
"Baik Bos, kalian jaga jarak, Anto pindah ke belakang lagi" ucap Alex melalui radio komunikasi.
Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Sean Arthur dan ternyata sebuah link lokasi gps.
Sean Arthur langsung mengirim link itu ke ponsel mobil Bentleynya dan melihat lokasi gps tersebut melalui monitor mobil.
"Itu lokasi jip hitam tadi jadi kita pelan saja, perintahkan satu mobil untuk putar arah kembali ke lampu merah untuk menolong penumpang sedan tadi dan melaporkan ke polisi jika yang menabraknya adalah Jip hitam itu" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kembali menepuk pundak Alex.
"Baik Bos" jawab Alex sambil mengambil kembali radio komunikasinya.
"Dono kau putar balik dan Anto tetap ikuti kami, Dono bantu sedan listrik yang tertabrak tadi dan jelaskan ke polisi jika yang menabraknya adalah Jip hitam itu" ucap Alex melalui radio komunikasi.
"Baik bos" ucap Dono melalui radio komunikasi.
"Rico lain kali lebih awas dan selalu lihat belakang masa satu Jip sebesar itu tidak terlihat mengikuti kita sejak keluar pintu gerbang rumah" ucap Sean Arthur dengan santai sambil melihat ke monitor mobil dan jarak mereka saat ini sudah hampir satu kilometer karena kecepatan Jip hitam itu benar benar jauh jika dibandingkan dengan kecepatan mobilnya yang hanya empat puluh kilometer per jam saat ini.
"Maafkan saya Bos, saya akan lebih waspada" ucap Rico sambil membelokan mobil ke kanan.
"Kau kenapa belok kanan" ucap Sean Arthur kembali.
"Bos ada mobil polisi di belakang kita jadi saya mengambil jalan pintas agar bisa melihat Jip hitam itu kembali" jawab Rico dan memang tidak lama kemudian melintas empat mobil patroli polisi dengan kecepatan tinggi di belakang mobil Anto.
"Oke, tapi kita cukup melihat dari jauh saja" ucap Sean Arthur sambil melebarkan sunroof mobil karena sebelumnya hanya terbuka setengah.
"Siap Bos, beres" jawab Rico sambil terus menancap gas agar mobil mereka bisa kembali mengejar jip berwarna hitam itu.
"Alex, bukankah di jalan suci ini ada markas anak buah mu" ucap Sean Arthur.
"Ada Bos, tapi semuanya kan saya bawa ke rumah Bos" Jawab Alex dengan hormat sambil menoleh ke Sean Arthur.
"Jika begitu suruh yang di Kosambi agar bersiap saja dan suruh naik motor berdua dua saja satu motornya, tugaskan mereka untuk merekam secara langsung ke media sosial mereka proses penangkapan polisi ke Jip hitam itu" ucap Sean Arthur kembali.
"Baik Bos" jawab Alex sambil mengambil ponselnya.
"Kalian semua berboncengan dan segera ke jalan suci, saat ini ada polisi lagi mengejar sebuah Jip Hitam pelaku tabrak lari dan tugas kalian semua merekam proses penangkapan itu nantinya dan menyiarkannya secara langsung melalui media sosial kalian agar viral" ucap Alex melalui ponselnya dan tidak lama kemudian dia menyimpan kembali ponselnya.
"Beres Bos" ucap Alex dan Sean Arthur hanya tersenyum saja sambil memijit nomor Gunawan di ponselnya.
"Bisa kau hubungi media agar ikut mengejar mobil jip hitam itu bersama polisi" ucap Sean Arthur melalui ponselnya ke Gunawan.
"Sudah bos, seharusnya sebentar lagi ada helikopter polisi dan helikopter wartawan karena Jip hitam itu kembali menabrak dua mobil lagi di lampu merah" ucap Gunawan melalui ponsel.
"Bagus kau sudah melakukannya dengan baik, tetap pantau dan jangan sampai lepas pengawasan mu, jangan lupa juga rencana kita tadi pagi" ucap Sean Arthur dengan ramah melalui ponselnya.
