Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Tidak boleh ada debu



"Bos, apakah anda sudah mengetahui siapa para penyerang itu?." Tanya Roni yang masih mengemudi dengan hati hati karena jalan yang di lintasi adalah jalan tanah berbatu.


"Mereka di panggil serigala Asia." Ucap Sean Arthur.


"Saya pernah mendengarnya, mereka mengaku sebagai mafia dari asia." Ucap Doni.


"Ya itu benar namun kini waktunya kepunahan mereka karena menyerang kita." Ucap Sean Arthur.


"Siap Bos, mau serigala mau singa kita binasakan semua yang berani menyerang kita." Ucap Roni.


"Tapi tumben tidak ada yang minta makan." Ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya dan membuka jendela mobilnya itu.


"Bos, sebenarnya saya sudah sangat lapar." Ucap Doni.


"Roni apakah kau juga lapar?." Tanya Sean Arthur.


"Sangat sangat lapar Bos, makanya kalau ada musuh lagi, saya mau habisi mereka dengan cepat agar tidak menunda waktu makan saya lagi." Ucap Roni.


"Jika lapar berhenti saja dulu, kan ada banyak rumput di luar, ayo nga apa apa jika kalian berdua mau makan dulu." Ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah luar mobil menahan dirinya sendiri untuk tidak tertawa.


"Hadeeeeeh bos, saya ini pemakan daging bukan pemakan rumput, dia aja tuch yang makan rumput." Ucap Roni.


"Kau ini, bilangnya pemakan daging tapi ku suruh makan cicak kau tidak mau." Ucap Doni.


"Hahahahahahahahahaha kalian ini dasar anak buah gila, sakit perutku dengan kegilaan kalian berdua." Ucap Sean Arthur yang tertawa terbahak bahak.


"Eh Bos, kalau gajah makannya apa ya?." Tanya Roni.


"Rumput dan dedaunan." Ucap Sean Arthur dan Roni langsung menghentikan mobil membuat Sean Arthur dan Doni kebingungan.


"Ada apa?." Tanya Doni.


"Eh gajah, sono turun makan dulu mumpung banyak rumput.?" Ucap Roni sambil mendorong bahu kanan Doni.


"Sialan kau, dasar beruang gila, ayo jalan lagi." Ucap Doni.


Sean Arthur tertawa terbahak bahak melihat kedua bawahannya iu dan dia kemudian keluar dari dalam mobilnya itu sambil terus tertawa.


Para pengawal pribadinya langsung keluar dari dalam mobil mereka karena mereka memang bertugas untuk mengamankan Sean Arthur, mereka pun kemudian mengambil posisi melingkar dan sebagian nampak sudah memegang senjata mereka.


"Kalian kenapa turun?." Tanya Sean Arthur yang sudah berhenti tertawa dan kini memandangi para pengawal pribadinya sedangkan di dalam mobil Doni dan Roni masih ribut berdua.


"Bos, mobil anda tiba tiba berhenti dan anda juga turun dari dalam mobil jadi kami juga pasti turun." Ucap salah seorang pengawal pribadi Sean Arthur.


"Aku turun karena aku tidak sanggup menahan tawa, dengan ulah dua badut di dalam mobil." Ucap Sean Arthur yang pada bagian dua badut di dalam mobil berteriak persis di telinga Doni karena memang kaca jendela Doni terbuka.


"Bos, masa kami di panggil badut." Ucap Doni sambil keluar dari dalam mobil.


"Iya bos benar dia badutnya, Badut ayo menari." Ucap Roni berteriak dari dalam mobil dan sontak membuat Sean Arthur dan para pengawal pribadinya tertawa terbahak bahak.


"Dasar beruang gila." Ucap Doni sambil berjalan ke depannya namun belum dua langkah dia berjalan.


Bruuuuuug Doni terjatuh karena memang tanah merah yang di injaknya itu licin dan hal ini malah membuat semuanya kembali tertawa.


"Lihat ada gajah mau makan rumput." Ucap Roni yang sudah keluar mobil sambil menunjuk ke Doni.


