
Mobil mereka mulai memasuki jalanan tanah dan sedikit berbatu di tengah perkebunan penduduk dan tidak lama kemudian mereka memasuki hutan yang lumayan lebat.
"Di ujung jalan ini ada villaku dan sementara kita akan tinggal disini saja, Alex dan Gunawan jika Rico dan Ardhi bertanya sampaikan saja jika kau dan aku ada di Jakarta untuk urusan pekerjaan" ucap Sean Arthur dengan santai sambil melihat ke arah luar yang hanya ada pepohonan saja.
"Siap Bos" ucap Alex dan Gunawan dengan kompak.
Sepuluh menit berlalu dan kini SUV Nissan Gunawan berhenti di depan sebuah Gerbang besar yang tertutup rapat.
"Ini seperti benteng" ucap Gunawan.
Sean Arthur kemudian mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya yang berjaga di villa Naga itu.
"Ini aku, buka gerbangnya" ucap Sean Arthur melalui ponselnya itu dan langsung menyimpan kembali ponselnya.
Pintu gerbang besar itu terbuka perlahan sampai kemudian terbuka seluruhnya memperlihatkan bagian dalam yang merupakan jalanan menanjak yang sudah di aspal.
"Gunawan ayo, masih satu kilometer ke villa jika parkir disini maka aku yang pegal berjalan" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik Bos" ucap Gunawan sambil menjalankan mobilnya secara perlahan karena melihat pintu gerbang dan tembok besar benteng tersebut.
Meskipun pelan namun rombongan itu sampai di depan sebuah villa yang sangat besar bahkan lebih cocok di sebut sebagai sebuah istana karena arsitekturnya memang lebih mirip dengan istana masa lalu dalam buku buku sejarah.
Mereka semua turun dari dalam mobil mereka dan disambut dengan hormat oleh dua orang pria usia empat puluh tahunan yang berpakaian serba hitam.
"Selamat Pagi Bos, senang berjumpa dengan anda pasukan sudah menanti anda" ucap salah seorang pria tersebut dengan sangat hormat dan keduanya sambil membungkukkan badannya untuk menghormati Sean Arthur.
"Doni dan Roni apa kabar kalian, dimana mereka lama tidak berjumpa kalian semua" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos kabar kami baik Bos, pasukan menanti lapangan belakang Bos" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Semua ayo ikut" ucap Sean Arthur sambil berjalan mengikuti Doni dan Roni yang berjalan lebih dulu.
Mereka berjalan melewati jalan sampai villa besar itu dan membutuhkan waktu lima menit untuk sampai di sana.
Satu juta orang berbaris dengan rapi di sebuah lapangan yang sangat besar dan terlihat lampu lampu sorot besar yang menerangi lapangan besar itu karena saat ini masih jam 05.00 wib.
"Hormat kepada kami kepada Bos Sean Arthur" ucap mereka semua dengan kompak dan lantang dan suaranya menggema dengan sangat kencang membuat suasana menjadi mencekam bahkan Alex dan semua Pengawal Sean Arthur terkejut mendengar suara kekompakan pasukan khusus Sean Arthur itu.
Sean Arthur kemudian naik ke podium yang sudah di siapkan oleh Doni dan Roni.
"Kami Siap" ucap semuanya dengan sangat hormat bersamaan sehingga sangat bergema.
"Kalian semua lanjutkanlah dan selama beberapa hari ini aku akan disini bersama kalian jika waktunya tiba maka aku akan membawa kalian" ucap Sean Arthur lagi dengan sangat ramah.
"Siap Bos" ucap mereka semua kompak dan langsung membubarkan diri dengan rapi layaknya prajurit prajurit terlatih.
Sean Arthur turun dari atas podium dan melangkah mendekati Doni dan Roni.
"Mari Bos" ucap Roni dengan sangat hormat meminta Sean Arthur untuk mengikuti mereka berdua.
Sean Arthur bersama rombongannya kemudian mengikuti Doni dan Roni memasuki villa besar tersebut dan mereka semua kemudian berhenti di sebuah ruang tamu yang sangat besar seluas 200 meter persegi dengan beberapa sofa mewah di sana.
"Roni, tolong berikan mereka kamar dan Alex serta Gunawan kalian disini saja dulu" ucap Sean Arthur sambil duduk di sebuah Sofa besar yang lebih mirip dengan singgasana karena menghadap ke arah sofa yang memanjang di kiri dan kanannya.
"Baik Bos" ucap Roni sambil berjalan mendekati enam puluh orang pengawal pribadi Sean Arthur itu.
Alex dan Gunawan langsung duduk bersebelahan dan Doni duduk di seberang mereka.
"Alex, Gunawan sementara kita akan tinggal disini saja dulu dan Doni, sisakan seribu orang di sini sisanya perintahkan mereka untuk memasuki kota asal mereka, ada tugas untuk mereka di kota mereka sendiri nantinya dari ku" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat dua orang wanita muda yang merupakan pelayan di villa besar itu membawakan mereka kopi hitam tanpa gula sesuai kesukaan Sean Arthur dan kue kue sebagai pelengkapnya lalu meletakkannya di meja yang ada di depan mereka semua.
"Baik Bos, nanti akan saya buat pengaturannya untuk mereka, apakah ada masalah yang Bos terima sampai kami harus turun gunung" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Ada beberapa hal yang harus di urus dengan baik, dan aku ingin menggunakan kekuatan melawan kelicikan" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik Bos, jika demikian saya akan mengikuti keinginan anda dan menyisakan seribu orang saja disini" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Doni nanti Gunawan akan memberikan data tempat tempat usaha yang harus kalian hancurkan dengan rapi" ucap Sean Arthur lagi dengan sangat ramah.
"Bos, anda jangan khawatir namun kota mana yang harus lebih kami perkuat" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Kota Bandung, dan semua sentra industri di pulau jawa ini, karena aku ingin semua dilakukan berurutan, Sekarang kau bawa Gunawan ke Ruang cyber kita disini dan dia akan memberikan seribu data tempat usaha yang harus di hancurkan secara nomor urutnya, ingatlah satu tempat usaha per hari dan Gunawan ikutlah dengan Doni lalu Berikan semua usaha milik geng serigala mulai dari yang terkecil urutannya semua keperluan mu ada di ruang cyber yang akan di perlihatkan oleh Doni, dan Doni selama Gunawan disini maka Tim cyber akan berkerja di bawah Gunawan, sekarang berangkatlah" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos" ucap Gunawan dan Doni bersamaan namun jika Doni langsung membungkukkan badannya untuk Gunawan tidak dan mereka berdua langsung meninggalkan ruang tamu besar itu meninggalkan kopi mereka berdua yang masih berasap.
"Bos, Villa ini?" Ucap Alex dengan sangat hormat.
"Alex ini Villa Naga, yang aku buat dengan jerih payah ku, semua orang yang ada di sini adalah pasukan khusus milikku untuk berjaga jaga apabila ada situasi seperti saat ini terjadi dimana aku tidak bisa mempercayai siapapun kecuali kamu tentunya" ucap Sean Arthur dengan ramah.