Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Rico dan Ardhi menghilang



"Gunawan apakah ada berita terbaru karena Rico dan Ardhi tidak menghubungi ku sejak kemarin." Ucap Sean Arthur sambil duduk dengan santai di sofa yang ada di ruangan Gunawan.


"Bos sepertinya ada masalah dengan keduanya, ponsel mereka tadi pagi saya cek keduanya mati." Ucap Gunawan dengan sangat hormat.


"Apa Rico ada di rumah Dago" ucap Sean Arthur sambil kemudian mencoba menghubungi Rico namun tidak bisa.


"Nihil Bos, berdasarkan rekaman cctv Rico meninggalkan rumah tadi sekira jam lima pagi bertepatan dengan kita sampai sini, saya tidak dapat memastikan jam tepatnya karena ada beda beberapa menit antar cctv kita soalnya" jawab Gunawan.


"Gunawan, Mobil apa yang dia gunakan?" Ucap Sean Arthur kembali.


"Sebentar Bos, saya cek ulang" ucap Gunawan sambil melangkah menuju meja kerjanya dan langsung memainkan mouse dan juga keyboard laptopnya dan satu persatu monitor mulai menyala dan memperlihatkan beberapa rekaman CCTV dari mulai area parkir mobil Rico sampai meninggalkan Villa Dago dengan menggunakan SUV Mitsubishi.


"Gunawan, Mobil itu ada gpsnya, coba kau lacak" ucap Sean Arthur sambil melihat ke Gunawan yang duduk di meja kerjanya.


"Bos, data nomor nomor gps mobil mobil anda saya tidak memilikinya jadi saya tidak bisa melacaknya" ucap Gunawan dengan sangat hormat.


"Sebentar aku kirimkan" ucap Sean Arthur sambil mengirimkan data GPS mobil mobilnya yang sempat dikirimkan oleh Ardhi saat mengirimkan mobil mobil barunya itu termasuk yang digunakan oleh Rico ke Gunawan.


Monitor monitor itu mati kembali dan satu monitor kembali menyala memperlihatkan sebuah peta lokasi mobil SUV Mitsubishi yang digunakan oleh Rico.


"Gunawan apa kau bisa mengeceknya, apakah ada cctv di sana" ucap Sean Arthur sambil melihat lokasi gps mobil yang digunakan oleh Rico tersebut.


"Sebentar Bos saya sedang melakukannya dan mencari semua sinyal ponsel yang ada di sana" ucap Gunawan sambil terus memainkan mouse dan keyboard laptop dan pandangan matanya tetap ke layar laptopnya itu.


Beberapa monitor kembali menyala dan memperlihatkan beberapa rekaman CCTV dari beberapa sudut dan terlihat SUV Mitsubishi yang digunakan oleh Rico terparkir di pinggir jalan raya.


"Bisakah kau zoom untuk melihat apakah dia ada di dalam mobil itu?" Ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya dan pandangan matanya tetap ke monitor monitor itu.


Gunawan langsung mencoba men zoom salah satu CCTV namun ternyata mobil SUV Mitsubishi itu kosong tidak ada seorang pun.


"Bos, data GPS mobil menunjukkan jika mobil itu sudah terparkir sejak jam 06.34wib dan sebentar saya coba satukan cctv sesuai rute perjalanan mobil" ucap Gunawan dengan sangat hormat dan kini dia menyalakan sebatang rokoknya dan Sean Arthur dapat melihat kening Gunawan mengkerut pertanda ada hal dia pikirkan.


Sean Arthur mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat meminta Alex untuk datang ke ruang kerja Gunawan.


Tidak sampai Lima menit Alex yang sedang ada di kamarnya sampai di ruang kerja gunawan dan melihat ketegangan di wajah Gunawan, jadi dia memilih untuk duduk di samping kanan Sean Arthur.


