
"Bos, kami akan selalu mengikuti anda apapun keputusan anda" ucap Rico dengan sangat hormat.
"Benar Bos, selamanya kami akan mengikuti anda namun mungkin sebaiknya tidak instan, saya tahu dengan kekuatan yang anda miliki saat ini keluar dari dunia hitam akan sangat mudah namun ini tidak berlaku untuk mereka yang tahu nya hanya menjadi tenaga keamanan tempat hiburan malam" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Rico siapkan mobil kita bertiga akan ke diskotik" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kembali menghisap rokoknya.
"Baik Bos" ucap Ardhi sambil melangkah meninggalkan mereka berdua dan menuju ke parkiran mobil.
"Ayo, kita lihat semua tempat hiburan malam kalian, tapi tunggu sebentar saya akan mengambil sesuatu dulu" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan melangkah menuju rumahnya kembali dan langsung masuk ke kamar nya.
Di Dalam kamarnya dia membuka lemari besinya dan mengambil satu buah pistol miliknya dengan tiga magazen yang terisi penuh dan juga buku kepemilikannya.
"Sekarang hanya aku dan Ardhi saja yang bisa membawa senjata api, semoga saja aku tidak perlu menggunakannya untuk malam ini" ucap Sean Arthur sambil menyimpan senjata apinya itu ke pinggangnya dan menyimpan dua magazen di saku celananya demikian juga buku kecil yang merupakan buku kepemilikan senjata api miliknya.
Sean Arthur melangkah kembali keluar setelah menutup dan mengunci kembali lemari besinya.
"Bos kita pakai Bentley saja ya" ucap Rico dengan sangat hormat sambil membukakan pintu penumpang belakang sedan Bentley yang sudah terparkir di depan teras dan ada dua Bentley di belakang Bentley yang pintunya di buka oleh Rico.
Sean Arthur kemudian naik ke Bentley itu dan duduk di kursi penumpang belakang sedangkan Alex duduk di kursi penumpang depan dan Rico yang mengemudi.
Mobil Bentley itu langsung bergerak maju di ikuti dua Bentley yang sama yang berisi anak buah alex satu mobil dan anak buah Rico satu mobil.
"Bos kita akan ke diskotik yang mana" ucap Rico dengan sangat sopan sambil mengendalikan mobil Bentley itu.
"Ke diskotik yang kalian jaga tentunya, aku hanya ingin menanyakan sesuatu dengan salah satu dari mereka saja untuk membuka wawasan dan pandangan kalian berdua" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil membuka sunroof mobil dan mulai menyalakan rokoknya.
"Baik Bos, jika begitu kita mampir ke jalan braga dulu saja" ucap Rico.
"Kalian jaga jarak saja tapi jangan kehilangan kami, kita akan ke diskotik yang di daerah Braga" ucap Alex melalui radio komunikasi miliknya.
"Alex satu mobil suruh di depan saja bukankah mereka juga sudah tahu tempat mana saja yang di jaga oleh kawan kawan mereka" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil menikmati rokoknya.
"Baik Bos" ucap Alex sambil kembali mengambil radio komunikasi yang sempat dia simpan di konsol tengah mobil.
"Anto mobilmu di depan, kita ke braga, kita jadivsatu rombongan saja tidak jadi jaga jaraknya" ucap Alex melalui radio komunikasi itu.
"Baik Bos" jawab Anto melalui radio komunikasi dan langsung menyalip mobil yang dinaiki Sean Arthur.
"Berhenti di depan" ucap Sean Arthur mendadak dan mengagetkan kedua bawahannya itu.
"Anto berhenti" ucap Alex melalui radio komunikasi.
Ketiga mobil itu berhenti di pinggir jalan yang sangat sepi karena sudah hampir tengah malam.
"Bos ada apa?" Ucap Alex dengan sangat hormat dan penuh rasa ingin tahu.
Sebuah mobil Jip berwarna hitam terlihat melewati mobil mobil mereka dengan kecepatan tinggi.
