Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Akhir Penyerangan -TAMAT-



Waktu berlalu dan tepat jam empat pagi pihak kepolisian menyatakan jika situasi sudah aman kembali dan kini telepon seluler Sean Arthur pun berbunyi karena mendapatkan panggilan telepon dari Pak Rachman.


“Pagi Pak, apakah ada yang bisa saya bantu untuk Bapak.” Ucap Sean Arthur.


“Pagi Pak Sean, mohon maaf saya menghubungi bapak jam segini karena ada yang harus saya sampaikan kepada bapak, ini terkait semua kerusuhan ini ternyata anda adalah target mereka dan saya mendapatkan banyak bukti bahwa benar jika mereka mentargetkan anda oleh karena itu apakah Bapak berkenan datang ke kantor untuk menjalani pemeriksaan ini semua untuk memudahkan kami menuntut mereka lebih berat lagi tentunya.” Ucap Pak Rachman.


“Baik Pak, saya akan langsung kesana saja dan maaf saya akan membawa para pengawal saya karena saya juga tidak ingin ada penyerangan lagi yang mengancam nyawa saya.” Ucap Sean Arthur.


“Tentu Pak, silahkan jika bapak akan membawa pengawal bapak bahkan saya siap mengirim anak buah saya untuk mengawal bapak jika diperlukan.” Ucap Pak Rachman.


“Tidak perlu Pak, nanti orang orang kira saya ditangkap lagi sama bapak dan ini akan berakibat jelek untuk bisnis saya Pak.” Ucap Sean Arthur.


“Baik Pak, jika demikian saya tunggu di kantor saya pak, Terima kasih Pak Sean.” Ucap Pak Rachman.


“Sama sama Pak, sampai jumpa satu jam lagi pak.” Ucap Sean Arthur yang langsung memutuskan panggilan telepon itu.


“Bos, ada apa?.” Tanya Doni.


“Barusan Pak Rachman menghubungi ku dan memintaku untuk datang ke kantornya menjalani pemeriksaan dan kita akan membagi tugas, Michael jam berapa mereka akan sampai?.” Ucap Sean Arthur.


“Bos, mereka akan sampai dua sampai tiga jam lagi.” Ucap Michael.


“Biarkan mereka disini saja dulu, Doni dan Alex akan ikut dengan ku, yang lain tetap disini saja, Doni persiapkan mobilnya dan kita gunakan mobil anti peluru saja.” ucap Sean Arthur.


“Baik Bos, sebentar saya siapkan dulu semuanya.” Ucap Doni yang langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu.


“Roni, kau bertugas mengamankan  rumah kita ini dan jangan sampai ada masalah, Gunawan kau bertugas memantau perjalanan ku menggunakan Drone dan aku hampir lupa, mengenai kapal pesiar itu coba kau kirimkan drone pengawasan dulu untuk tahu siapa mereka jika ternyata musuh maka langsung hubungi pihak kepolisian aja biar mereka yang mengurusnya, Michael jamu mereka dengan baik dan jika memerlukan tempat untuk mereka maka koordinasikan saja dengan Roni.” Ucap Sean Arthur.


“”Siap Bos, anda berhati hatilah dan jika ada apa apa maka kami akan segera membantu anda.” Ucap Roni.


“Bos apakah perlu anda membawa pengacara.” Ucap Gunawan.


“Tidak perlu, ini hanya pemeriksaan biasa saja namun kau bersihkan juga semua pemberitaan tentangku dimasa lalu.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, saya akan memeriksa ulang dan akan membersihkannya.” Ucap Gunawan.


“Alex ayo kita jalan jalan.” Ucap Sean Arthur sambil berdiri dan di ikuti oleh semuanya yang akan mengantar kepergian Sean Arthur.


Sean Arthur hanya membawa sepuluh pengawal pribadinya dengan tiga mobil dan satu mobil di depan dan dua di belakang serta dua puluh orang yang menggunakan sepeda motor yang akan bergerak lebih dulu.


Kali ini alex yang menjadi pengemudi dan seperti biasa Sean Arthur duduk di kursi penumpang belakang sedangkan Doni duduk di kursi penumpang depan, rombongan itupun melesat keluar dari kawasan villa naga dan langsung menuju ke kantor Pak Rachman dengan kecepatan tinggi.


Tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mereka sampai kesana dan Sean Arthur pun langsung menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian yang sampai memakan waktu lima jam lamanya.


“Pak Rachman anda hanya menjalankan tugas anda dan saya tidak masalah dengan hal ini, lalu mana data dari pihak kepolisian yang terluka seperti janji saya jika saya akan membantu biaya pengobatan mereka semua.” Ucap Sean Arthur.


