
"Jika demikian maka aku bisa berdiri bukan, aku pegal jika jongkok seperti ini" ucap Sean Arthur sambil berdiri dengan santainya lalu menyalakan sebatang rokoknya.
"Lima senjata api sudah mengincar kepala mu dan kau masih bisa santai, oke nikmatilah rokok terakhir mu itu" ucap pemuda itu dengan sangat marah ke Sean Arthur.
Sean Arthur melirik para pengunjung rumah makan dan melihat semuanya mengangkat ponsel mereka merekam kejadian ini dan dia yakin ada salah satu yang menyiarkan hal ini secara langsung di media sosial mereka.
Lima menit berlalu dan sebuah Jip Hitam tampak berhenti dan turun satu orang dari kursi penumpang dan langsung di kawal oleh sopir dan penumpang yang duduk di depan, Sean Arthur mengenali siapa orang yang turun dari Jip hitam itu dan itu adalah Andika sang serigala ke dua.
"Andika lama tidak berjumpa lihatlah kelakuan anak buahmu menodongkan senjata api ilegal kepadaku jadi apa tindakan mu" ucap Sean Arthur dengan santai sambil kembali menghisap rokoknya.
"Sean Arthur ternyata ini kau, lama tidak jumpa, maafkan anak buahku dan biarlah masalah sampai di sini saja" ucap Andika dengan menahan emosi nya.
"Hanya sampai di sini saja, mana mungkin lihatlah mereka masih menodongkan senjata api kepadaku" ucap Sean Arthur lagi.
"Kalian ambil senjata mereka" ucap Andika ke kedua pengawalnya itu dan semua ini di rekam oleh para pengunjung rumah makan itu.
"Jadi Bos besar Andika haruskah saya mati disini" ucap Sean Arthur sambil mengangkat kedua tangannya saat kedua pengawal Andika mengambil kelima senjata api yang di pakai kelima pemuda berbadan kingkong itu untuk menodongnya.
"Sean sudahlah kau pergi saja, aku lagi malas berurusan dengan mu" ucap Andika namun tidak menyadari jika dua mobil SUV hitam di ikuti lima mobil sedan patroli polisi sudah parkir di belakang Jip hitam miliknya.
"Jangan bergerak, lepaskan senjata kalian dan angkat tangan kalian" ucap salah seorang petugas polisi dan terlihat sekarang ada dua belas anggota kepolisian yang mengepung mereka.
Sean Arthur masih mengangkat kedua tangannya dan semua bawahannya juga ikut mengangkat kedua tangan mereka demikian juga dengan pihak keamanan rumah makan itu.
"Mereka berdelapan itu pak penjahatnya, orang orang ini tidak bersalah" ucap salah seorang pengunjung rumah makan itu berteriak sambil memegang ponselnya yang terus merekam kejadian itu.
Petugas kepolisian itu langsung bergerak mendekati mereka dengan memegang senjata api di tangan mereka.
"Kalian bertiga tiarap sekarang dan lepaskan senjata kalian" ucap petugas kepolisian lagi.
Andika langsung mengangkat kedua tangannya dan berlutut demikian juga dengan dua pengawalnya yang langsung menyimpan lima senjata api itu dan juga senjata api yang mereka bawa lalu tiarap di dekat Andika.
Petugas kepolisian langsung bergerak cepat dan memborgol ketiganya dan terdengar suara ambulans yang datang lalu menaikan kelima orang yang terluka itu ke ambulans dan pihak kepolisian juga membawa Andika dan dua pengawalnya itu dalam kondisi terborgol ke kantor polisi.
Seorang petugas kepolisian tampak mendekati Sean Arthur dan para pengawalnya itu.
"Siapa diantara kalian yang bisa menjelaskan apa yang terjadi" ucap petugas kepolisian itu dengan ramah.
"Maaf Pak biar kami ikut ke kantor bapak saja, para pengunjung mempunyai rekaman video dan disini juga ada cctv jadi bisa dilihat apakah anak buah saya atau tidak." Ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Anda Sean yang dulu pernah saya bawa ke rumah sakit bukan" ucap petugas kepolisian itu.
"Oh jadi anda, senang bisa bertemu anda lagi pak, jadi bagaimana pak, jika anda memborgol pengawal saya para pengunjung pasti tidak suka jadi sebaiknya saya sendiri yang membawa pengawal saya ini ke kantor anda bagaimana pak" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Oke jika demikian kalian ikuti mobil saya saja, karena saya harus sesuai prosedur" ucap petugas kepolisian itu dengan ramah sambil berjalan mendekati pihak keamanan rumah makan meminta rekaman CCTV.
Lima belas menit berlalu dan Sean Arthur beserta pengawalnya mengikuti mobil patroli polisi dan dibelakang mobil mobil mereka juga ada satu mobil polisi yang berbaju preman mengawal mereka.
"Sudah jangan di pikirkan kau tidak akan masuk penjara jika kau masuk penjara juga aku akan kasih kau bonus besar untuk keluarga mu" ucap Sean Arthur dengan ramah ke pengawal pribadinya itu yang sekarang satu mobil dengannya.
"Bos saya masuk penjara sudah biasa namun saya merasa gagal karena membuat Bos jadi repot seperti ini" ucap pengawalnya itu dengan sangat hormat sambil menundukkan kepalanya.
"Kau salah aku memang sengaja memancingnya mengeluarkan senjata api sampai menodongkannya kepadaku karena para pengunjung rumah makan merekam kejadian tadi, ini sengaja agar mereka masuk penjara" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Jadi Bos ini rekayasa anda" ucap pengawal pribadinya itu dengan sangat hormat.
"Kau itu, jika bos mau kening kelima orang itu sudah bolong tadi, tapi bos memilih mengalah untuk memenjarakan mereka, dan ternyata umpan Bos di makan mereka sekarang Andika masuk penjara dan ini semua berkat ulahmu jadi jangan berpikir macam macam" ucap Rico.
"Yang penting kau bilang apa adanya saja jadi pihak kepolisian tahu jika kau membela diri dan membela kehormatan ku sebagai kau seorang pengawal pribadi ku, apa kau paham" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap paham Bos, saya akan menceritakan apa adanya sesuai dengan yang terjadi" ucap pengawal pribadinya itu dengan sangat hormat.
"Satu hal lagi biasakan melihat apa yang bawa oleh lawan baru meninggalkan lawan, jika tadi aku tidak turun mungkin mobilku sudah bolong oleh mereka" ucap Sean Arthur mengingatkan pengawalnya itu.
"Siap Bos, maaf jika saya lalai, saya janji tidak akan ada kelalaian dua kali" ucap pengawal pribadi Sean Arthur itu dengan sangat hormat.
"Belajar dari kesalahan adalah guru yang terbaik, dan hal ini untuk di pelajari bersama, namun ingat ini awal perang terbuka kita jadinya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Ardhi.
"Baik bos" ucap pengawal pribadinya itu dengan sangat hormat.
"Ardhi kami sedang dalam perjalanan ke kantor polisi karena kami tadi melumpuhkan lima anak buah Andika dan kini andika dan pengawalnya juga sudah di tahan oleh pihak kepolisian oleh karena itu bersiaplah jika memang tim pengacara harus turun maka segera bawa ke kantor polisi tunggu kabar ku selanjutnya" ucap Sean Arthur dengan santai ke Ardhi melalui ponselnya.