"Alex ada yang terjadi dengan Rico dan Ardhi, ponsel mereka sejak tadi pagi mati dan lihatlah mobil SUV Mitsubishi yang digunakan oleh Rico terparkir di sana sejak pagi, apakah kau ada pendapat" ucap Sean Arthur sambil menunjuk ke arah monitor monitor besar itu.


Rekaman rekaman CCTV itu terus mengikuti mobil Lamborghini Ardhi sampai kemudian semua layar menjadi gelap karena rekaman video itu terputus.


"Bos, rekaman cctv jalanan terputus sepertinya cctv cctv selanjutnya sedang offline, sebentar saya periksa dulu cctv lainnya siapa tahu bisa ketemu lagi" ucap Gunawan sambil terus memainkan mouse dan keyboard laptopnya dan lupa jika rokoknya sejak dinyalakan belum dia hisap dan masih ada di asbaknya sampai rokok itu habis dengan sendirinya.


Gunawan terus berusaha untuk mencari tahu kemana arah mobil Lamborghini Ardhi sedangkan Alex mengambil ponselnya dan memeriksa apakah ada pesan dari Rico namun nihil.


Alex kemudian menghubungi anak buahnya yang ada di villa Dago namun mereka semua tidak mengetahui apa yang terjadi sejak kematian banyak orang di Villa Dago akibat adanya serangan sniper dan Alex tahu itu ulah anak buah Michael.


Semalam juga anak buahnya mengabarinya perihal itu namun hanya dia perintahkan untuk mengurus semua mayat mayat itu.


Bahkan menurut anak buahnya Rico tidak ikut serta dalam mengurus mayat mayat yang bergelatakan di area kediaman Sean Arthur itu.


"Bos semua cctv jalan itu offline apakah Bos memiliki data GPS mobil Lamborghini nya Ardhi" ucap Gunawan dengan sangat hormat sambil menyalakan sebatang rokoknya dan kali ini dia benar benar menghisapnya.


"Mobil Lamborghini itu termasuk inventaris kantor apakah kau bisa mengakses komputer ku yang ada kantorku" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat ke arah Gunawan.


"Bos untuk Arthur corporation tidak bisa saya akses, karena saya sendiri yang membuat barikade keamanan internet kantor bos dulu, saya hanya bisa mengaksesnya jika satu jaringan internet" ucap Gunawan dengan sangat hormat sambil menghisap rokoknya dalam dalam.


"Sebentar, aku akan koneksikan ponsel ku, jika seandainya laptop di kantor sedang menyala maka aku akan bisa mengaksesnya dari ponsel ku ini" ucap Sean Arthur sambil mencoba mengakses laptopnya namun gagal karena laptopnya ternyata sedang offline.


"Offline juga laptop yang ada di kantor, Alex suruh anak buahmu untuk menyalakan laptop yang di ruang kerjaku saja, kedua isi laptop itu sama, karena keduanya terhubung" ucap Sean Arthur dengan sangat bersemangat.


"Sebentar Bos saya hubungi yang di rumah bos saja" ucap Alex sambil mengambil ponselnya dan menghubungi bagian dapur rumah Sean Arthur.


"Tolong kamu ke ruang kerja Bos besar dan nyalakan laptop yang ada atas meja kerja bos besar" ucap Alex melalui ponselnya dan tetap menempelkan ponselnya itu.


Lima menit kemudian…


"Oke sekarang kau buka laptop itu dan lihat ada tombol sebelah kiri, nah kau geser tombol itu, maka laptopnya akan menyala jangan lupa colokan adaptor charger nya agar terus menyala" ucap Alex melalui ponselnya itu mengarahkan bawahannya.


"Oke terima kasih, sekarang kembalilah" ucap Alex melalui ponselnya dan langsung mematikan sambungan telepon itu.


"Bos sudah nyala laptop anda" ucap Alex dengan sangat hormat sambil menyimpan kembali ponselnya di saku kemejanya.


Sean Arthur hanya mengangguk dan langsung mencoba menghubungkan ponselnya dengan laptop yang ada di ruang kerjanya di villa Dago.