"Tenang Bos saya langsung yang menangani rencana kita tadi pagi sedangkan urusan Jip urusan anak buah saya kok" ucap Gunawan melalui ponselnya dan kini mobil mobil mereka sudah persis seratus meter di belakang mobil patroli polisi yang mengejar Jip hitam itu.
"Oke lanjutkanlah" ucap Sean Arthur sambil mematikan panggilan telepon itu.
"Baik Bos maaf saya terlalu bersemangat" ucap Rico sambil memelankan mobil Bentley itu.
Sepuluh menit berlalu dan kini terlihat ada empat helikopter melintas di atas mereka dan mengejar mobil jip berwarna hitam itu.
Enam mobil patroli polisi terlihat menyalip mereka dengan cepat dan satu mobil yang paling belakang malah mensejajarkan mobilnya dan meminta Rico menurunkan jendela mobilnya.
"Rico turunkan kaca mu" ucap Sean Arthur.
Rico langsung menurunkan kaca jendela nya.
"Tolong pelankan mobil anda, kami sedang mengejar pelaku kejahatan soalnya" ucap petugas kepolisian itu berteriak ke Rico.
"Baik Pak" jawab Rico sambil mengangkat tangan kanannya memberi kode bahwa dia akan menuruti keinginan petugas kepolisian itu dan Rico membuat kecepatan mobil mereka menjadi tiga puluh kilometer per jam.
Mobil petugas kepolisian itu melesat kembali mengejar kawan kawannya yang sudah terlebih dahulu mengejar Jip hitam itu berbarengan ratusan motor berboncengan menyalip mobil mereka.
"Bos itu anak buahku" ucap Alex dengan sangat sopan sambil kembali menoleh ke Sean Arthur.
"Iya, dan kita santai saja jangan sampai pihak kepolisian curiga dengan kita, aku juga tidak mau tertangkap kamera media yang menggunakan helikopter itu" ucap Sean Arthur dengan santai sambil kembali menyalakan sebatang rokok.
"Baik Bos" ucap alex dan Rico bersamaan dengan kompak.
Ponsel Sean Arthur kembali berbunyi dan terlihat jika gunawan yang menghubunginya.
"Bos, polisi sudah membuat barikade satu kilometer dari lokasi anda jadi anda sebaiknya berbelok karena banyak sekali media massa disana" ucap Gunawan melalui ponsel itu.
"Oke Terima kasih informasinya" ucap Sean Arthur sambil mematikan panggilan telepon itu.
"Rico belok kanan di depan kita menjauh dari lokasi ini sekarang, terlalu banyak media soalnya" ucap Sean Arthur sambil menepuk pundak Rico.
"Baik Bos" ucap Rico sambil menghidupkan lampu sein pertanda mereka akan belok kanan.
Kedua mobil Bentley itu kemudian belok ke kanan dan menjauhi pengejaran terhadap Jip hitam itu.
"Rico di depan seharusnya ada sebuah kafe kopi yang masih buka, kita kesana saja dulu dan Alex hubungi Dono untuk menyusul, pasti evakuasi mobil sedan tadi sudah selesai" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos" ucap keduanya kembali kompak.
"Dono jika sudah beres segera ke lokasi yang akan aku kirimkan" ucap Alex melalui ponselnya dan tidak lama kemudian terlihat menyimpan ponselnya kembali.
"Bos, evakuasi masih berlangsung dan satu orang meninggal dunia di kecelakaan pertama itu berdasarkan informasi dari Dono" ucap Alex sambil menoleh ke Sean Arthur.
"Nanti kau berikan santunan untuk keluarga nya namun jangan sampai di ketahui oleh mereka" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik bos, besok pagi orang saya akan mengirimkan hadiah itu" ucap Alex sambil mengirim pesan singkat Dono meminta Dono tidak langsung menyusulnya sebelum tahu salah satu keluarga inti dari korban tabrak lari itu.