
"Bos, kita akan pulang atau anda ada tujuan lain" ucap Rico dengan sangat hormat.
"Rico sebaiknya kita pulang saja, jika kita pulang sekarang jam 7 malam kita sudah sampai rumah dan aku ingin melihat bagaimana Gunawan merubah ruang bawah ku itu" ucap Sean Arthur dengan santai.
"Baik Bos, jika demikian kita pulang" ucap Rico dengan sangat hormat sambil terus mengendalikan laju mobilnya karena jalanan sudah sangat padat.
"Rico nanti malam kita akan keluar lagi jadi pastikan setelah sampai rumah kau beristirahat" ucap Sean Arthur sambil memejamkan matanya karena laju mobilnya tertahan oleh kemacetan yang sangat parah.
"Baik Bos" ucap Rico pelan karena ingin membiarkan Sean Arthur beristirahat.
Tepat jam delapan malam mereka sampai di rumah dan langsung di sambut oleh alex.
"Malam Bos, Gunawan dan yang lainnya sudah berkantor di ruang bawah tanah" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Ayo kita kesana, Rico kau beristirahatlah" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, lalu berapa orang yang akan anda bawa nanti malam" ucap Rico dengan hormat.
"Bawa saja dua puluh orang yang bisa bertarung tangan kosong" ucap Sean Arthur dengan santai sambil berjalan menuju ruang bawah tanah yang untuk memasukinya harus melalui bangunan di samping bangunan parkiran mobil.
"Siap Bos" ucap Rico sambil berjalan berlawanan arah karena bangunan yang menjadi rumahnya ada di sebelah kiri belakang rumah utama.
"Alex apakah pembelian villa itu sudah beres" ucap Sean Arthur sambil terus melangkah.
"Sudah beres Bos, pembayarannya langsung di transfer oleh bos Ardhi tadi, untuk surat surat kepemilikan sudah saya simpan di meja kerja anda karena kata Bos Ardhi dia dalam perjalanan menuju kota Garut jadi nanti pulang dari kota garut dia akan mengurusnya" ucap Alex dengan hormat.
"Alex apakah kau dan anak buahmu masih membawa senjata api" ucap Sean Arthur.
"Tidak Bos, semua sudah kami simpan dengan aman namun saya sudah berkoordinasi dengan rekanan saya jika urgent maka mereka yang akan bergerak karena mereka adalah grup pembunuh bayaran" ucap Alex dengan hormat.
"Alex semoga saja kita tidak sampai menggunakan mereka" ucap Sean Arthur sambil menuruni anak tangga di ikuti oleh alex beberapa langkah di belakangnya.
"Lalu ada berita apa lagi" ucap Sean Arthur.
"Sementara itu saja Bos tidak ada yang lainnya" ucap Alex.
Mereka berdua sampai di ruang bawah tanah dan kini sudah sangat berbeda, ada seratus orang lebih disana dan mereka semua sibuk dengan laptop mereka ditambah lagi dengan monitor monitor besar di meja mereka.
"Bos maaf ruangan ini jadi berantakan seperti ini, karena beginilah kami bekerja" ucap Gunawan yang mendatangi Sean Arthur.
"Gunawan, apa ada hal baru" ucap Sean Arthur.
"Bos, ada sesuatu yang saya dapatkan dari salah satu laptop yang tadi bos berikan ini mengenai seseorang yang bernama Bayu" ucap Gunawan dengan hormat.
"Bayu alias serigala ke delapan, ada apa dengan dia" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Mari Bos ikuti saya" ucap Gunawan lagi.
Sean Arthur dibawa ke sebuah meja anak buahnya yang memiliki enam monitor dan satu monitor terbesar langsung memutarkan sebuah rekaman video tertanggal tiga hari yang lalu.
Di video itu Sean Arthur melihat jika Bayu bertemu dengan dua orang laki laki yang merupakan pejabat salah satu daerah dan di video itu juga Bayu memberikan satu koper uang tunai ke masing masing pejabat itu.
Rekaman suara mereka juga terdengar sangat jelas.
"Gunawan apakah kau bisa mengedit video ini agar tidak terlihat di ambil dari cctv ruangan" ucap Sean Arthur sambil tersenyum lebar.
"Bisa Bos, jadi apakah kita akan memajukan rekaman video ini" ucap Gunawan.
"Tentu saja, pelajari juga yang lainnya dan jika bisa malam ini dia sudah tertangkap oleh pihak kepolisian karena nanti malam aku akan mengambil kembali semua laptop milik tim cyber Bayu" ucap Sean Arthur dengan santai sambil terus melihat monitor itu.
"Beres Bos, nanti anda kabari saja lokasinya saya akan kembali mengedit cctv jalanan jadi kendaraan anda tidak akan di ketahui oleh siapapun yang mencari melalui cctv jalanan" ucap Gunawan.
"Oke, lanjutkan dan aku tunggu kabar baikmu, jika ada apa apa yang kalian perlukan langsung saja ke Alex" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos" ucap Gunawan.
Sean Arthur kemudian meninggalkan ruangan bawah tanah itu dan dia memilih untuk membersihkan dirinya lalu beristirahat.
Tepat jam 00.00 wib dia terbangun karena memang dia menyetel jam alarm tepat jam 00.00 wib.
Sean Arthur langsung membersihkan wajahnya dan menggunakan kembali pakaian kesukaannya yaitu celana jeans dan kaos polo lalu keluar dari dalam kamarnya dan melangkah menuju ruang tamunya dengan hanya membawa ponselnya saja.
"Bos kami sudah siap" ucap Rico yang sudah menunggunya di ruang tamunya itu.
"Rico, siapkan mobil yang gunakan mobil dengan jenis yang sama saja agar mudah untuk Gunawan menghapus jejak kita" ucap Sean Arthur dan seperti tadi siapkan team cadangan dengan sepeda motor dan mobil mobil yang berbeda, kita akan ke kota Cimahi untuk kali ini" ucap Sean Arthur dengan santai sambil mengambil sebungkus rokoknya yang sebelumnya dia simpan di atas meja ruang tamu.
"Baik Bos mohon tunggu sebentar, karena saya malah menyiapkan mobil berbeda jenis tadi" ucap rico dengan hormat sambil berdiri dan melangkah keluar dari dalam rumah itu.
Sean Arthur kemudian menyalakan sebatang rokoknya dan duduk dengan santai sambil melihat jika Alex mendatanginya.
"Bos apakah saya perlu ikut" ucap Alex dengan hormat.
"Alex disini banyak orang kita yang memerlukan perlindungan mu, jadi aku minta kau tetap di sini saja, pastikan orang orang gunawan dan keluarganya aman di sini dan siapkan juga semua kebutuhan mereka" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos, saya sudah menyuruh anak buah saya untuk membelikan semua kebutuhan yang keluarga mereka inginkan jadi mereka tidak perlu untuk keluar dari villa ini, namun sepertinya kita memerlukan exhaust tambahan untuk di ruang bawah tanah" ucap Alex dengan hormat.
"Alex hal seperti itu kan bisa kau handle sendiri tidak perlu sampai meminta izinku, mereka itu semuanya perokok jadi pasti ruang bawah tanah seperti itu penuh dengan asap, silahkan kau ambil keputusan sendiri untuk semua villa ini namun pastikan kau tidak merusaknya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat ke arah Alex.
"Siap Bos jika demikian, terima kasih atas kepercayaan Bos" ucap Alex dengan sangat hormat.