Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Restoran Asia 5



"Doni dan Roni awasi dengan teliti jangan sampai ada penembak jitu lagi" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos" ucap Doni dan Roni sambil terus mengawasi bangunan bangunan di depan dan di belakang restoran itu karena memang hanya dia arah yang bisa mereka lihat melalui jendela restoran itu.


Dor


Dor


Dor


Tiga letusan teredam terdengar oleh mereka yang keluar dari senjata pengawal pribadi Sean Arthur yang menembak mati tiga orang yang berusaha memasuki area parkiran restoran itu.


Mereka melihat jika kini pasukan geng serigala kembali mundur dan memenuhi jalan raya di luar restoran itu.


"Bos saya akan naik ke atas saja agar bisa mengawasi lebih jelas" ucap Roni yang mendekati Sean Arthur.


"Berhati hatilah, kita tidak tahu seberapa banyak penembak jitu yang mereka kirim kesini" ucap Arthur sambil menepuk pundak Roni.


"Siap Bos" ucap Roni dengan sangat hormat sambil melangkah menuju anak tangga yang menuju ke rooftop.


"Kalian semua tetap waspada dengan penembak jitu, langsung habisi saja jika ada yang terlihat dan masuk ke jarak tembak kalian" ucap Sean Arthur sambil membidik tangki motor lainnya.


Dor


Suara ledakan teredam kembali terdengar meletus dari pistol Sean Arthur dan


Boom sebuah tangki bensin sepeda motor meledak dan langsung terbakar sampai membakar beberapa orang yang ada di atas sepeda motor itu juga di dekatnya.


Kepanikan terjadi di jalanan akibat serangan dari Sean Arthur tersebut dan terlihat jika mereka mulai mengevakuasi orang orang yang terbakar dengan berusaha mematikan api di tubuh mereka itu.


Total ada lima belas orang yang terkena api ledakan sepeda motor itu dan luka bakar mereka juga sangat parah.


"Doni kemari" ucap Sean Arthur dan Doni langsung berlari ke arah Sean Arthur lalu berdiri di samping Sean Arthur.


"Siap Bos, ada yang bisa saya bantu" ucap Doni dengan sangat hormat.


"Pinjam sebentar senjata Steyr Aug mu" ucap Sean Arthur sambil menyodorkan tangannya dan doni langsung memberikan senjata api Steyr Aug miliknya ke Sean Arthur.


Sean Arthur kemudian membidik tangki mobil yang terparkir di seberang jalan dan di sana ada puluhan orang geng serigala yang berdiri di dekat mobil itu bahkan banyak yang bersandar di mobil tersebut.


Dor


Steyr Aug itu meletus namun teredam karena memang menggunakan peredam dan booooom


Tangki mobil itu meledak dan langsung terbakar mengakibatkan puluhan orang yang ada di sekitarnya terbakar dengan hebat.


Api bahkan merambat mengenai beberapa kendaraan lain yang terparkir di sebelah mobil tersebut.


Boooom boooom boooom tiga ledakan keras lagi terdengar akibat ada tiga mobil yang ikut terbakar dengan hebatnya membuat suasana semakin kacau dan mencekam namun tidak ada seorang pun dari anggota geng Serigala yang melihat jika Sean Arthur yang melakukan hal itu.


Sean Arthur mengembalikan kembali Steyr Aug tersebut ke Roni dan kembali menyalakan sebatang rokoknya untuk menenangkan pikirannya karena mereka harus segera bisa keluar dari dalam restoran itu namun mereka tidak bisa menggunakan mobil mereka karena kini jalanan sangat kacau dengan kobaran api dimana mana.


Dor


Salah seorang anak buah Sean Arthur menembak seorang anggota geng serigala yang hendak memasuki area parkiran tepat di keningnya saat ada sepuluh orang lebih yang terlihat hendak memasuki area parkiran dan kini sembilan orang itu mundur dengan membawa jenazah orang itu.


