Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Rumah Sakit Supreme 1



Lima menit berlalu dan tidak ada lagi ledakan terdengar.


Suara mobil mobil ambulans kini ramai terdengar mendatangi lokasi itu.


"Komandan ini Pak Sean dan para pengawalnya, namun kami menemukan senjata api pada mereka, setelah kami periksa mereka membawa surat izin kepemilikan dan penggunaan senjata api" ucap salah seorang petugas kepolisian melaporkan ke Pak Rachman yang merupakan Kapolresnya.


"Aman kan senjata mereka semua dan segera bawa mereka ke rumah sakit agar mendapatkan pengobatan" ucap Pak Rachman dengan penuh wibawa.


"Siap Komandan namun ada dua anggota kita yang menjadi korban juga sebelah sana" ucap Petugas kepolisian itu dengan sangat hormat.


Pak Rachman kemudian bergegas ke sana dan ternyata petugas kepolisian yang menjadi korban adalah Pak Freddy dan Pak Dani yang terluka akibat ledakan di gedung sebelah kiri restoran itu.


"Segera bawa mereka ke rumah sakit segera, aku sendiri yang akan mengawal mereka, kalian amankan situasi dan jika Detasemen khusus sudah datang minta mereka untuk mengamankan lokasi dan menyisirnya" ucap Pak Rachman dengan penuh wibawa.


"Siap Komandan" ucap Anggota kepolisian itu dengan sangat hormat sambil kemudian mengarahkan Petugas medis untuk mendekat.


"Pak Waka, Pak Kapolsek saya akan mengawal mereka ke rumah sakit, dan saya sudah meminta detasemen khusus untuk datang, jadi minta mereka untuk menyisir lokasi ini pastikan tidak ada lagi Bom yang meledak, dan sambil menunggu detasemen khusus silahkan lakukan evakuasi untuk para penduduk sekitar di radius lima ratus meter karena kita tidak tahu dimana lagi yang ada Bom" ucap Pak Rachman dengan penuh wibawa.


"Siap Komandan, saya dan Pak Kapolsek akan tetap disini mengamankan situasi" ucap Pak Waka Polres dengan sangat hormat.


"Ambilkan mobil bawa kesini, kita akan mengawal ambulans, dan kau sampaikan dulu ke pengemudi ambulans agar mengikuti kita, kita akan ke rumah sakit swasta dekat sini saja" ucap Pak Rachman ke sopirnya dan ajudannya.


"Siap Komandan" ucap keduanya dengan sangat hormat dan langsung meninggalkan lokasi itu.


Pak Rachman kemudian mendekati ambulans yang membawa Sean Arthur karena memang hanya berjarak satu meter dari tempatnya dan melihat jika Sean Arthur sudah mendapatkan bantuan oksigen di dalam ambulans, kemudian dia memasuki mobilnya yang sudah parkir di depan ambulans.


Mobil Pak Rachman kemudian melaju dengan cepat di ikuti puluhan ambulans yang membawa korban ledakan ledakan itu dan langsung menuju ke Instalasi Gawat darurat sebuah rumah sakit yang berjarak dua kilometer dari lokasi ledakan itu.


Sean Arthur dan semua bawahannya demikian juga para korban lainnya langsung dimasukkan ke ruang IGD tersebut untuk mendapatkan pertolongan medis.


"Izin komandan, anggota kita yang menjadi korban lima orang totalnya bukan dua karena di jarak lima puluh meter ada tiga orang lagi, dan total korban ada tiga puluh lima orang" ucap Ajudannya Pak Rachman.


"Sebentar aku harus melaporkan hal ini terlebih dahulu" ucap Pak Rachman sambil masuk kembali ke dalam mobilnya dan langsung melakukan panggilan telepon ke atasannya untuk melaporkan situasi.


Satu jam berlalu dan terlihat jika Gunawan, Rico dan Ardhi datang ke IGD tersebut namun tidak diperkenankan untuk masuk.


"Semoga Bos Sean tidak kenapa napa" ucap Rico tanpa mengetahui jika Pak Rachman yang berdiri di dekatnya mendengar perkataannya.