"Anto kejar jip hitam itu jangan sampai lolos" ucap Alex melalui radio komunikasi dan terlihat jika Bentley yang ada di depan langsung melesat mengejar jip hitam itu.
Rico juga sama langsung menjalankan mobil dan ikut mengejar mobil jip berwarna hitam itu yang diketahui milik geng serigala.
"Mobil Kita semua tidak akan bisa menghentikan Jip itu jadi ikuti saja kecuali ada keberuntungan langit yang membuat mobil jip itu berhenti, sampaikan ke yang lain" ucap Sean Arthur dengan tenang dan santai sambil kembali menghisap rokoknya.
"Cukup di ikuti jangan sampai lolos jika ternyata berhenti langsung kepung dan tangkap pengemudinya" ucap Alex melalui radio komunikasi.
Sean Arthur kemudian mengirim pesan singkat ke Gunawan untuk mengetahui apakah gunawan masih melek atau sudah pulas tertidur dan ternyata Gunawan masih melek sehingga Sean Arthur langsung meneleponnya.
"Bisa kau lacak lokasiku dan pantau aku tiga Bentley mengejar sebuah jip berwarna hitam" ucap Sean Arthur melalui ponselnya ke Gunawan.
"Bisa bos, baik saya akan berusaha memperlambat jip hitam itu dengan mengendalikan lampu merah" ucap Gunawan melalui ponselnya.
"Jika bisa kau kunci lokasi mereka berjaga jaga apabila mereka lolos dari kami" ucap Sean Arthur kembali.
"Baik Bos" jawab Gunawan melalui ponselnya.
Lima menit berlalu dan panggilan telepon itu masih di biarkan menyala oleh Sean Arthur namun kini Sean Arthur sudah mengkoneksikan ponselnya ke mobilnya sehingga tidak lagi di pegang ponselnya itu.
"Bos lima ratus meter di depan ada lampu merah saya akan menahannya" terdengar suara Gunawan di speaker mobil itu.
"Laksanakan saja, aku harus menangkap orang orang yang ada di mobil jip itu soalnya" ucap Sean Arthur dengan sangat santai.
"Kalian semua bersiaplah lima ratus meter lagi ada lampu merah semoga dia berhenti" ucap Alex menggunakan radio komunikasi ke anak buahnya.
Tidak lama kemudian mereka melihat lampu merah yang di maksud oleh Gunawan dan ada dua mobil sedan listrik yang sudah berhenti namun tidak ada tanda tanda jika mobil jip berwarna hitam itu akan berhenti melainkan semakin menambah kecepatannya.
"Gunawan, hijaukan dan rekam" ucap Sean Arthur secara spontan melihat kejadian itu.
Lampu lalu lintas itu berubah menjadi hijau beberapa saat sebelum jip berwarna hitam itu mencapai lampu merah namun jip berwarna hitam itu tidak berhenti.
Braaaaaaaaak
Jip berwarna hitam itu menabrak salah satu sedan listrik yang hendak berjalan kembali dan Jip itu tidak berhenti melainkan terus melaju.
"Gunawan apa kau merekamnya" ucap Sean Arthur sambil melihat mobil sedan listrik yang rusak parah dikirinya saat mobil yang dinaikinya melewatinya.
"Terekam bos" jawab gunawan.
"Oke hubungi polisi dan berikan rekamannya ke pihak kepolisian" ucap Sean Arthur dengan santai dan menyalakan sebatang rokok kembali karena yang sebelumnya sudah habis.
"Baik Bos beres, bos sebaiknya jaga jarak terlebih dahulu agar polisi tidak salah paham dan saya akan tetap mengawasi mobil jip berwarna hitam itu, telepon nya saya hentikan ya bos" ucap Gunawan dan benar panggilan telepon itu langsung terputus.
"Alex jaga jarak" ucap Sean Arthur sambil menepuk pundak Alex.