
Lima belas menit berlalu Rombongan lima puluh motor sport itu terus melaju dengan cepat karena suasana malam yang mengakibatkan jalanan sedikit lenggang sehingga motor motor sport itu bisa melaju dengan kecepatan tinggi.
Kini motor motor sport itu sudah tidak lagi terlihat di monitor monitor yang ada ruangan itu karena sudah memasuki kawasan cadas pangeran.
Sepuluh menit kemudian terlihat Gunawan kembali ke ruangan itu dan langsung duduk di kursi kerjanya lalu tidak lama kemudian monitor monitor itu padam lalu nyala kembali dan menyiarkan siaran langsung dari reporter reporter yang mengejar lima puluh motor sport itu dengan helikopter.
"Gunawan cepat sekali media sampai mengirim helikopternya" ucap Sean Arthur sambil menonton berita berita itu.
"Mereka rekanan saya Bos jadi bisa bergerak lebih cepat dan pihak kepolisian juga sudah ikut mengejar dengan bukti laporan Rico dan yang lainnya." Ucap Gunawan.
"Alex suruh anak buahmu untuk sedikit melancarkan jalan jangan di tutup seperti itu, bagaimana pihak kepolisian bisa menangkap mereka jika mereka terjebak di tengah kemacetan lagi pula sudah ada media menggunakan helikopter" ucap sean Arthur yang melihat jika kini dua arah jalanan kawasan cadas pangeran itu macet total dan lima puluh motor sport itu terjebak kemacetan.
"Siap Bos" ucap Alex sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat ke anak buahnya.
Sepuluh menit berlalu dan kini terlihat jika jalanan sudah sedikit lancar meskipun masih sangat padat dan dari berita itu juga terlihat jika lima puluh motor sport Kawasaki itu sudah mulai bergerak kembali.
Berita di televisi kini hampir semuanya menyiarkan itu dari sebelumnya yang menyiarkan berita penggerebekan kasino dan villa kini beritanya mengenai pengejaran lima puluh Motor sport.
"Alex, suruh anak buahmu menutup semua jalan pintas di kawasam cadas pangeran jika perlu pakai truck atau apa jangan sampai mereka masuk hutan, karena akan susah mengejarnya" ucap Sean Arthur dengan santai sambil terus melihat siaran langsung berita itu.
"Baik Bos" ucap Alex sambil mengirim pesan singkat ke anak buahnya melalui ponsel miliknya.
Setengah jam berlalu dengan cepat dan kini salah satu media televisi menyiarkan jika pihak kepolisian sudah memasang barikade barikade untuk menghentikan laju lima puluh motor sport Kawasaki itu.
Ponsel Sean Arthur terlihat berbunyi dan ternyata Rico yang menghubunginya sehingga Sean Arthur langsung menerima panggilan telepon itu.
"Rico ada apa" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos ada satu pekerja wanita kita yang meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada barusan saya di kabari dan saat ini saya baru selesai dengan pemeriksaan pihak kepolisian, sebentar lagi saya akan ke rumah sakit dengan beberapa petugas polisi" ucap Rico melalui ponselnya.
"Oke lanjutkanlah jangan lupa berikan santunan duka untuk keluarganya dan ingat itu tempat spa atas namamu jadi jangan sampai keceplosan ke pihak kepolisian" ucap Sean Arthur mengingatkan Rico.
"Siap Bos ini saya menghubungi anda dalam mobil saya jadi tidak ada yang mendengar dan anak anak buah saya yang pekerja tempat spa juga sudah saya beri arahan tadi sebelum kesini" ucap Rico melalui ponselnya.
"Oke lanjutkan sampai selesai ingat jangan bertindak bodoh" ucap Sean Arthur sambil mematikan panggilan telepon dari Rico itu.
Malam semakin larut dan kini terlihat jika pihak kepolisian sudah mengepung lima puluh motor sport Kawasaki itu dan terlihat jika aksi tembak menembak terjadi karena seratus orang itu semuanya membawa senjata api.
Sean Arthur tidak tertegun dengan hal itu namun dia tertegun melihat tagline di salah satu berita televisi yang menulis polisi sedang adu tembak dengan mafia bermotor sport.
"Saya penasaran dengan otak di balik layar pasukan bermotor sport ini, kenapa mereka sampai melarikan diri ke arah kota Sumedang dalam jumlah yang sama dan tidak berpencar" ucap Alex.
"Untuk itu sebaiknya kau tanyakan kepada mereka saja" ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah monitor dan melihat jika pihak kepolisian sudah berhasil melumpuhkan tujuh orang dan masih ada sembilan puluh tujuh yang masih melakukan aksi tembak menembak dengan petugas kepolisian.
Aksi itu sangat dramatis dan pihak media terlihat senang menayangkan berita tersebut karena kini terlihat jika semua stasiun televisi menayangkan berita penangkapan sekaligus aksi tembak menembak yang terjadi antara pihak kepolisian dengan pasukan bermotor sport itu
Tepat pukul dua pagi aksi penangkapan itu berakhir dan ada dua puluh lima orang yang berhasil di tempat bagian tangan dan kakinya oleh polisi dan sisanya menyerahkan diri mereka kepada pihak kepolisian.
Mereka bertiga melihat melalui siaran berita dimana pihak kepolisian memborgol mereka yang masih utuh dan beberapa ambulan juga terlihat yang terkena luka tembak.
Pandangan Sean Arthur sangat jeli melihat siaran berita itu dan dia melihat jika ada satu ponsel milik pasukan bermotor sport itu yang terlempar ke got di pinggir jalan dan tidak terbawa oleh pihak kepolisian kini semuanya sudah kembali normal dan pihak kepolisian sudah membuka jalan kembali.
"Gunawan apa ini terekam" ucap Sean Arthur.
"Terekam Bos, semua yang saya tayangkan di monitor monitor ini terekam kok bos apa ada yang harus saya putar ulang" ucap Gunawan dengan sangat hormat dan sopan.
"Putar ulang monitor kedua dari tiga puluh menit yang lalu" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil mengambil dan menyalakan sebatang rokoknya.
Gunawan langsung memutar ulang monitor nomor dua sesuai arahan dari Sean Arthur.
"Stop dan fokuskan ke got" ucap sean Arthur yang tetap fokus melihat monitor nomor dua itu.
Gunawan langsung merespon dengan cepat dan memfokuskan ke sebuah ponsel berwarna hitam yang tergeletak di dalam got yang kering.
"Alex suruh anak buahmu mengambil ponsel itu dan bawakan kemari secepatnya" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos" ucap Alex sambil mengambil ponselnya dan memphoto layar monitor nomor dua lalu mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya.
"Semoga saja ada bukti yang berharga dari ponsel itu" ucap Sean Arthur sambil kemudian meminum sedikit kopinya.
"Bos saya yakin ini ulah geng serigala sebagai aksi balas dendam mereka kepada kita" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Itu mungkin saja namun kita harus melihat arah penyelidikan pihak kepolisian dan jika memang di ponsel itu ada petunjuk yang mengarah ke salah seorang dari delapan serigala maka tugas Gunawam yang menyerahkannya kepada pihak kepolisian tentunya" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Beres Bos, nanti saya akan periksa ponsel tersebut semoga saja ada informasi tentang mereka namun jika saya ambil dari salah satu plat nomor motor sport itu terdaftar milik perusahaan Miki, dan besar kemungkinannya mereka memang anak buah Miki" ucap Gunawan menjelaskan hasil yang dia dapatkan.