
"Bos kita kemana" ucap Rico dengan hormat sambil menikmati rokoknya karena dia masih jadi penumpang.
"Kau ada ide" ucap Sean Arthur.
"Kafe saja Bos, kita minum kopi yang nikmat, kopi di kantor polisi tadi kurang terasa" ucap Rico.
"Sony, kita ke Kafe untuk meninggalkan Rico di halaman kafe trus pulang" ucap Sean Arthur mencandai Rico kembali.
"Sony jika kau berani aku hukum kau tidur di kolam renang rumah bos besar" ucap Rico sambil memelototi Sony yang sedang mengemudi.
"Siap Bos Besar, saya siap Bos tidur di kolam renang" ucap Sony sambil tertawa ringan.
"Dasar anak buah kurang ajar" ucap Rico sambil mendengus dingin.
"Sudah sudah, eh Rico apa Alex belum menceritakan kepadamu" ucap Sean Arthur.
"Cerita apa Bos" ucap Rico sambil menoleh ke Sean Arthur.
"Aku sudah meminta Alex membangun Kafe untuk mu dengan bentuk yang sama dengan kafe milik Gunawan" ucap Sean Arthur dengan santai.
"Akhirnya mimpi jadi kenyataan, terima kasih Bos, anda memang penuh kejutan, Sony karena aku lagi senang hukuman mu aku batalkan" ucap Rico dengan sangat bergembira.
Sony hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rico itu demikian juga Sean Arthur.
"Rico mulai hari ini Sony yang mengemudi dan kau duduk disitu saja dan carikan satu untuk pengganti Sony jadi tetap delapan orang" ucap Sean Arthur sambil kembali menghisap rokoknya kembali.
"Siap Bos, beres jadi tidak perlu ganti ganti ya bos untuk pengawal anda" ucap Rico.
"Benar mereka saja cukup dan tambahkan satu lagi saja untuk pengganti Sony" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos" ucap Rico dengan sangat hormat.
"Sony langsung ke rumah Gunawan saja" ucap Sean Arthur yang melihat jika mereka sudah memasuki gerbang rumahnya.
"Baik Bos" ucap Sony dengan hormat.
"Rico yang lain suruh istirahat saja" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos" ucap Rico sambil mengambil radio komunikasi miliknya lalu meminta anak buahnya di dua SUV belakang untuk beristirahat.
Mobil Bentley itu melesat dengan cepat dan langsung parkir di depan rumah yang digunakan oleh Gunawan sebagai tempat kerjanya.
"Sony kembali dan beristirahat saja, dan Rico ambilkan mobil golf kesini" ucap Sean Arthur sambil kemudian turun dari dalam mobilnya lalu masuk ke dalam dan langsung ke ruang kerja Gunawan.
"Malam Bos, anda hari ini menjadi selebriti loh Bos" ucap Gunawan yang melihat Sean Arthur masuk ke ruangannya dan langsung duduk di sofa nya.
"Gunawan apa sudah kau hapus semuanya" ucap Sean Arthur sambil kemudian mengambil sebotol air mineral lalu meminumnya perlahan.
"Beres Bos kan saya yang menghubungi pihak kepolisian tadi" ucap Gunawan dengan ramah.
"Sudah Tujuh Bos dan tinggal satu kepalanya saja, semuanya sudah berhasil kita jebloskan dan tadi saya sudah mengirimkan bukti bukti tambahan untuk tujuh serigala itu" ucap Gunawan dengan hormat.
"Baguslah, permainan besar akan segera dimulai jadi mulai malam ini team mu bagi jadi tiga team saja" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya dan menghisapnya perlahan.
"Bos itu juga sudah, karena serigala pertama ini tanpa celah dan saya tahu di sangat licik jadi ada team yang akan selalu bekerja di dunia maya untuk memantau semua yang berkaitan dengan kita dan juga dengan geng serigala" ucap Gunawan dengan hormat.
