Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Penyergapan Dodge Journey



"Siap Bos, segera saya cari datanya." Ucap Gunawan dan panggilan telepon itu kemudian di putuskan oleh Sean Arthur karena mendengar suara beberapa motor yang berhenti di dekat mobil para pengawalnya


Sean Arthur kemudian keluar dari dalam mobilnya dan dengan santai dia menyalakan sebatang rokoknya sambil bersandar di mobilnya itu.


"Bos, anak buah kami sudah mulai berdatangan dan sebagian saya minta nanti menyergap mereka dari belakang" ucap Doni yang ikut bersandar di mobil itu.


"Ikan besar ini ternyata memiliki kekuasaan yang besar, dan aku yakin jika para penguntit kita itu yang memberi kabar keberadaan kita." Ucap Sean Arthur.


"Iya bos, saya juga yakinnya seperti itu, tapi kita sudah siap kok bos, ya paling ada satu dua mobil kita yang rusak saja dalam perang terbuka ini." Ucap Doni.


"Apa kalian membawa senjata tambahan, di bagasi mobil ini" ucap Sean Arthur sambil menepuk bagasi mobil.


"Ada styer aug bos, kebetulan saya membawa empat senjata api tambahan untuk kita, dan maaf hanya steyr aug ini saja, sebentar saya ambilkan." Ucap Doni sambil kemudian berjalan ke arah pintu pengemudi dan kemudian membuka bagasi mobil.


Sean Arthur mengambil dua steyr aug itu dan empat magazine nya lalu memasang peredam di kedua senjata api itu.


"Doni, apapun yang terjadi pastikan mereka semua mati di sini, aku tidak peduli siapa ikan besar ini, berani berperang seperti ini maka dia harus siap hancur nanti." Ucap Sean Arthur sambil menyandangkan kedua senjata api jenis steyr aug itu dan menyimpan empat magazine cadangan ke saku celananya.


"Siap Bos, saya sudah memerintahkan mereka untuk menghabisi semuanya" ucap Doni.


"Oke aku akan ke atas sana dan menjadi penembak jitu untuk kalian." Ucap Sean Arthur sambil menunjuk dataran yang lebih tinggi di jarak empat puluh meter dari lokasi mereka dan lokasinya berada di seberang jalan sehingga lokasi itu menjadi lokasi strategis untuk penembak jitu.


"Baik Bos, saya dan yang lain tetap disini" ucap Doni.


Sean Arthur langsung berjalan dan menyebrangi jalan, dia juga melihat jika semua pengawal pribadinya dan anak buah doni serta roni sudah siap untuk mengepung musuh mereka itu.


Waktu berlalu dengan cepat dan Sean Arthur dapat melihat jika ada sorot lampu mobil di jarak lima ratus meter dari lokasi mobilnya.


"Jadi mereka benar benar menyapu jalan, sampai menutup jalan raya dengan mobil mereka." Ucap Sean Arthur yang berbicara sendiri sambil melihat melalui teropong steyr augnya yang memiliki mode malam hari.


"Bos besar, maaf saya diminta menyerahkan radio komunikasi ini oleh Bos Roni." Ucap seorang anak buah Roni yang datang menyerahkan sebuah radio komunikasi.


"Iya terima kasih, bersiaplah itu mereka" ucap Sean Arthur sambil menerima radio komunikasi itu.


"Baik Bos." Ucap anak buah Roni itu sambil kemudian meninggalkan Sean Arthur kembali.


"Kalian bersiap, aku akan melumpuhkan mobil paling depan yang kanan kita" ucap Sean Arthur menggunakan radio komunikasi itu dan masih mengawasi rombongan itu dengan teropong steyr aug nya.


Jarak rombongan itu semakin dekat dan saat jarak hanya tinggal lima puluh meter Sean Arthur langsung menembak kening kedua pengemudi dodge journey itu.


Dor dor dor dor empat tembakan teredam dilakukan oleh Sean Arthur karena Sean Arthur juga menembak ke kedua pengemudi dodge journey di sebelah kiri mereka dalam selang waktu hanya beda beberapa detik.


Keempat mobil dodge journey itu saling bertabrakan dan bahkan ada satu yang di sebelah kanan sampai terguling.


"Bunuh semuanya." Ucap Sean Arthur menggunakan radio komunikasi kembali sambil membidik tangki bensin dari mobil yang ada di tengah tengah musuhnya itu.


Dor. Satu suara tembakan teredam terdengar dan berasal dari senjata sean Arthur.


Boooooooooom sebuah mobil dodge journey meledak sampai terangkat beberapa meter dan jatuh kembali ke atas tanah.


Dor. Sean Arthur kembali melakukan tembakan dan kali ini membidik tangki bensin mobil di sebelah kiri yang sama sama bagian tengah.


Boooooooooom mobil dodge journey itu meledak bahkan apinya lebih parah karena ikut membakar dua mobil di depan dan sebelah kirinya.


Sean Arthur kemudian mencoba membidik mobil paling belakang namun dia tidak bisa karena terhalang pohon pohon karet di hutan itu.


Satu persatu musuh di tembak mati oleh anak buah Doni dan Roni serta para pengawal pribadi Sean Arthur.


Sean Arthur kemudian berlari ke sebelah kanannya mencari titik yang pas untuk bisa menembak tangki bensin mobil dodge journey paling belakang.


Dor dor, dua tembakan meletus dari senjata api steyr aug Sean Arthur dan mengarah ke tangki bensin salah satu mobil paling belakang.


Boooooooooom mobil dodge journey paling belakang milik musuh yang lokasinya berada di sebelah kanan kini meledak dan terbakar.


Kini Sean Arthur berlari menuju rombongan mobil musuh sebelah kiri dan setelah mendapatkan posisi yang tepat di langsung membidik tangki bensin salah satu mobil dodge journey yang posisinya paling belakang.


Dor, satu tembakan di letuskan oleh Sean Arthur.


Boooooooooom mobil dodge journey paling belakang itu meledak dan langsung terbakar.


Kini tidak ada lagi jalan keluar untuk musuh mereka dan mereka yang masih selamat juga tidak bisa keluar dari dalam mobil mereka karena anak buah Doni dan Roni serta para pengawal pribadi Sean Arthur tidak memberikan kesempatan kepada pihak musuh untuk keluar dari dalam mobil mereka.


Suara suara tembakan terendam terus terdengar malam itu bahkan ternyata musuh mereka banyak yang tidak menggunakan peredam sehingga kini suasana benar benar seperti medan perang.


Malam semakin larut namun sudah dua jam aksi tembak menembak itu tidak juga selesai karena masih ada suara suara tembakan dari musuh mereka.


"Hentikan tembakan kalian, tunggu dan awasi, jika terlihat ada musuh baru tembak, usahakan satu peluru satu kepala." Ucap Sean melalui radio komunikasi kembali.


Suasana kemudian menjadi tenang karena pihak Sean Arthur tidak melakukan penyerangan lagi, melainkan hanya menunggu musuh menampakkan diri mereka sesuai instruksi dari Sean Arthur.


"Awasi musuh dengan teliti kita tidak mengetahui persenjataan mereka jadi tetap sembunyi dan berhati hati." Ucap Sean Arthur yang kembali menggunakan radio komunikasi.


Sean Arthur sendiri terus mengawasi musuh sebelah kiri dan dengan teliti diia melihat ke semya mobil musuh karena dia takutnya ada senjata berat yang bisa membahayakan anak buahnya itu.