"Apa kalian juga karyawannya Pak Sean" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Kita hanya bisa berdoa saja semoga mereka semua selamat dan luka yang mereka terima tidak parah" ucap Pak Rachman dengan sangat ramah.


"Aamiin Ya Rabbal alamin" ucap Ketiganya kompak.


"Saya mengenal Pak Sean dan yang menjadi korban bukan hanya Pak Sean dan para pengawalnya bahkan kedua anak buah saya yang di kenal Pak Sean juga menjadi korban ledakan itu demikian juga anak buah saya lainnya dan juga banyak dari pihak media, jadi bapak bapak kita sama sama menunggu disini saja ya, biarkan petugas medis menjalankan tugas mereka" ucap Pak Rachman.


"Maaf Pak, apakah Pak Freddy dan Pak Dani juga menjadi korban ledakan itu" ucap Ardhi dengan sangat sopan.


"Benar apakah anda mengenal mereka berdua juga?" Tanya Pak Rachman.


"Benar Pak, kebetulan saya yang mengurus kantor dimana kedua anak Pak Freddy bekerja dan saya juga yang mengurus surat surat rumah mereka berdua, jika demikian saya permisi dulu pak hendak ke bagian administrasi rumah sakit, saya akan menanggung semua biaya rumah sakit semua korban ledakan ini" ucap Ardhi dengan sangat sopan.


"Maaf nama bapak siapa?, Nama saya Rachman dan saya Kapolres disini" ucap Pak Rachman memperkenalkan dirinya.


"Saya Ardhi Pak, dan ini Rico dan Gunawan, kami semua yang mengurus bisnisnya Pak Sean, mohon maaf saya tinggal sebentar agar rumah sakit bisa melakukan tindakan medis dengan maksimal untuk mereka semua" ucap Ardhi dengan sangat sopan.


"Pak Ardhi silahkan dan terima kasih" ucap Pak Rachman dengan sangat ramah.


Ardhi kemudian berlari ke bagian administrasi rumah sakit dan menyimpan jaminan senilai satu triliun rupiah agar semuanya mendapatkan perawatan VVIP, lalu kembali ke IGD menemui yang lainnya.


"Saya sudah menyimpan jaminan di rumah sakit dan data diri saya, mereka semua akan mendapatkan pengobatan kelas VVIP rumah sakit ini jadi kita sekarang hanya bisa menunggu saja namun jika kita menunggu semua di sini maka tidak baik, jadi sebaiknya kita membagi tugas saja" ucap Ardhi ke Gunawan dan Rico.


"Bos Ardhi, saya saya yang berjaga terlebih dulu, dan bos Gunawan sebaiknya anda melakukan tugas anda bukan" ucap Rico dengan sangat sopan.


"Baiklah kau duluan, dan besok pagi aku akan kesini menggantikan mu, dan Ardhi kau tetap di kantor, hubungi juga kedua anak Pak Freddy dan istri Pak Dani sampaikan kejadian ini" ucap Gunawan.


"Maaf menyela pembicaraan kalian namun saya sudah mengabari keluarga anak buah saya dan mereka sudah dalam perjalanan kesini" ucap Pak Rachman yang belum lama sampai kembali ke depan IGD.


"Oh iya Pak Kapolres, mohon maaf saya tidak melihat bapak, jadi saya sudah menyimpan jaminan di rumah sakit ini dan semuanya akan mendapatkan kamar serta perawatan VVIP tanpa terkecuali" ucap Ardhi dengan sangat sopan.


"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Pak Ardhi" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Sudah kewajiban saya pak, karena bos juga akan melakukan hal yang sama, dan ini juga uang Bos Sean pak bukan saya" ucap Ardhi dengan sangat sopan.


"Iya Pak, sekali lagi terima kasih saya permisi dulu ya bapak bapak semua mengingat saya harus kembali ke tempat kejadian perkara dan anak buah saya akan menjaga rumah sakit ini agar para korban dapat mendapatkan pengobatan dengan tenang" ucap Pak Rachman dengan ramah.