"Oh ya aku hampir lupa sesuatu coba kau buka kontak serigala pertama dan cari kontak yang di tulis lelaki tua dan sadap nomor ponsel itu" ucap Sean Arthur dengan spontan karena memang dia baru ingat.
"Sebentar Bos saya coba buka dulu" ucap Gunawan sambil memainkan mouse dan keyboard laptopnya dan satu monitor langsung menyala memperlihatkan kontak kontak telepon dari ponsel Anton alias Serigala pertama.
"Apakah yang ini Bos" ucap Gunawan sambil membuka kontak atas nama lelaki tua.
"Benar tampilkan kamera depan ponsel di nomor itu dan kamera depan ponsel Serigala pertama" ucap Sean Arthur dengan santai sambil bersandar dan menikmati rokoknya.
"Baik Bos" ucap gunawan dan kini monitor itu menampilkan sebuah gambar plafon suatu ruangan dan sebuah monitor juga menyala memperlihatkan gambar yang gelap.
"Gunawan yang gambar gelap nomor yang mana" ucap Sean Arthur.
"Nomor lelaki tua bos sebentar saya rubah ke kamera belakang bos" ucap Gunawan dan kini terlihat jika monitor yang sebelumnya menampilkan gambar yang gelap kini menampilkan gambar yang sama dengan monitor satunya.
"Gunawan apa kau paham maksud ku" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap saya paham Bos, ini nomor khusus serigala pertama, pantas saja saya selalu gagal melacak tindakannya" ucap Gunawan sambil terus memainkan mouse dan keyboard laptopnya itu.
"Sekarang buka kontak ponsel lelaki tua dan cari kontak atas nama lelaki kedua lalu tampilkan kamera ponselnya" ucap sean Arthur.
"Baik bos" ucap gunawan dan satu lagi monitor menyala memperlihatkan sebuah gambar yang sama.
"Pantas saja susah melacaknya ternyata dia memiliki tiga ponsel untuk kepentingan berbeda" ucap Gunawan dengan sangat hormat.
"Sudah matikan saja dulu, dia di rumahnya namun minta anak buahmu untuk menyadap kedua nomor ini dan semua kontak yang ada di kedua ponsel terakhir ini juga ya" ucap Sean Arthur lagi.
"Baik Bos" ucap Gunawan berbarengan dengan matinya ketiga monitor itu.
"Bos maaf ini hanya praduga saya saja, sepertinya tujuh Serigala hanya pion saja untuk serigala pertama" ucap Gunawan sambil duduk di depan Sean Arthur.
"Gunawan bisa kau perjelas maksud ucapan mu itu" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Jadi begini Bos, sejak kita membuat serigala serigala itu di tahan oleh pihak kepolisian serigala pertama tidak pernah membesuk mereka di tahanan atau berusaha untuk mengeluarkan mereka" ucap Gunawan dengan penuh hormat.
"Lalu apa lagi?" Tanya Sean Arthur.
"Saya sudah melakukan pengecekan dan tidak ada satu pun perusahaan geng serigala yang atas nama Anton, semua usaha mereka atas nama ke tujuh serigala bahkan saham pun menggunakan nama mereka adapun saham ke delapan yang di anak perusahaan anda itu menggunakan nama grup serigala bukan perorangan seperti yang lainnya" ucap Gunawan dengan hormat menjelaskan hasil penyelidikannya.
"Apa ada hal lain yang kau temukan" ucap Sean Arthur dengan penasaran karena dia merasa jika Gunawan masih menyimpan sesuatu.
"Bos, di data perusahaan perusahaan milik Geng Serigala tidak ada nama Anton yang saya temukan, korporasi geng serigala hanya di miliki oleh tujuh serigala saja sedangkan anda mengatakan ada delapan serigala dengan Anton nomor satu" ucap Gunawan dengan sangat hormat dan menjelaskan dengan hati hati.