Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Rumah untuk pak Freddy 2



"Pak Freddy maaf terganggu, jika saya boleh tahu anak anda kerja dimana" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Anak pertama saya Yuni kerja di perusahaan swasta Pak Sean jika tidak salah nama perusahaannya Arthur corporation dan itu kantor pusat grup naga sedangkan anak kedua saya Desty belum bekerja pak" ucap Pak Freddy dengan sangat sopan.


"Wah jika demikian berarti anak anda dua duanya sudah di rumah dong pak jam segini, bapak kabarin saja untuk ke rumah nomor satu pak, kita juga paling sepuluh menit lagi sampai" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Pak Sean benarkah anda hendak memberikan rumah anda untuk saya" ucap Pak Freddy dengan sangat sopan.


"Bukan untuk bapak, namun untuk anak dan istri bapak, kan mereka yang memutuskan jadi tidaknya, jadi bapak kabari saja mereka ya Pak" ucap Sean Arthur dengan ramah membujuk Pak Freddy.


"Baik Pak sebentar saya hubungi dulu anak saya, karena ponsel istri saya sedang rusak dan belum saya betulkan" ucap Pak Freddy dengan sangat sopan sambil mengambil ponselnya dan menghubungi anaknya.


"Yuni, bapak sedang dalam perjalanan ke perumahan depan, kau ajak adik dan ibu ya ke rumah nomor satu temui bapak disana ada yang ingin bapak perlihatkan kepada kalian" ucap Pak Freddy dengan ramah melalui ponselnya dan tidak lama langsung menyimpan kembali ponselnya itu.


"Sudah Pak Sean, harusnya berbarengan kita datangnya nanti" ucap Pak Freddy dengan sangat sopan.


Sean Arthur hanya tersenyum dan membuka sunroof mobilnya lalu menyalakan sebatang rokoknya dengan santai.


Waktu berlalu dengan kondisi jalanan yang lancar mereka pun tiba di rumah milik Sean Arthur yang di Sukajadi dan langsung turun dengan di sambut oleh Ardhi.


"Pak Freddy ini anak buah saya Ardhi dan satu perusahaan dengan anak Bapak" ucap Sean Arthur memperkenalkan Ardhi.


"Ardhi, pak Freddy ini adalah petugas kepolisian yang menolongku waktu itu dan selain Pak Freddy ada rekan kerjanya yang bernama Pak Dani" ucap Sean Arthur memperkenalkan Pak Freddy ke Ardhi.


"Senang bisa mengenal anda Pak Freddy dan terima kasih sudah menolong Bos kami, maaf siapa nama anak anda mungkin saya kenal" ucap Ardhi dengan sangat ramah.


"Pak Ardhi anak saya bernama Yuni dia di divisi keuangan Arthur corporation dan anak itu anak saya, sebentar saya panggil mereka dulu" ucap Pak Freddy dengan sangat sopan sambil kemudian meninggalkan teras rumah itu dan menemui istri dan kedua anaknya yang datang dengan dua motor listrik.


"Bapak apakah ada masalah dengan bosku" ucap Yuni yang melihat Sean Arthur dan Ardhi serta Rico yang ada di teras rumah itu.


Tidak Nak, Bapak tidak ada masalah dengan mereka ayo kita temui biar semuanya jelas" ucap Pak Freddy dengan ramah ke Yuni lalu membawa mereka ke teras rumah itu menemui Sean Arthur dan yang lainnya.


"Malam Bos Besar, Bos Ardhi dan Bos Rico, mohon maafkan Bapak saya jika ada salah" ucap Yuni sambil membungkukkan badannya di depan mereka bertiga dan hal ini membuat kaget Pak Freddy dan istrinya dan adiknya.


"Yuni kau itu ada ada saja, aku dan Bapak mu tidak ada masalah malah aku berhutang nyawa kepada ayahmu, ayo semuanya kita masuk jika disini kursinya tidak cukup" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil berjalan ke dalam rumahnya itu dan langsung duduk di sofa ruang tamu demikian juga yang lainnya.