“Pak Sean, mereka hanya luka ringan saja dan tidak ada yang dirawat jadi saya sengaja tidak memberikan anda datanya.” Ucap Pak Rachman.


“Baiklah, dan bagaimana apakah anak bapak kerasan bekerja di perusahaan saya.” Ucap Sean Arthur.


“Alhamdulillah Pak, anak saya sangat bahagia, demikian juga dengan saya dan istri saya, namun apakah benar jika anak saya mendapatkan Fasilitas serba mewah itu Pak, karena dia baru bekerja dan saya kaget saja dia tiba tiba pulang kerja dengan menggunakan mobil mewah dan memiliki sopir pribadi, bahkan memperlihatkan kunci rumahnya kepada kami.” Ucap Pak Rachman.


“Benar pak, itu fasilitas kantor yang kami berikan itu untuk menunjang kinerja dari pada karyawan, kebetulan saja jabatan itu kosong dan anak bapak yang memiliki kompetensi untuk itu, lagi pula usianya masih muda dan dia bisa mempelajari banyak hal kedepannya.” Ucap Sean Arthur.


“Pak Sean, saya sudah mendapatkan perintah untuk menangkap semua orang yang termasuk dalam grup serigala asia ini dan menyita aset mereka, karena mereka ternyata adalah penjual senjata dan narkotika, jadi bisnis bisnis itu semuanya hanya kamuflase saja, kini anda bisa tenang berbisnis.” Ucap Pak Rachman.


“Pak Rachman, terima kasih anda sudah banyak membantu saya, mereka adalah biang kerok dalam semua masalah saya belakangan ini dan mungkin jika bukan karena bantuan anda saya sudah tidak ada.” Ucap Sean Arthur.


“Pak Sean ini berbicara apa, saya kan hanya menjalankan tugas saya saja.” Ucap Pak Rachman.


“Baiklah Pak, saya pamit dulu ya, kelak jika anda membutuhkan bantuan saya jangan sungkan ya, dan apabila ada anak dari pihak kepolisian yang membutuhkan pekerjaan maka silahkan bergabung saja dengan perusahaan saya, saya permisi ya Pak.” Ucap Sean Arhur.


“Iya Pak Sean Silahkan Pak. terima kasih juga untuk semua kebaikan bapak.” Ucap Pak Rachman.


Sean Arthur pun langsung kembali ke mobilnya dan meninggalkan kantor Pak Rachman, lalu kembali ke villa naga karena ada pertemuan dengan para pemimpin grup naga di negara lain.


Tidak ada yang berbicara di dalam mobil itu karena Sean Arthur yang sudah sangat mengantuk memilih untuk tidur selama perjalanan pulang dan baru terbangun setelah mereka sampai di Villa Naga.


Sean Arthur pun langsung melakukan pertemuan dengan semua pemimpin itu dan meminta agar semua grup serigala asia di singkirkan atau di binasakan, para pemimpin grup naga itu pun tidak ada yang menginap dan mereka langsung kembali ke negara mereka.


“Bos apa rencana kita selanjutnya.” Ucap Doni.


“Doni semuanya sudah selesai, semua masalah besar kita sudah dibereskan, Alex dan Gunawan, kalian kembali saja urus perusahaan kalian itu dan besarkan sampai benar benar berkembang, aku akan tetap disini menikmati hari hari ku, aku sudah lelah dengan semua masalah kemarin dan ingin beristirahat dan bersantai saja, sedangkan untuk mu Michael kau boleh tetap disini atau kembali ke markas mu itu.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, dan bagaimana jika kita nanti malam berpesta saja untuk merayakan ini.” Ucap Doni.


“Ya tentu saja, kita akan mengadakan pesta nanti malam, Alex dan Gunawan jika begitu kalian besok saja pulangnya ya, aku mau istirahat dulu, aku benar benar mengantuk.” Ucap Sean Arthur yang memang kurang tidur dan langsung meninggalkan ruang tamunya.


“Doni dan Roni aku titip Bos ya, jika ada apa apa maka jangan sungkan mengabari ku.” Ucap Gunawan.


“Kalian ini bicara apa, bos hanya bilang kalian kembali urus perusahaan kalian bukan nyuruh kalian pergi dari sini, lagi pula kalian kan sudah akan kami buatkan rumah disini, sudahlah jangan kebanyakan berpikir, kita adalah keluarga besar dan akan selalu bersama selamanya, kini semua masalah sudah selesai bukan jadi sekarang kita tidur dan nanti malam kita makan sepuasnya. Ucap Doni.


[Kisah ini selesai sampai disini, dan jika memang kedepannya banyak yang menginginkan kelanjutan kisah ini maka akan saya keluarkan sessions dua nya, trims all. wish you all the best, mohon dukungannya di karya saya yang lainnya ya.]