti saat mereka datang.
"Roni apa anak buah mu sudah kau atur untuk mengawal mereka berempat dari jauh" ucap Doni sambil melihat mobil Gunawan yang mulai menjauh.
"Sudah beres, tadi bos mengirim pesan singkat kepadaku agar aku mengirim masing masing sepuluh orang untuk menjadi bayangan mereka berempat dan sudah aku bereskan juga, masing masing dari mereka mendapatkan sepuluh orang anak buah ku" ucap Roni.
"Lalu apakah ada perintah Bos untuk orang yang kita tahan di penjara bawah tanah" ucap Doni lagi.
"Soal itu tidak namun aku sudah menyuruh anak buahku untuk memastikan mereka tetap hidup sampai bos memberi perintah lebih lanjut" jawab Roni.
"Kasian Bos, disatu sisi dia menyayangi Rico dan Ardhi namun mereka berdua malah membuatnya pusing" ucap Doni
"Kau benar namun jangan khawatir karena aku sudah menekan mereka saat di penjara bawah tanah itu, dan aku yakin mereka tidak akan berani lagi bertindak ceroboh" ucap Roni sambil tertawa ringan.
"Kita sebaiknya beristirahat juga, saat ini hanya kita berdua saja yang akan di perintah oleh Bos jadi badan kita juga harus fit bukan" ucap Doni sambil melangkah kedalam Villa.
"Iya aku sebenarnya sudah sangat mengantuk sejak habis sarapan tadi, oh ya jika kau terbangun lebih awal tolong bangunkan aku ya" ucap Roni sambil mengikuti Doni