
"Gunawan, aku sudah melanjutkan perjalanan dan kau bisa mulai bekerja untuk video video cctvnya" tulis Sean Arthur melalui pesan singkat ke Gunawan.
"Siap Bos, saya langsung kerjakan, semua mobil Bentley anda akan saya hapus demikian juga dua unit sedan listrik itu karena saya lihat ada dalam rombongan anda" balas pesan singkat dari Gunawan.
"Oke" balas Sean Arthur melalui pesan singkat kembali dan langsung menyimpan kembali ponselnya itu.
"Rico lebih cepat saja, sudah waktunya untuk kita beristirahat soalnya" ucap Sean Arthur sambil menepuk pundak Rico.
"Baik Bos" jawab Rico sambil menambah kecepatan mobil Bentley itu yang sebelumnya di seratus kilometer per jam menjadi seratus lima puluh kilometer per jam melesat dengan cepat karena semua lampu lalu lintas sudah di buat hijau oleh Gunawan untuk mereka.
Tidak memerlukan waktu lama mereka semua sudah sampai di rumah Sean Arthur dan mobil yang di isi oleh Sean Arthur berhenti tepat di depan teras sedangkan yang lainnya langsung menuju parkiran.
"Aku akan beristirahat dan tahan saja mereka dulu, nanti siang jika aku sudah bangun kita introgasi mereka" Ucap Sean Arthur sambil melangkah memasuki rumahnya meninggalkan Rico dan Alex.
"Baik Bos" ucap keduanya kompak.
Sean Arthur langsung menuju kamar nya dan langsung tertidur pulas di atas kasur nya yang sangat empuk itu.
Berbeda dengan Sean Arthur, Alex dan Rico sibuk mengeluarkan barang barang yang di ambil dari ruko itu dan menyimpannya di ruang tamu lalu menemui anak buah mereka dan memberikan tugas kepada mereka untuk menjaga empat orang itu dengan baik dan mengobati semua luka yang di terima oleh ke empat orang itu karena mereka tidak ingin orang orang itu mati sebelum di interogasi oleh Sean Arthur.
Waktu berlalu dengan cepat dan kini sudah jam 12.00 wib, Sean Arthur bersama dengan Rico dan Alex terlihat sedang menikmati makan siang mereka bersamaan namun tidak ada seorang pun yang mengucapkan apapun melainkan sibuk menyantap makanan mereka.
Ketiganya langsung menuju ruang bawah tanah yang dijadikan tempat menahan empat orang yang mereka bawa setelah semuanya menyelesaikan makan siang mereka.
"Bos Arthur apa salah kami kenapa anda menangkap dan menahan kami" ucap salah seorang pria dari empat tahanan itu yang masing masing duduk di sebuah kursi besi dengan tangan dan kaki terikat.
"Kalian bekerja untuk orang yang salah, itulah kesalahan kalian, dan aku ingin bertanya siapa diantara kalian yang menghapus rekaman cctv tabrak lari beberapa hari lalu" ucap Sean Arthur dengan santai sambil menyalakan rokoknya.
"Bos Arthur maaf saya hanya menjalankan perintah dari Bos Tomi karena tangan kanan Bos Tomi yang melakukan tabrak lari terhadap pria sepuh yang mengendarai sepeda motor listrik itu" ucap salah seorang pria itu.
"Dimana rekamannya" ucap Sean Arthur dengan santai sambil tetap menikmati rokoknya itu.
"Bos, file aslinya ada di laptop saya dan wajah tangan kanan bos Tomi terlihat jelas karena dia turun untuk memastikan orang tua itu sudah meninggal dunia" ucap pria itu lagi.
"Apakah kalian memiliki video saat aku di bius" ucap Sean Arthur kemudian.
"Tidak bos, semua cctv dimatikan sebelum anda datang oleh tangan kanannya Bos Tomi namun Bos tangan kanan bos Tomi sudah di tahan oleh polisi semalam" ucap pria itu lagi.
"Itu tidak masalah bagi ku, dan aku ingin tahu apakah ada rekaman video tentang ayahku dan geng serigala" ucap Sean Arthur dengan santai sambil kembali menghisap rokoknya.
"Ada Bos, rekaman dari bos Anton dan Bos Tomi yang meracuni makanan dan minuman bos Besar waktu itu untuk membuat Bos Besar menjadi semakin lemas dan racun itu berfungsi untuk membuat sel darah merah dan putih Bos besar menjadi sedikit" ucap salah seorang pria itu.
"Apakah kau yakin dengan hal itu, ingat aku mungkin mengampuni nyawa kalian namun jika kalian berulah aku pastikan keluarga kalian semua tidak akan menemukan kalian" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.
"Saya sangat yakin Bos, karena semuanya terlihat jelas dari mulai perencanaan sampai pelaksanaan di rekaman CCTV yang saya ambil dari kantor Bos Anton dan dari rumah Bos yang di Setiabudi waktu itu" ucap pria itu lagi.
"Kau bagaimana bisa mengambil cctv dari rumahku" ucap Sean Arthur dengan sangat penasaran karena dulu dia sendiri yang mematikan koneksi internet di rumah Setiabudi saat ayahnya sakit.
"Saya meminta Bos Tomi mencolokkan ponsel yang sudah saya modifikasi untuk mengambil rekaman cctv itu dan Bos Tomi hanya perlu mencolokkan ke dvr saja semuanya di kerjakan oleh software yang saya masukkan ke dalam ponsel itu" ucap pria itu lagi.
"Oke, jadi kenapa kalian masih menyimpan video video itu bukan langsung menghapusnya" ucap Sean Arthur kembali sambil menahan rasa amarah nya.
"Bos Arthur, kami sudah lama ingin keluar dari dunia hitam, semalam saat kami melihat berita tentang tertangkapnya tangan kanan Bos Tomi kami langsung memesan tiket untuk kembali ke kanada, karena anak dan istri kami sudah kami ungsikan sejak mereka meracuni almarhum Bos Besar." Ucap pria itu lagi dan semuanya bisa melihat kejujuran dari ucapannya itu.
"Kenapa kalian tidak menyerahkan rekaman video nya kepadaku malah menyimpannya sendiri" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya lagi.
"Bos, seperti kita tahu kekuatan terbesar di geng Serigala adalah tangan kanannya Bos Tomi jadi kami tidak ingin mengambil resiko itu jadi berencana mengirim rekaman itu ke anda setelah kami sampai kanada, anda bisa tahu kejujuran kami karena saya sendiri sudah menyetel agar email itu terkirim tiga puluh menit lagi ke anda berikut semua video yang berkaitan dengan anda selama ini" ucap pria itu lagi dengan hormat sambil melihat jam dinding di sebelah kanan mereka.
Rico tempak sudah datang kembali ke sana dan menarik sebuah meja untuk meletakan semua laptop itu agar Sean Arthur mudah memeriksanya.
"Bos ini Laptop dan ponsel ponsel mereka juga dengan semua media penyimpanan mereka" ucap Rico dengan sangat hormat.
"Iya, biarkan saja dulu, buka semua ikatan mereka dan suruh orang untuk menyiapkan makanan untuk mereka dan kopi untukku" ucap Sean Arthur sambil menarik nafas dalam dalam.
"Baik Bos" ucap Rico sambil meminta anak buahnya yang datang bersamanya untuk membuka ikatan empat orang itu dan lainnya untuk ke dapur menyampaikan kepada bagian dapur untuk menyiapkan makanan dan kopi yang diminta oleh Sean Arthur itu.