
Mereka semua melihat melalui monitor monitor itu proses penggerebekan dan penangkapan yang dilakukan oleh polisi ke kasino tersebut sambil menikmati kentang goreng yang di bawa oleh rico sebelumnya.
Satu jam berlalu dan kini terlihat jika kasino itu sudah kosong dan bis bis pihak kepolisian terlihat membawa banyak sekali penjudi dan orang orang yang bekerja di kasino tersebut.
Ponsel Alex berdering dan Alex terlihat langsung menerima panggilan telepon itu.
"Oke, buat seolah olah kecelakaan saja" ucap Alex sambil menyimpan kembali ponselnya.
"Bos anak buah ku mengikuti satu jip berwarna hitam yang membuat markas dekat sini dan mereka ternyata mengarah ke Jakarta melalui puncak Bogor jadi aku minta agar mereka di selesaikan di daerah sana saja" ucap Alex dengan sangat hormat ke Sean Arthur.
"Masih ada berapa orang di rumah itu" ucap Sean Arthur.
"Masih dua mobil dan delapan orang Bos, jika menurut saya kita serang langsung juga tidak masalah" ucap Alex
"Jangan, Gunawan apa kau sudah berhasil menyadap cctv rumah itu" ucap Sean Arthur.
"Sudah Bos, bahkan saya sudah mengarahkan antena penyadapan percakapan ke rumah itu, sebentar bos" ucap Gunawan sambil memainkan mouse dan keyboard laptopnya dan monitor monitor besar di dinding itu kini memperlihatkan area luar dan dalam sebuah rumah besar yang terletak tidak jauh dari villa Sean Arthur itu.
"Bos mereka menggunakan obat obatan terlarang" ucap Rico sambil berdiri lalu menunjuk ke salah satu monitor.
" Rico aku juga barusan melihatnya dan sekarang tertutup oleh mu, Gunawan kerjakan hal ini" ucap Sean Arthur dengan ramah dan terlihat Rico langsung bergegas duduk kembali.
"Baik bos sebentar saya tinggal dulu agar anak buah saya melaporkan hal ini ke pihak kepolisian" ucap Gunawan sambil bergegas keluar dari dalam ruang kerjanya.
"Malam ini mereka akan sangat pusing" ucap Sean Arthur sambil bersandar dan menghisap rokoknya.
Alex dan Rico menganggukkan kepalanya saja dan terus mengawasi monitor monitor itu.
Tidak lama kemudian mereka melihat ada satu mobil patroli kepolisian dan beberapa mobil jenis SUV berwarna hitam yang mengepung rumah itu dan pihak kepolisian terlihat melakukan penangkapan paksa terhadap delapan orang yang sedang mereka tonton.
Pihak media juga tidak ketinggalan melakukan siaran langsung berita penangkapan tersebut sehingga dua kejadian malam itu di yakini akan menjadi trending topik untuk minggu ini.
Gunawan tampak memasuki ruangannya kembali dengan sangat santai sambil menghisap rokoknya.
"Beres Bos, saya juga sudah meminta pihak media rekanan saya untuk menyiarkan berita berita ini sampai satu minggu dan saya juga sudah mengirimkan bukti bukti tambahan dari kasino untuk menjerat Tomo dan Dika ditambah dengan penangkapan di rumah tadi akan semakin memberatkan Tomi, Tomo dan Dika karena ada beberapa senjata api ilegal di sana yang di temukan oleh pihak kepolisian dan obat obatan terlarang itu di peroleh dari Tomo dan Dika langsung berdasarkan hasil penyadapan ponsel mereka jadi kini sudah pasti Tomo dan Dika di jemput pihak kepolisian" ucap Gunawan sambil duduk kembali di kursi kerjanya.
"Apakah kau sudah melacak lokasi mereka berdua dan sudah memberikannya ke pihak kepolisian" ucap Sean Arthur yang terlihat sangat santai bersandar di sofa itu.
"Beres Bos nanti jika pihak kepolisian sudah akan bergerak saya akan menyiarkannya di monitor" jawab Gunawan.
