Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Mengatur strategi 1



"Ardhi nanti berikan seratus unit mobil ke Alex dan uang cash senilai lima miliar rupiah dalam pecahan lima puluh ribu saja" ucap Sean Arthur memulai pembicaraan mereka berdua.


"Baik Bos, aku akan mengaturnya, bukankah anda sudah memberikan mereka semua Jip yang sama dengan milik anda dan Jip itu juga masih sehat semuanya tapi kenapa anda memberikan mobil baru lagi" ucap Ardhi dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Pihak geng Serigala sudah tahu jika kita menggunakan Jip putih sebagai ciri khas kita oleh karena itu mobil mobil harus kita ganti semua, untuk Jip Jip biarkan saja terparkir" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum hangat ke bawahan setianya itu.


"Baik jika demikian aku akan mengaturnya, dan saya sudah berhasil menghentikan pasokan dari semua perusahaan yang menjadi penyedia ponsel untuk toko toko ponsel milik geng Serigala" ucap Ardhi sambil menyerahkan beberapa dokumen kontrak kerja.


Sean Arthur mengambil dokumen kontrak kerja itu dan membacanya dengan teliti sambil mempelajarinya menghindari adanya hal yang dapat merugikannya di masa depan.


"Kerja mu bagus, namun semua ponsel ini jangan di gudangkan, melainkan suruh beberapa orang untuk membuka toko ponsel di mall mall kita saja jadi jika suatu hari ada pertanyaan dari pihak luar kau akan mudah menjawabnya dan ini akan jadi murni bisnis" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil menyimpan semua copy dokumen kontrak kerjasama itu ke laci mejanya.


"Baik Bos, saya akan mengurusnya nanti" jawab Ardhi dengan sangat hormat.


"Ardhi salah satu cara mengalahkan lawan adalah dengan memenangkan pasar dan semakin banyak toko atau kios yang kau buka akan semakin baik, kuasai juga pasar pasar online jika geng serigala mempunyai seratus toko di Bandung ini maka kau harus punya seribu dengan demikian perlahan mereka akan gulung tikar, gunakan keluarga dari semua anak buah mu saja, berikan modal kepada mereka dan bermainlah di belakang layar tapi ingat jangan sampai ada data yang terlewat" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos, dan apakah saya harus menghentikan bisnis perhotelan mereka juga" ucap Ardhi dengan sangat antusias.


"Tidak perlu untuk saat ini karena aku tidak mau jika ada sampai kecurigaan dari mereka, namun pastikan tidak ada kontrak kerja satu pun dari perusahaan di bawah grup naga ke geng serigala, cari sampai ke perusahaan terkecil mereka, jika kau temukan adanya kerjasama langsung hentikan" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Bos, sejak terbakarnya sepuluh ruko distributor ponsel mereka kini sepuluh ruko lainnya mereka jaga dengan ketat, saya bisa saja menggunakan cara yang sama namun takutnya akan ada pihak yang mencurigai kita, apakah bos memiliki petunjuk untuk saya" ucap Ardhi dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Aku sudah menduganya, dan tidak perlu khawatir dengan hal itu untuk sementara, fokuskan saja untuk membuka banyak toko di sekitar toko mereka seperti ucapanku tadi karena yang paling tepat saat ini adalah menjatuhkan harga mereka, jual semua ponsel yang ada di gudang kita dengan harga semurah mungkin, tentunya ini akan membuat mereka sangat merugi, bukankah itu lebih baik dari pada membakar rukonya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil menghelat pembicaraannya.


"Hati hati jangan sampai salah orang, karena di situasi seperti ini mereka akan memasukan orang mereka ke perusahaan perusahaan kita dan aku tidak ingin itu terjadi" ucap Sean Arthur melanjutkan pembicaraannya sambil kemudian mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas meja.


"Baik Bos saya paham, saya akan menyampaikan ke semuanya agar tidak melakukan penerimaan karyawan sampai semua usaha geng serigala hancur" jawab Ardhi dengan hormat sambil membuka tutup botol air mineral dan kemudian meminumnya.


"Baik Bos, saya akan gunakan semua koneksi saya, seharusnya mudah untuk mendapatkan informasinya" ucap Ardhi sambil melihat pesan singkat yang baru saja di kirim oleh Sean Arthur.


"Tanpa bantuannya mungkin aku sudah tiada dan aku juga minta orang yang sudah menabraknya, apa kau sanggup" ucap Sean Arthur sambil memijit tombol saklar yang ada di atas mejanya untuk memanggil Rico yang ada di luar rumah.


"Bos, anda tidak perlu khawatir meskipun saya yakin pelakunya sudah tidak ada di kota kita namun saya akan mendapatkan orang itu dan otak di belakang layarnya" ucap Ardhi dengan sangat hormat.


"Kau pastikan mereka utuh jangan terluka sedikitpun karena perkara itu sudah ditangani oleh pihak kepolisian jadi aku ingin kau serahkan pelaku tabrak lari itu ke polisi saja" ucap Sean Arthur sambil melihat Rico yang sudah datang kembali.


"Baik Bos, saya paham maksud anda" ucap Ardhi sambil melihat ke arah Rico yang masih berdiri di sampingnya.


"Rico duduklah, berapa unit mobil dan motor yang kalian butuhkan" ucap Sean Arthur dengan ramah namun tidak melihat ke arah mereka berdua melainkan melihat yang pesan masuk ke ponselnya.


"Bos, seratus unit mobil dan dua ratus unit motor cross sudah cukup untuk mengamankan seluruh areal villa anda ini" ucap Rico dengan sangat hormat sambil duduk di samping Ardhi.


"Ardhi berikan kepadanya apa yang dia butuhkan namun seratus saja motor cross nya dan yang seratus lagi motor sport saja, dan berikan dia jumlah yang sama seperti yang aku minta untuk alex" ucap Sean Arthur sambil membalas pesan masuk yang ternyata dikirim oleh alex yang meminta ijin untuk datang ke villa dago itu.


"Baik Bos jika demikian saya akan mengaturnya lalu bagaimana dengan kendaraan lama" ucap Ardhi dengan hormat.


"Buatlah skenario seakan akan aku jatuh bangkrut dan harus menjual mobil mobil mewahku itu jika perlu gunakan jasa pihak media untuk menjadikan itu trending topik satu minggu ini" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil menyimpan kembali ponselnya di atas meja kerjanya itu.


"Bos jika itu saya lakukan bukankah akan berdampak buruk untuk anda sendiri, saya takutkan rekan rekan bisnis kita akan mundur perlahan" ucap Ardhi dengan wajah yang sangat terlihat khawatir.


"Itu tidak masalah bukan, malah itu akan menghilangkan benalu yang ada di grup naga, yang mundur berarti orang geng serigala atau mungkin akan bergabung dengan geng serigala itu jadi buat apa bergabung dengan kita" ucap Sean Arthur kembali.