Hahahahahahahahahahaha


Hahahahahahahahahaha


"Sudah sudah, kau bantu bantu gajah itu, gajah kalau sudah tua susah bangunnya." Ucap Sean Arthur yang melihat Doni berkali kali mencoba bangkit namun kesusahan.


"Hahahahahahahahahahaha." Roni dan para pengawal Sean Arthur kembali tertawa terbahak bahak.


"Kalian ini, bukannya membantu mu malah menertawakan aku, lihat saja jatan makan kalian nanti aku potong buat ku." Ucap Doni sambil berusaha untuk bangun.


Dua orang pengawal pribadi Sean Arthur langsung melangkah membantu Doni untuk berdiri namun bukannya berhasil mereka malah ikut terjatuh dan sontak membuat semuanya kembali tertawa demikian juga dengan Sean Arthur.


Lima belas menit sudah mereka disana dan kini mereka sudah kembali melanjutkan perjalanan setelah Doni dibantu oleh empat orang pengawal pribadi Sean Arthur untuk berdiri.


"Sepertinya kita makan di restoran enak nich." Ucap Sean Arthur kembali mencandai Doni.


"Bos pakaian ku kotor begini tega sekali." Ucap Doni.


"Ayo Bos, makan dimana kita, saya siap mengantar Bos." Ucap Roni yang ikut mencanda Doni.


"Kau juga sama, senang sekali mencandai ku." Ucap Doni sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.


"Ya sudah kita makan di rumah, dan karena kau yang membuat mobil ku kotor jadi kau sendiri yang mencucinya ya." Ucap Sean Arthur.


"Haissssss hilang satu masalah tambah satu masalah." Ucap Doni.


"Setuju Bos, saya sangat sangat setuju." Ucap Roni.


"Ya, kalian berdua tidak boleh ikut sarapan jika belum membersihkan mobil ini." Ucap Sean Arthur.


"Haissssss saya jadi ikut ikutan kena." Ucap Roni yang terdengar cukup berat.


"Nah ini baru adil Bos, pas nich saya suka." Ucap Doni sambil tertawa ringan.


"Iya dan jika aku melihat masih ada debu maka makan siang juga tidak boleh." Ucap Sean Arthur kembali mencandai Doni dan Roni.


"Wah jika gitu bisa bisa kita tidak makan malam nich." Ucap Roni.


"Maksud mu?." Tanya Doni.


"Maka ada mobil tanpa debu, meskipun mita cuci bersih tetap saja akan memiliki debu." Jawab Roni.


"Iya ya benar debu halus pasti ada, …. ….. ….. Ah aku tahu, kita cucinya di ruang tamu bos saja, jadi aman dari debu." Ucap Doni.


"Dasaaaaaaaar Gilaaaaaaaaaaa." Ucap Sean Arthur yang berteriak di telinga Doni dan sontak membuat Roni tertawa terbahak.


"Eh Bos, maaf mau tanya?." Ucap Doni.


"Apa, jika soal makanan aku tidak akan menjawabnya." Ucap Sean Arthur.


"Gini loh Bos, grup serigala asia ini kan namanya sama sama serigala, apakah mungkin jika ayah anda dulunya bagian dari mereka?." Tanya Doni.


"Tidak, tapi delapan serigala itu iya, demikian juga dengan para direksi dan juga komisaris pengkhianat itu, ayahku mempunyai kekuatan dan saat ini kondisinya mungkin grup serigala asia ini belum kuat jadi mereka memanfaatkan harta ayahku untuk memperkuat organisasi mereka disini, sejak lama aku selalu memeriksa keuangan perusahaan dan tidak ada sama sekali penyelewengan dana namun pembiayaan mereka dari para pengkhianat itu karena delapan direksi dan dua komisaris itu bergaji sangat besar belum lagi dengan kasino kasino mereka." Ucap Sean Arthur.


"Bos mengenai kasino, apakah masih ada kasino kasino lain kah milik mereka?." Tanya Doni.