"Bu, Yuni dan Dik Desty, bapak kalian ini sudah menolong saya dan saya memberikan rumah saya ini untuk kalian semua, semoga kalian menyukainya dan juga Yuni besok ajak adikmu ke kantor untuk menggantikan posisi mu karena mulai besok kau akan menjadi manager keuangan di perusahaan ku" ucap Sean Arthur langsung menyampaikan keinginannya.


"Bos besar terima kasih" ucap Yuni yang spontan berdiri dan membungkukkan badannya untuk menghormati Sean Arthur lalu duduk kembali.


"Yuni, kenapa kau langsung menerima hal ini" ucap Pak Freddy dengan ramah.


"Bapak dan Ibu, Keputusan Bos Besar bersifat mutlak untuk kami para pegawainya dan apa yang sudah di ucapkan oleh Bos Besar tidak boleh sama sekali kami langgar karena memang seperti ini cara kerja di perusahaan utama, saya sudah bekerja kepada Bos Besar selama lima tahun dan saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian keluarga besar Bos Besar" ucap Yuni menjelaskan kepada pak Freddy dan juga ke Ibunya itu.


"Bapak dan Ibu juga jangan khawatirkan masalah biaya balik nama surat kepemilikan rumah ini karena semua akan kami tanggung dan Yuni besok pagi temui saya untuk mengambil mobilmu karena dengan jabatan baru mu maka kau mendapatkan satu unit mobil" ucap Ardhi dengan ramah.


"Pak Freddy, saya mohon anda tidak menceritakan tentang ini kepada rekan kerja anda yang lain selain Pak Dani, karena Pak Dani akan mendapatkan rumah saya yang ada di Setiabudi dan Yuni besok atau lusa kau bawakan surat surat rumah ini dan rumah Setiabudi, oh ya Ardhi balik namakan rumah Setiabudi sesuai kartu identitas ini lalu jika sudah beres titipkan kepada Yuni saja" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


"Pak Sean, saya tidak tahu harus berkata apa selain terima kasih" ucap Pak Freddy dengan sangat hormat dan terlihat air matanya menetes dari mata tua nya.


"Pak Sean, hadiah anda kepada kami ini sungguh berharga, saya benar benar mengucapkan terima kasih" ucap istri pak Freddy dengan sangat hormat dan juga meneteskan air mata bahagianya.


"Pak Freddy bisakah saya meminjam kartu identitas bapak" ucap Ardhi dengan sangat sopan.


"Ini Pak Ardhi" ucap Pak Freddy sambil memberikan kartu identitas miliknya.


"Pak Freddy, nanti sampaikan ke Pak Dani apa adanya saja, dan saya juga tidak meminta apapun dari kalian berdua, namun saya berharap bapak selalu menjadi sosok yang bijaksana selamanya, kami permisi dulu karena hari sudah malam dan kami juga masih ada keperluan lainnya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil berdiri dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir di luar.


Pak Freddy dan keluarganya mengantarkan kepergian Sean Arthur dan Rico sampai rombongan Sean Arthur itu menghilang dari pandangan mereka.


"Pak Freddy, mereka ini bawahan saya yang mengurus rumah ini dan akan disini sementara untuk membantu bapak pindahan namun fasilitas rumah ini juga sudah lengkap kok, jika ada apa apa Yuni jangan sungkan untuk mengabariku" ucap Ardhi dengan sangat ramah memperkenalkan lima orang bawahannya yang ada di rumah itu.


"Pak Ardhi terima kasih" ucap Pak Freddy dan istrinya dengan sopan dan kompak.


"Bos terima kasih" ucap Yuni dengan sangat hormat.


"Oh ya besok jangan lupa temui aku untuk mobil mu dan bawa Desty juga, karena aku harus merekomendasikan dulu manager keuangan yang saat ini, baiklah sampai jumpa besok di kantor dan kalian berlima jika sudah selesai disini langsung kembali ke rumah bos besar" ucap Ardhi sambil memasuki Lamborghini nya.