Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Restoran Asia 10



"Duduklah dulu" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Siap Komandan" ucap Pak Dani sambil kemudian duduk di sebelah Pak Freddy.


"Pak Dani kenal dengan Pak Sean ini" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Siap Komandan, saya kenal Komandan, beliau adalah korban kejahatan di jalan Soekarno Hatta dan juga penolong saya saya Komandan" ucap Pak Dani dengan sangat hormat.


"Penolong, bisa anda jelaskan maksud anda" ucap Pak Rachman yang nampak penasaran.


"Siap Komandan, satu beliau membantu biaya rumah sakit istri saya Komandan karena istri saya mendadak harus melahirkan jadi saya bawa ke rumah sakit swasta di dekat rumah saya dan saat itu saya tidak mempunyai uang sehingga belum membayar biaya rumah sakit tersebut namun Pak Sean datang dan melunasinya komandan" ucap Pak Dani dengan sangat hormat menceritakan kebenarannya.


"Dan yang kedua, anda bilang dua kali?" Ucap Pak Rachman.


"Siap Komandan, saya sebelumnya tinggal di pemukiman padat penduduk dan Pak Sean menghibahkan rumahnya untuk saya, waktu di rumah sakit itu Pak Sean meminta kartu identitas saya dan saya berikan karena saya kira Pak Sean meminta jaminan untuk uang yang beliau bayarkan ke rumah sakit namun ternyata Pak Sean menggunakan kartu identitas saya tersebut untuk proses balik nama rumah dan tanahnya menjadi milik saya Komandan demikian kejadiannya" ucap Pak Dani dengan sangat hormat menjelaskan apa yang dia alami.


"Lalu apakah kartu identitas mu dan surat surat kepemilikan rumah mu sudah kau terima?" Tanya Pak Rachman.


"Siap sudah komandan, kemarin saya mendapatkan kartu identitas dan juga surat surat kepemilikan rumah dan tanah atas nama saya yang di berikan oleh anak Pak Freddy yang bekerja di kantor Pak Sean" ucap Pak Dani menjelaskan dengan sopan dan hormat.


"Pak Freddy juga mendapatkan Rumah?" Ucap Pak Rachman dengan sangat ramah.


"Siap Komandan, saya juga mendapatkannya karena saat itu Pak Sean ingin mampir ke rumah saya namun rumah saya dan pak dani kan memang di kawasan padat penduduk dan Pak Sean langsung memberikan rumahnya untuk kami tanpa kami memintanya sama sekali komandan" ucap Pak Freddy dengan sangat hormat.


"Kalian berdua sangat beruntung bisa bertemu dengan Pak Sean ini, ya tidak masalah untuk itu, kalian bisa menempati rumah itu, bukankah sudah atas nama kalian berdua jadi sudah sah menjadi milik kalian, Pak Sean anda sungguh dermawan dan saya selalu komandan mereka berdua mengucapkan banyak terima kasih kepada anda" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Pak Kapolres, saya memberikan rumah untuk mereka karena kemanusiaan saja, dan memang kedua rumah itu tidak saya pakai jadi dari pada rusak saya berikan saja ke penolong saya agar bisa di manfaatkan" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke mereka bertiga.


"Selama saya jadi polisi hanya kisah ini yang saya dengar, kalian berdua benar benar beruntung bukan" ucap Pak Rachman sambil melihat kedua anak buahnya itu.


"Siap Komandan, namun kami saja baru sekarang ini bertemu dengan pak Sean kembali" ucap Pak Freddy.


"Pak Freddy inilah yang namanya garis kehidupan kita tidak bisa tahu akan bertemu siapa dan akan mendapatkan apa bukan" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Benar Pak Sean" ucap Pak Freddy.


"Ya sudah, Pak Sean saya sudah mengirimkan pesan singkat ke ponsel Pak Sean, dan olah TKP sudah selesai sebentar lagi jenazah akan di bawa ke rumah sakit jika ada anak buah bapak yang mau mendampingi saya persilahkan agar setelah proses visum et repertum jenazah bisa langsung di serahkan untuk dimakamkan" ucap Pak Rachman yang melihat petugas Olah TKP sudah meninggalkan ruangan itu.


"Iya nanti biar Alex saja yang ikut ke rumah sakitnya" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Ini salah satu restoran saya dari ratusan restoran saya di kota Bandung, sebentar saya hubungi dulu manager restoran ini untuk menemui bapak ya, karena tadi saya perintahkan mereka untuk menyelamatkan diri di kawal oleh pengawal pengawal saya" ucap Sean Arthur sambil mengambil ponselnya dan Langsung menghubungi manager restoran itu.


"Kau kembali ke restoran, pihak kepolisian membutuhkan keterangan mu" ucap Sean Arthur melalui panggilan telepon itu.


"Siap Bos, lima menit sampai" ucap Manager restoran itu dan panggilan telepon itu langsung di putuskan oleh Sean Arthur.


"Lima menit ya pak, manager restoran ini akan hadir jadi mohon sedikit bersabar" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat ke petugas kepolisian itu.


"Siap Pak terima kasih, izin komandan" ucap Petugas kepolisian itu dengan sangat hormat sambil memberikan penghormatan kepada Pak Rachman lalu kembali meninggalkan ruangan itu.


"Pak Sean kami membutuhkan keterangan dari pengurus restoran karena restoran ini berada di lokasi kerusuhan dan beberapa mobil juga terbakar di parkiran serta ada korban jiwa dari pihak anda namun hanya keterangan saja kok tidak ada yang lainnya" ucap Pak Rachman menjelaskan dengan ramah.


"Pak Kapolres seperti yang saya sampaikan saya bukan tipe yang suka melanggar hukum jadi saya dan anak buah saya akan mengikuti semua prosedur kepolisian yang ada karena kami kan tidak memahami prosedur kepolisian tersebut" ucap Sean Arthur sambil tersenyum ramah ke semuanya.


"Jadi Pak Sean juga berbisnis restoran?" Ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Saya hobi makan Pak, dari pada ngasih untung orang lain mendingan saya dirikan sendiri restoran saya, sayangnya kita bertemu di suasana seperti ini jadi bapak bapak semua tidak bisa merasakan hidangan restoran asia saya ini" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat.


"Dua hari yang lalu saya dan istri makan di sini Pak, dan memang rasa bebek Pekingnya sangat nikmat tapi kami tidak bisa sering sering Pak, soalnya jika keseringan yang ada kami puasa esoknya" ucap Pak Rachman sambil tertawa ringan dan Sean Arthur hanya tersenyum saja mendengar hal itu.


Sean Arthur kemudian menyalakan sebatang rokoknya dan menikmatinya.


"Bos maaf lama" ucap Manager restoran yang datang menemui Sean Arthur berbarengan dengan datangnya pihak medis untuk mengangkat jenazah pengawal pribadinya Sean Arthur.


"Apakah kau sudah memberikan keterangan kepada petugas di bawah" ucap Sean Arthur.


"Beres Bos, sekarang lagi para karyawan saja yang dimintai keterangan" ucap Manager restoran itu dengan sangat sopan.


"Ambilkan kartu diskon VVIP bawa kesini" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos sebentar" ucap manager restoran itu dengan sopan dan langsung bergegas melangkah menuju tangga ke bawah.


"Sebentar ya Pak" ucap Sean Arthur sambil kembali menghisap rokoknya dengan santai.


Lima menit berlalu dan terlihat jika manager restoran sudah kembali dengan membawa sebuah tas kantong kertas bergambar restoran itu.


"Ini Bos kartu VVIP nya" ucap manager restoran sambil memberikan kantong penyimpanan kertas yang dibawanya.