Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Ada Penguntit



"Berani menyerang kita maka harus berani juga kita serang" ucap Roni.


"Ya itu benar, tapi setelah malam ini kita akan bersantai dulu saja, kita akan seperti macan yang menyerang di saat waktu yang tepat" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos" ucap Doni dan Roni kompak.


"Roni apa yang di kota sumedang juga sudah kau bereskan" ucap Sean Arthur.


"Sudah semua Bos, anda tidak perlu khawatir anak buah saya pasti bisa membereskan hal ini" ucap Roni.


"Baguslah jika demikian, nanti di wanayasa kita makan sate maranggi ya, disana satenya sangat enak menurut ku" ucap Sean Arthur.


"Memang ada Bos? Bukankah yang ada di cikampek?" Tanya Doni.


"Kau ini hobi makan tapi kau sendiri tidak tahu mana tempat makanan yang enak enak, sebentar lagi kita masuk kalijati dan sebelah kanan akan ada restoran yang menjual ayam bakar yang sangat lezat, apa kalian mau mampir" ucap Sean Arthur.


"Mau Bos" ucap keduanya kompak.


"Iya mampir saja sendiri besok besok ya, soalnya sekarang sudah tutup, mereka tutup jam sembilan malam kok" ucap Sean Arthur sambil tertawa terbahak bahak.


"Haissssss Bos kita ini, kirain beneran, masa saya sudah membayangkan ayam bakar satu ekor utuh masuk perut saya" ucap Doni.


"Kalian berdua sudah lapar lagi?" Tanya Sean Arthur karena baru dua jam mereka makan sate biawak.


"Iya Bos, tadi kan kami pakai keringat disana jadi sudah terasa lapar" ucap Doni.


"Iya Bos, saya juga" ucap Roni.


"Dasar kingkong, kalian ini benar benar hobi makan ya ya sudah nanti saja selesai melewati Kalijati akan ada satu restoran masakan sunda yang masih buka, kita makan disana saja" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos" ucap Doni dan Roni kompak.


"Bos, boleh saya percepat laju mobilnya" ucap Roni.


"Tidak perlu, paling lama sepuluh menit kita sampai sana, buat apa buru buru, bukankah jika hanya sepuluh menit kalian masih bisa tahan bukan" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya lagi.


"Iya Bos, namun sepertinya Doni sudah mau pingsan" ucap Roni sambil tertawa ringan.


"Aku saja terus yang kau bahas, jelas jelas tuch perut mu bunyi keroncongan bukan" ucap Doni tidak mau kalah.


"Kalian bisa nga diam sebentar, aku mau menghubungi Gunawan soalnya" ucap Sean Arthur yang sudah memegang ponselnya.


"Maaf Bos" ucap Doni dan Roni.


Sean Arthur langsung menghubungi Gunawan melalui panggilan telepon dan langsung terangkat oleh Gunawan.


"Siap Bos" ucap Gunawan.


"Bagaimana situasinya" ucap Sean Arthur.


"Aman Bos, dan tidak ada satupun yang lari ke kantor polisi, mereka semua langsung kembali ke rumah masing masing namun tadi terjadi keributan antara pengunjung dengan pekerja kasino namun sudah selesai" ucap Gunawan.


"Apa kau tau apa penyebabnya?" Tanya Sean Arthur.


"Lalu  kasino yang lainnya bagaimana, karena anak buah Roni yang akan masuk bukan kami" ucap Sean Arthur.


"Beres Bos, sudah saya kuasai semua cctv dalam radius satu kilometer dari kasino kasino itu" ucap Gunawan.


"Baguslah jika demikian, terima kasih." ucap Sean Arthur.


"Sama sama bos" ucap Gunawan dan panggilan telepon itu diputuskan oleh Sean Arthur.


"Sudah mau sampai ada di sebelah kanan" ucap Sean Arthur sambil memasukan ponselnya ke saku celananya.


"Baik Bos" ucap Roni sambil memelankan mobil dan mulai mencari restoran yang maksud oleh Sean Arthur.


Roni yang sudah menemukan restoran masakan sunda yang dimaksud langsung memarkirkan mobilnya di parkiran restoran tersebut dan seperti sebelumnya pengawal pribadi Sean Arthur sebagian berjaga di luar restoran untuk mengamankan Sean Arthur.


Mereka kemudian mengambil sebuah ruangan besar yang biasanya digunakan untuk acara khusus di restoran itu agar mereka bisa makan bersama.


Mereka pun langsung memesan hidangan sesuai yang mereka inginkan karena Sean Arthur membebaskan mereka dengan menu yang ingin mereka pesan.


Sean Arthur hanya duduk menghisap rokoknya sambil menunggu makanan yang di pesanannya datang.


Lima belas menit berlalu dan beberapa orang pelayan restoran itu datang membawakan pesanan mereka semua.


Sean Arthur tidak langsung makan namun melihat ke arah luar dan melihat jika ada sepasang pemuda berusia dua puluh lima tahun yang memasuki restoran itu lalu duduk persis di meja yang ada dekat pintu masuk ruangan yang gunakannya, padahal masih banyak tempat yang kosong di luar.


"Roni, kau lihat pemuda dan pemudi yang duduk satu meja itu" ucap Sean Arthur sambil melihat keluar ruangan itu.


Roni langsung melihat ke arah yang Sean Arthur lihat dan melihat ada seorang pemuda duduk bersama dengan seorang wanita seumurannya, nampak seperti pasangan kekasih.


"Iya Bos, mereka sepertinya pasangan kekasih" ucap Roni.


"Jika mereka pasangan kekasih maka mereka tidak akan ada di restoran tempat kita makan sate biawak, sekarang kau keluar sampaikan ke yang berjaga di luar, jika mereka keluar langsung ikuti dan jika mencurigakan langsung tangkap saja, jika melawan maka habisi saja" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos" ucap Roni pelan sambil kemudian berdiri dan melangkah keluar.


"Ayo semuanya, kita habiskan makanan kita" ucap Sean Arthur sambil tetap mengawasi kedua orang itu.


Semuanya langsung menyantap makanan mereka dan tidak ada seorang pun yang berbicara mereka hanya duduk dan makan saja.


Roni yang sudah datang juga langsung menyantap makanannya namun sebelumnya dia memberikan sebuah pesan singkat ke Sean Arthur yang langsung di terima oleh Sean Arthur.


Pesan singkat itu berisi nomor polisi mobil yang di gunakan oleh kedua orang itu dan pesan singkat kedua berisi tentang mobil yang di gunakan oleh kedua orang itu, dan ternyata keduanya menggunakan mobil yang berbeda dan di mobil sang wanita ada dua orang laki laki yang duduk di dalam mobil itu.


Sean Arthur kemudian memberikan pesan singkat nomor polisi kedua mobil tersebut ke gunawan untuk di lacak pemiliknya.


Lima belas menit berlalu dan semuanya sudah selesai memakan makanan mereka kini giliran para pengawal yang ada di luar yang memakan makanannya.


Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Sean Arthur dan langsung di periksa oleh Sean Arthur ternyata kedua mobil tersebut terdaftar milik sebuah perusahaan yang diketahui oleh Sean Arthur sebagai anak perusahaan Anton sang Bos geng serigala.


Sean Arthur kemudian mengirim pesan singkat ke Roni yang berisi agar anak buah roni yang ada di kota subang sebagai kota terdekat datang lalu menangkap kedua orang itu setelah meninggalkan restoran nantinya.


Roni langsung merespon dan menghubungi anak buahnya yang sebelumnya ikut menghancurkan kasino di kota subang.