Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Info kapal pesiar



“Doni, apakah sudah beres.” Ucap Sean Arthur.


“Beres Bos, mereka sudah berangkat sesuai dengan instruksi dari Bos.” Jawan Doni.


“Bagus, Roni ayo berangkat.” Ucap Sean Arthur.


Roni pun langsung menjalankan mobil itu dan rombongan Sean Arthur pun kembali melaju di tengah hutan.


“Bos kenapa kita membawa drone drone itu.” Ucap Doni.


“Karena drone drone itu adalah drone militer luar negeri yang sangat canggih dan juga sangat terbatas keberadaannya, tidak mudah untuk orang sipil mendapatkan itu jadi aku berencana melacaknya.” Ucap Sean Arthur.


“Drone militer luar negeri, ini sungguh di luar dugaan kita namun apakah mungkin jika ikan besar itu adalah orang luar negeri.” Ucap Doni yang terdengar sangat penasaran.


“Aku tidak tahu dan tidak mau berspekulasi sama sekali sampai kita sedikitnya memiliki beberapa bukti yang bisa menjadi petunjuk.” Ucap Sean Arthur.


“Bos, jika menurut saya mobil mobil itu meledak karena mobil mereka di pasangi alat peledak, karena anda sudah meledakkan mobil yang pertama dan mobil itu juga ikut meledak saat di dalamnya sudah tidak ada yang hidup.” Ucap Roni.


“Ya itu penjelasan yang paling masuk di akal, mereka tidak ingin ada bawahan mereka yang berhasil kita tangkap dan membocorkan perihal mereka, ini sungguh membuat ku bingung dengan identitas ikan besar ini, karena buat dia nyawa manusia tidak ada nilainya.” Ucap Sean Arthur.


“Iya Bos, ikan besar ini sangat takut jika jati dirinya terbongkar oleh kita dan juga pihak kepolisian nantinya.” Ucap Doni.


Waktu terus berlalu dan kini mereka sudah berhasil keluar dari jalan tengah hutan karet itu, kini mereka sudah mencapai jalan aspal kembali lalu menuju ke villa naga kembali.


“Doni hubungi orang rumah agar masak dan menyiapkan makan untuk kita, sudah sangat larut jadi sebaiknya kita makan dan tidur saja dulu setelah sampai rumah.” Ucap Sean Arthur yang melihat jam tangannya ternyata sudah jam tiga pagi dan mereka baru akan sampai ke villa naga paling cepat jam empat pagi.


“Baik Bos” Ucap Doni sambil kemudian mengambil ponselnya dan langsung menghubungi bagian dapur agar mereka semua langsung memasak untuk Sean Arthur dan yang lainnya.


“Bos apakah kita akan langsung pulang.” Ucap Roni.


“Iya Benar karena aku sudah lelah, dan aku juga sudah sangat beristirahat, namun kau tidak perlu terburu buru.” Ucap Sean Arthur.


“Baik Bos, Anda jangan khawatir saya akan tetap di kecepatan ini kok bos.” Ucap Roni yang mengemudi dengan kecepatan hanya tiga puluh kilometer per jam saja.


Sean Arthur teringat jika Michael lebih banyak di luar negeri sehingga kemudian dia mengambil ponselnya dan melakukan panggilan telepon ke Michael.


“Yes Bos, ada yang bisa saya bantu untuk anda, maaf saya masih di pedalaman meksiko jadi tidak bisa ada untuk mengamankan anda.” Ucap Michael membuka percakapan telepon iu.


“Michael, aku ingin memiliki drone militer, apakah kau bisa membantuku.” Ucap Sean Arthur.


“Susah Bos, drone itu di buat langsung oleh militer dan tidak di jual bebas kecuali untuk sekutunya saja.” Ucap Michael.


“Bos, Berikan saya lima sampai sepuluh menit ya, ini yang anda inginkan yang untuk penyerangan atau untuk pengawasan.” Ucap Michael.


“Dua duanya dan aku ingin dalam jumlah banyak.” Ucap Sean Arthur.