"Apa kau yakin, oke selamatkan orang orang kita dan semua pengunjung, aku akan kesana" ucap Rico sambil menyimpan kembali ponselnya itu.
"Bos maaf baru saja tempat spa yang di samping diskotik Komori diserang oleh lima puluh orang yang menggunakan sepeda motor sport dan kini pelakunya sudah semuanya melarikan diri" ucap Rico.
"Gunawan kejar mereka dan Rico kau kesana lalu bawa semua korban ke pihak kepolisian untuk membuat pelaporan secara resmi, berikan kompensasi kepada mereka termasuk para pengunjung juga" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos saya pamit" ucap Rico Sambil mengambil ponselnya dan bergegas keluar dari dalam ruang kerja Gunawan.
Gunawan tidak menjawabnya melainkan langsung memainkan mouse dan keyboard laptopnya untuk memeriksa semua cctv jalanan dan semua cctv yang bisa dia sadap dan gunawan juga beberapa kali menggunakan radio komunikasi miliknya untuk mengarahkan anak buahnya.
"Alex siapkan anak buahmu untuk standby dan menangkap mereka jika sampai mereka keluar dari kota Bandung ini karena kasus delik aduan seperti ini harus di laporkan dulu ke pihak kepolisian baru mereka bisa menangkapnya" ucap Sean Arthur
Alex hanya menganggukkan kepalanya saja dan mengambil ponselnya lalu mengirim pesan singkat ke grup pesan para pemimpin wilayah kekuasaannya.
Alex sibuk dengan ponselnya dan gunakan sibuk dengan laptopnya sedangkan Sean Arthur sibuk dengan kentang goreng yang hampir habis.
Sepuluh menit berlalu dan belum ada tanda tanda jika Gunawan berhasil melacaknya dan Sean Arthur masih sabar menunggu Gunawan beserta anak buahnya bekerja tanpa menanyakan perkembangan yang terjadi.
Tiga puluh menit berlalu dan kini beberapa monitor menyala berbarengan dengan pesan singkat masuk ke ponsel Sean Arthur yang langsung di lihat oleh Sean Arthur dam ternyata pesan singkat itu adalah bukti laporan Rico untuk pengrusakan tempat Spa milik Sean Arthur dan bukti laporan penganiayaan yang di terima oleh para pekerja tempat Spa.
"Bos para pelaku mengarah ke arah Sumedang dan saat ini sudah melintasi Jatinangor" ucap Gunawan.
"Alex hambat mereka, di cadas pangeran dan Gunawan koordinasikan dengan pihak kepolisian, masalah ini kita kembali serahkan ke jalur hukum saja agar otak di balik penyerangan dan pengrusakan ini bisa ikut di kejar oleh pihak kepolisian" ucap Sean Arthur sambil mengirimkan pesan singkat dari Rico ke ponsel Gunawan.
"Siap Bos" ucap Alex sambil mengambil kembali ponselnya dan mengirim pesan singkat
"Sebentar Bos saya tinggal dulu" ucap Gunawan sambil membawa ponselnya dan langsung meninggalkan ruang kerjanya tanpa menunggu jawaban dari Sean Arthur.
Sean Arthur melihat melalui monitor di depannya dan terlihat seratus orang dengan lima puluh motor sport Kawasaki berwarna hitam melesat dengan cepat dan dia juga tahu jika jalanan itu menuju ke cadas pangeran lalu tembus ke kota Sumedang.
"Bos anak buah saya yang di kota Sumedang dan yang ada di Jatinangor akan memperlambat mereka" ucap alex dengan sangat hormat dan terlihat sangat serius.
"Ingatkan mereka tidak membawa benda benda terlarang cukup hambat saja dan buat jalanan menjadi macet" ucap Sean Arthur sambil terus mengawasi monitor monitor itu.
"Siap Bos, sudah saya sampaikan kepada anak buah saya untuk hanya menghambat dan tidak menyerang mereka, saya juga sudah meminta mereka tidak membawa barang barang terlarang" ucap Alex dengan sangat hormat.