
"Siap Bos jika demikian saya akan langsung melakukannya" ucap Gunawan.
Sean Arthur kemudian memutuskan panggilan telepon itu dan langsung menghubungi Alex.
"Alex ada apa? Ucap Sean Arthur melalui panggilan telepon itu.
"Siap Bos, maaf mengganggu anda, saya hanya ingin menyampaikan jika semua kendaraan baik milik anda maupun milik yang lain yang ada di dalam villa saya pasangkan pelacak GPS yang terkoneksi dengan ponsel saya, jadi saya bisa memantau mereka semua" ucap Alex.
"Ya lakukan saja apa yang ingin kau lakukan dengan baik dan aku menyuruh mu pulang selain menjaga Villa dago dan orang orang disana juga agar kau bisa mewujudkan keinginan mu untuk mendirikan perusahaan mu, jadi jangan sampai kau terlarut dalam pekerjaan mu ya" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, besok saya akan mulai dan anak saya juga sudah mulai mengurus perizinannya" ucap Alex.
"Bagus, ingat untuk selalu bersemangat jangan sampai kendor" ucap Sean Arthur sambil kemudian memutuskan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya.
"Sudah waktunya untuk bersenang senang, memikirkan masalah tidak akan ada habisnya" ucap Sean Arthur sambil menggerakkan tangannya memanggil anak buahnya Doni yang berjaga di pintu rumahnya itu.
"Siap Bos Besar ada yang bisa bantu" ucap anak buahnya Doni itu dengan sangat hormat setelah berdiri di samping kanan Sean Arthur.
"Ada satu hal, tolong kau panggilkan para pengawal ku ke sini semuanya." Ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, sebentar saya panggil mereka" ucap anak buahnya Doni dengan sangat hormat sambil melangkah meninggalkan Sean Arthur.
Lima menit berlalu dan enam puluh pengawal pribadi Sean Arthur kini berdiri di ruang tamu yang sangat luas itu.
"Kita akan berjalan jalan namun aku tidak ingin ada rombongan besar mengikuti ku, oleh karena itu aku minta dua orang ikut di mobilku dan empat orang di mobil belakang, sisanya silahkan beristirahat saja disini, dan mulai hari ini kalian silahkan membuat pengaturannya, jika sudah di tentukan ambilkan mobil dan parkirkan di depan teras, kita akan berjalan jalan" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos" ucap mereka semua dengan sangat kompak sambil kemudian melangkah keluar rumah untuk membuat tim yang di inginkan oleh Sean Arthur.
Doni dan Roni terlihat datang kembali dan langsung duduk di sofa yang ada di depan Sean Arthur.
"Bos, apakah anda hendak bepergian" ucap Doni.
"Saya ingin ke kota Bandung melihat usaha restoran asia saya, kalian ikutlah kita makan bersama di sana" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos" ucap Doni dan Roni dengan sangat bersemangat.
"Doni, tolong ambilkan uang seratus juta di brankas dan masukan ke tas kecilku" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik Bos" ucap Doni sambil berdiri dan bergegas meninggalkan Sean Arthur.
"Bos maaf mobil sudah siap" ucap salah seorang pengawalnya Sean Arthur.
"Ya tunggu saja di depan, khusus kali ini yang di mobilku ikut mobil belakang saja, biar Doni atau Roni saja yang mengemudi" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, saya akan ikut mobil belakang" ucap pengawalnya Sean Arthur dengan sangat hormat sambil melangkah keluar kembali.
"Bos ini uangnya" ucap Doni yang sudah kembali lagi ke hadapan Sean Arthur dan menyerahkan sebuah tas kulit kecil yang berisi uang tunai senilai seratus juta rupiah.
"Ayo kita pergi" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan menerima tas kecil tersebut lalu berjalan keluar di ikuti oleh Doni dan Roni.
Roni langsung naik ke kursi pengemudi dan Doni pun naik ke kursi penumpang depan sedangkan Sean Arthur di kursi penumpang tengah karena memang kursi SUV Toyota tersebut ada tiga baris.
"Roni, kita ke Bandung saja langsung, restoran asia ku ada di jalan Cihampelas" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos" ucap Roni sambil menjalankan mobil SUV Toyota tersebut di ikuti oleh satu SUV Toyota yang sama persis yang di isi oleh enam orang pengawal pribadi Sean Arthur yang merupakan anak buah dari Michael.
Membutuhkan waktu hampir dua jam untuk mereka sampai di Jalan Cihampelas itu dan kini dua SUV Toyota tersebut sudah parkir di depan sebuah restoran mewah tiga lantai dan dari ornamen ornamen bangunan terlihat jelas jika itu adalah restoran masakan asia.
Sean Arthur dan semua orangnya mengisi ruangan di lantai tiga yang merupakan ruangan VVIP dan ruangan itu hanya di isi oleh mereka saja.
"Bos, lama anda tidak mampir kesini, apakah anda ingin masakan seperti biasa" ucap seorang wanita berusia tiga puluh lima tahun yang merupakan manager restoran tersebut dan duduk di sebelah kanan Sean Arthur.
"Bawakan saja semua yang enak yang kau punya untuk kami, dan saya minta tolong bawakan dengan cepat ya" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos" ucap manager restoran itu dengan sangat hormat sambil kemudian menulis sesuatu di kertas dan memberikannya ke pelayan wanita yang berdiri di sampingnya.
"Bagaimana bisnis restoran ini apakah bagus" ucap Sean Arthur.
"Bagus Bos, kami punya banyak konsumen tetap disini" ucap Manager restoran.
"Apakah ada masalah" ucap Sean Arthur yang melihat jika manager restoran terlihat menyimpan sesuatu.
"Begini Bos, ini masalah sepele saja sebenarnya jadi sudah dua kali ada dua puluh orang yang datang kesini menemui saya dan mereka meminta uang bulanan kepada saya" ucap manager restoran.
"Lalu apa kau berikan?" Ucap Sean Arthur.
"Tidak Bos, dan katanya malam ini mereka akan datang lagi" ucap manager restoran.
"Jam berapa mereka akan datang" ucap Sean Arthur.
"Biasanya jam sepuluh malam Bos" ucap manager restoran.
"Masih lama ternyata, ya sudah jika mereka datang biar anak buah ku saja yang mengurus mereka" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik Bos, maaf karena saya menghubungi Bos Ardhi kemarin tidak tersambung jadi saya langsung membicarakan masalah ini ke Bos besar' ucap manager restoran.
"Ya tidak masalah, sekarang kau suruh anak buah mu untuk cepat masaknya, kami sudah lapar soalnya" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos saya permisi dulu" ucap manager restoran itu dengan sangat hormat sambil kemudian berdiri dan melangkah menuju anak tangga.
"Bos di cihampelas ini ada lima puluh orang anak buah saya yang bisa anda gunakan jika dibutuhkan" ucap Roni dengan sangat hormat.
"Hubungi saja Mereka, disini masih cukup untuk lima puluh orang lainnya jadi ajak saya mereka makan bersama kita" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos, saya akan segera menghubungi mereka" ucap Roni sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya.