
"Benar Bos, oleh karena itu saya sudah meminta anak buah saya untuk mengawasi tempat usaha bos menjaga agar jika mereka menyerang kita setidaknya mengetahuinya lebih awal" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Alex kau memegang jasa keamanan untuk semua tempat usaha hiburan kita dan sebaiknya mereka tidak sampai membawa benda benda ilegal seperti senjata api dan ingat aku sangat membenci pengguna obat obatan terlarang jadi pastikan juga mereka tidak menggunakannya" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas karena dia tidak ingin mendapatkan masalah dengan pihak kepolisian sebagai tindakan balasan dari geng serigala.
"Iya Bos, saya akan pastikan hal itu dan saya akan pastikan mereka tidak melanggar hukum, saya paham maksud tujuan bos yang menghindari adanya tindakan balasan dari geng serigala" jawab Alex dengan sangat hormat.
"Saya permisi dulu untuk mengatur semuanya dan jika di ijinkan oleh Bos saya akan memasang beberapa cctv tambahan karena setelah saya cek tadi banyak area yang tidak terkena pemantauan cctv" ucap Alex kembali dengan sangat hormat sambil berdiri.
"Pergilah, aku sangat mempercayai mu jadi jangan kecewakan aku" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kembali mengambil ponselnya yang mendapat sebuah pesan singkat.
Alex kemudian melangkah keluar dari ruangan kerja Sean Arthur bersamaan dengan kembalinya Ardhi ke ruangan itu.
Ardhi langsung duduk di kursi yang sebelumnya dia duduki dan menunggu Sean Arthur yang sedang membalas pesan singkat yang di kirim oleh Gunawan kepadanya.
"Bos apakah ada sesuatu yang terjadi" ucap Ardhi yang melihat Sean Arthur menarik nafas dalam dalam.
"Hentikan semua penjualan saham saham perusahaan kita sekarang juga" ucap Sean Arthur sambil menyimpan kembali ponselnya dan menyalakan sebatang rokoknya.
"Baik Bos" ucap Ardhi sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi bawahannya.
"Hentikan sekarang juga penjualan saham saham perusahaan kita dan berikan aku data pembeli saham dalam waktu satu bulan terakhir" ucap Ardhi melalui ponselnya lalu tidak lama kemudian menghentikan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya.
"Bos sudah beres penjualan saham kita sudah di hentikan apakah ada masalah dengan saham saham perusahaan kita" ucap Ardhi dengan sangat sopan.
"Gunawan memberi kabar jika pihak geng Serigala hendak menjual kembali saham saham mereka di perusahaan luar dan akan fokus membeli saham saham perusahaan kita oleh karena itu aku tidak ingin mereka sampai membelinya.
Ardhi mereka selalu bekerja sama satu sama lainnya dan selama ini mereka selalu membeli sepuluh persen per orang jadi secara tidak langsung mereka memiliki delapan puluh persen saham itu sama dengan mereka menjadi pemilik secara tidak langsung" ucap Sean Arthur sambil kembali menghisap rokoknya.
"Bos bagaimana jika kita melakukan hal yang sama, saya bisa membeli saham saham mereka menggunakan sepuluh perusahaan kita" ucap Ardhi dengan sangat sopan.
"Lakukan saja dan jika sudah langsung akuisisi perusahaan perusahaan itu namun ingat bekerja di balik layar dan jangan sampai mereka tahu jika grup naga yang membelinya" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik Bos sebentar saya akan menghubungi bawahan saya lagi" ucap Ardhi sambil mengambil ponselnya kembali.
"Lakukan semua rencana kita untuk membeli semua saham perusahaan milik geng serigala dan pastikan semua berjalan sesuai dengan perintah ku semalam" ucap Ardhi melalui ponselnya dan langsung menyimpan kembali ponselnya itu ke saku celananya tanpa menunggu jawaban dari bawahannya.
"Ardhi, berapa perusahaan milik geng serigala yang kau incar" ucap Sean Arthur sambil menatap Ardhi.
"Ada lima puluh perusahaan mereka yang sahamnya ada di bursa dan ini semua sudah di pelajari oleh saya dan tim saya jadi kelima puluh perusahaan itu yang merupakan target saya, dan seharusnya nanti malam para pelaku tabrak lari akan berhasil kita jemput, saya sudah berkoordinasi dengan Alex dan Alex yang akan membereskan mereka" ucap Ardhi menjelaskan dengan sangat sopan.
"Bos, pistol saya kan legal seperti bos jadi tidak masalah untuk kita berdua namun saya akan pastikan anak buah lapangan saya tidak membawa barang ilegal mereka" ucap Ardhi sambil mengirimkan pesan singkat kepada bawahannya untuk mengingatkan mereka semua.
"Ardhi kau lanjutkanlah tugas mu, aku ingin beristirahat dulu" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil mematikan rokoknya.
"Baik Bos, saya permisi dulu jika demikian" ucap Ardhi dengan hormat sambil berdiri dan melangkah keluar dari dalam ruang kerja Sean Arthur.
Sean Arthur langsung berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya, dia merasa cukup lelah dan berniat untuk beristirahat.
Jam menunjukkan jam 22.00 wib dan tampak jika Sean Arthur keluar dari dalam kamarnya.
"Ternyata cukup lama juga aku tertidur, dan sekarang juga sudah malam namun aku tidak bisa tidur lagi" ucap Sean Arthur sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah taman yang ada di depan rumahnya.
"Malam Bos" ucap Alex dan Rico yang melihat Sean Arthur dan mereka berdua memang sedang duduk di kursi yang ada di taman itu.
"Kebetulan sekali ada kalian berdua disini, apakah kalian sudah menyimpan senjata api kalian" ucap Sean Arthur sambil duduk di depan kedua anak buahnya itu.
"Sudah Bos, dan juga semua anak buah kami juga" ucap Alex dengan hormat.
"Alex apakah ada tindakan mencurigakan dari hasil penyadapan kamera ponsel delapan serigala" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya.
"Hanya dari serigala ke tiga saja bos, dia mengumpulkan anak buahnya dan meminta anak buahnya untuk mengambil alih beberapa tempat kekuasaan saya" ucap Alex sambil tertawa ringan.
"Oh ya, lalu apa rencana mu" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Tentu saja saya akan membiarkan mereka menghajar anak buah saya" ucap Alex dengan santai namun tetap sopan.
"Alasannya?" Ucap Sean Arthur.
"Saya sudah menyiapkan banyak kamera dan saya akan mempolisikan mereka semua jadi bukannya mendapatkan area kekuasaan saya melainkan mereka akan menginap di penjara jadi dua kali mendapatkan kerugian" ucap Alex dengan sangat sopan namun tetap santai.
"Kau sudah berubah dan aku suka perubahan mu" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos perubahan saya mengikuti anda, anda beda jauh dengan almarhum Bos besar, jika dulu jaman Bos besar pasti menyuruh berperang secara terbuka namun anda saya tahu lebih teliti dan memikirkan dampak dan akibat." Ucap Alex dengan sangat hormat.
"Benar karena luka bisa di obati dan itu tidak seberapa dibandingkan harus membiayai banyak keluarga karena suami atau ayah mereka di penjara" ucap Sean Arthur.
"Kita harus berubah bahkan aku sudah tidak keberatan jika menghentikan semua jasa pengamanan itu, meskipun uangnya besar namun aku ingin merubah semuanya, aku bukan ayahku dan aku ingin sekali bisa memakmurkan kalian jadi kalian bisa hidup dengan tenang" ucap Sean Arthur melanjutkan pembicaraannya sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.