"Siap Bos" ucap pengawal pribadinya itu.


"Bos apakah kita akan tetap bertahan disini" ucap Doni dengan sangat hormat dan pandangannya masih tetap melihat keluar jendela restoran.


"Iya kita lihat situasinya saja dulu, kita bisa saja menggerakkan lebih banyak pasukan untuk menghabisi mereka namun yang ada kita yang akan di periksa oleh pihak kepolisian nantinya" ucap Sean Arthur sambil tersenyum dan mengambil ponselnya lalu menghubungi Alex.


"Alex dimana kau" ucap Sean Arthur.


"Bos, kami lima ratus meter dari anda dan sedang bentrok dengan geng serigala yang menutup jalan dan kami bersama dengan pihak kepolisian kebetulan ada Pak Freddy dan Pak Dani, petugas polisi yang waktu itu" ucap Alex.


"Alex jangan sampai ada anak buahmu yang mengeluarkan senjata api dan pastikan semuanya selamat" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos aman, kami tangan kosong semua bos, dan kami di pihak kepolisian kok Bos" ucap Alex.


"Oke lanjutkan" ucap Sean Arthur sambil memutuskan panggilan telepon itu lalu menyimpan kembali ponselnya ke saku celananya.


"Kau panggil Roni kesini" ucap Sean Arthur ke salah satu pengawal pribadinya.


"Siap bos" ucap pengawal pribadinya itu.


"Bos lihatlah keluar" ucap Doni.


Sean Arthur langsung melihat kembali keluar dan melihat jika pasukan geng serigala kini banyak yang bergerak ke arah Alex.


"Doni Steyr Aug nya" ucap Sean Arthur dan langsung menerima Steyr Aug tersebut lalu membidik tangki bensin mobil yang terparkir di seberang restoran lagi dan booooom.


Tangki bensin mobil tersebut meledak dan langsung terbakar yang mengakibatkan puluhan orang geng serigala kembali terbakar dan beberapa motor juga mulai ikut terbakar.


Boom boom boom boom boom


Lima tangki motor meledak dan banyak sekali pasukan geng serigala yang menjadi korban ledakan itu.


"Bos, ada yang bisa saya bantu" ucap Roni yang sudah kembali berdiri di samping Sean Arthur.


"Aku ingin tahu apakah kalian memiliki izin untuk senjata senjata api yang kalian bawa seperti para pengawal pribadi ku" ucap Sean Arthur.


"Kami memilikinya Bos, dan kami juga membawanya" ucap Roni.


"Saya juga membawa surat izin kepemilikan senjata api saya Bos" ucap Doni dengan sangat hormat sambil menerima kembali Steyr Aug miliknya.


"Baguslah, karena pihak kepolisian saat ini sedang bentrok dengan mereka dan Alex beserta anak buahnya sedang membantu pihak kepolisian, Roni perintahkan anak buahmu yang lima puluh orang tadi untuk ikut membantu pihak kepolisian saja, kita gunakan kesempatan ini untuk menghabisi benar benar mereka" ucap Sean Arthur sambil kemudian kembali menyalakan sebatang rokoknya.


"Baik Bos" ucap Roni sambil mengambil ponselnya dan langsung melakukan panggilan telepon ke anak buahnya.


"Kalian bantu pihak kepolisian dan ingat jangan sampai menggunakan senjata api kecuali terpaksa" ucap Roni ke anak buahnya melalui panggilan telepon itu.


"Siap Bos" ucap anak buahnya dan panggilan telepon itu langsung di putus oleh Roni.


"Gunawan, apakah pihak media meliput kerusuhan ini" ucap Sean Arthur yang menghubungi Gunawan melalui panggilan telepon.


"Bos, media terdekat meliput penindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian lima ratus meter dari tempat anda, untuk restoran aman bos tidak terkena liputan media manapun" jawab Gunawan melalui ponselnya.