“Bos maaf apakah masih ada yang mengincar nyawa anda.” Ucap Michael.


“Benar dan mereka memiliki drone pengawasan militer dan juga mereka memiliki peledak mobil jarak jauh yang bahkan masih bisa meledak setelah mobil itu hangus terbakar.” Ucap Sean Arthur.


“Oke Bos, saya tanyakan dulu ke penjual di pasar gelap dan ke para penyelundup senjata, seharusnya mereka mengetahui dimana saya bisa mendapatkan drone militer.” Ucap Michael.


“Oke Terima kasih, dan segera hubungi aku.” Ucap Sean Athur.


“Siap Bos.” Ucap Michael dan Sean Arthur pun memutuskan panggilan telepon itu karena ada panggilan telepon masuk ke ponselnya dari Gunawan.


“Gunawan ada berita apa.” Ucap Sean Arthur memulai percakapan telepon dengan Gunawan.


“Bos, saya sudah memeriksa sampai lima puluh kilometer namun tidak ada satupun yang saya dapatkan, jadi kemungkinan mereka yang mengirimkan drone drone militer itu menggunakan mobil bukan dari markas mereka, karena saya tadi sudah mengecek juga jika tidak ada satu pun yang memiliki akses satelit dalam radius lima puluh kilometer dari lokasi anda, namun saya menemukan sebuah kapal pesiar yang sedang menggunakan akses satelit dan jika dihitung garis lurus maka jarak lokasi anda ke kapal pesiar itu hanya empat puluh kilometer namun ini aneh karena berbeda arah dengan kedatangan drone drone itu bukan.” Ucap Gunawan menjelaskan hasil penyelidikannya.


“Aku lebih cenderung mereka menggunakan mobil dan mengendalikan drone dari dalam mobil, apa kau bisa mengetahui itu kapal pesiar milik siapa.” Ucap Sean Arthur.


“Maaf Bos, saat ini di laut pesisir utara memang sedang banyak kapal pesiar dari semua negara jadi saya belum mengetahui mereka berasal dari mana mananya.” Ucap Gunawan.


“Gunawan tolong bekerja lebih keras, kita membutuhkan informasi siapa lawan kita ini, jika kita jadi yang diburu seperti ini maka ini tidak baik, aku sangat yakin kau akan bisa mendapatkan informasi yang aku butuhkan, jadi sebaiknya kau sekarang minum kopi saja dulu ya agar lebih rileks dan bisa berpikir dengan baik.” Ucap Sean Arthur.


“Iya Bos, anda benar saya sepertinya membutuhkan secangkir kopi untuk menjadi sumber inspirasi saya.” Ucap  Gunawan.


“Alex dan Rico sedang apa mereka saat ini, tidak ada seorang pun dari mereka yang aku hubungi soalnya.” Ucap Sean Arthur.


“Mereka masih berjaga bergantian Bos, karena mereka berdua tidak ingin jika sampai ada penyerangan ke villa dago dan juga ke aset aset anda.” Ucap Gunawan.


“Kita tidak bisa tahu kapan mereka akan menyerang, sampaikan agar mereka beristirahat saja dulu, dan jika memang kau juga sudah lelah maka tidurlah dulu, aku juga sudah mengarah ke villa naga saat ini.” UCap Sean Arthur.


“Iya Bos, saya mau minum kopi saja dulu dan bekerja lagi sampai jam enam pagi nanti saja.” Ucap Gunawan.


“Oke, Terima kasih ya.” Ucap Sean Arthur.


“Sama sama Bos.” Ucap Gunawan yang tidak lagi di jawab oleh Sean Arthur karena Sean Arthur langsung memutuskan panggilan telepon itu.


“Roni, di depan seharusnya ada warung tradisional yang masih buka dan menjual Bandrek jadi kau berhenti saja dulu, agar kita bisa menghangatkan badan kita ini.’ Ucap Sean Arthur yang tidak ingin ada seorang pun dari mereka yang jatuh sakit karena kurang beristirahat selama bepergian dengannya dan juga dia pun tahu jika kedua bawahannya itu sudah sedikit kelelahan.