
"Bos sebenarnya seberapa luas tanah anda" ucap Alex dengan sangat penasaran.
"Entahlah aku juga tidak tahu, awalnya aku hanya hobi saja membeli apa yang di infokan oleh Doni dan Roni jika ada penduduk menjual tanah mereka, Doni, Roni Apakah kalian mengetahui seberapa luas tanahku di sini" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Maaf Bos, saya tidak tahu tepatnya, namun jika berikan dua atau tiga hari saya akan mengecek luasnya dengan tepat, Bos tahu sendiri bukti kepemilikan tanah anda saja sampai ratusan ribu yang menumpuk di ruang berkas penting" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Terakhir sawah yang anda beli saja sampai ratusan ribu hektare" ucap Roni dengan sangat hormat sambil tersenyum lebar.
"Sejak aku kecil ayah memberikan ku banyak uang untuk aku gunakan, dan dari situlah aku mulai terbiasa membeli beberapa asetku sendiri, Alex kau sudah ikut denganku cukup lama dan kau tahu sendiri jika peninggalan ayah ku berupa grup naga yang dimiliki olehnya namun karena kebaikannya dia mengangkat beberapa orang sebagai komisaris dan direksi, aku tidak keberatan dengan keberadaan mereka namun aku juga harus memikirkan masa depanku bukan, meskipun mereka hanya sistem gaji dan tidak memiliki saham di perusahaan perusahaan ku namun kadang aku merasa jika mereka mempunyai keinginan lebih, oleh karena itu aku dulu sering pergi dari rumah dan disaat itulah aku mengenal Doni dan Roni saat mereka baru keluar dari penjara, aku berikan mereka kesempatan untuk membuktikan diri kepada ku selama bertahun tahun aku tidak mengambil hak ku dari perkebunan dan peternakan namun mereka memberikan ku gunung ini yang mereka beli secara bertahap setiap ada keuntungan yang mereka dapatkan, meskipun saat itu masih kosong dan hutan namun aku sangat bangga dengan mereka berdua sehingga aku membuat Villa Naga dan membuat pasukan ku sendiri, Villa naga ini selain tempat pelarianku juga merupakan pusat pelatihan untuk semua orang yang mengikuti ku yang tentunya harus setia kepadaku, jadi intinya Alex aku berikan kau kesempatan untuk bisa seperti Doni dan Roni, apakah kau bisa memahami penjelasan ku ini?" Ucap Sean Arthur menjelaskan dengan perlahan mengenai Doni dan Roni serta aset asetnya.
"Bos saya sangat paham maksud anda, tapi bukankah semua komisaris dan direksi grup naga mempunyai kontrak yang jika mereka terbukti berkhianat maka mereka akan dikeluarkan dari Grup Naga dan semua harta mereka akan di tarik oleh anda" ucap Alex mengingatkan.
"Benar namun permainan licik itu tidak mudah untuk kita ketahui bukan, buktinya grup serigala saja terkait dengan mereka, kita akan mengetahui kebenarannya jika kita bisa mengetahui hasil interogasi dari sepuluh orang yang dibawa anak buahku kesini dan kita bandingkan dengan hasil interogasi dari Rico dan Ardhi, biarlah mereka menjalani hal seperti ini agar tahu jika hidup itu tidak seindah yang mereka pikirkan selama ini, semua memerlukan kerja keras dan pengorbanan" ucap Sean Arthur menjelaskannya dengan ramah.
"Maaf Bos bisa ceritakan kepada saya mengenai gunawan dan Michael?" Tanya Alex lagi dengan sangat hormat.
"Bos dengan kekuatan yang di miliki di sini saja sudah cukup untuk menjadikan dirinya yang paling berkuasa namun Bos Sean tidak seperti itu, buktinya dia tetap mau bersama mu dan juga bawahannya yang lain, padahal Bos Sean bisa saja tutup mata dan menyerahkan semuanya ke kami, namun tidak demikian yang terjadi, Bos Sean malah selalu terjun langsung mengurus masalah masalahnya sendiri, Alex yang kau ketahui dari Bos Sean mungkin tidak sebanyak aku dan Roni namun selama hidupku ini hanya Bos Sean saja sosok yang menurutku pantas untuk aku ikuti" ucap Doni menambahkan pemikirannya tentang Sean Arthur.
"Saya dulu hanya seorang preman jalanan saja, yang di angkat oleh Bos besar dari jalanan karena terlalu sering memukuli orang yang mengakibatkan saya berulang kali di musuhi oleh banyak pihak, di saat saya hanya menjadi tukang pukul jalanan untuk Bos besar, Bos Sean malah menarik saya menjadi pengawal pribadinya dan mengajarkan saya banyak hal, Doni dan Roni saya memang tidak banyak mengetahui bagaimana Bos disini namun di hati saya, Bos adalah sosok yang paling saya kagumi" ucap Alex menyampaikan isi hatinya yang terdengar sangat mendalam dan Sean Arthur bisa melihat kesungguhan hati Alex.
"Kau tahu dulu anak buah ayah bilang apa soalmu, mereka bilang tidak ada senjata yang kita perlukan jika kita memiliki Alex, di situ aku berpikir kenapa kau harus menjadi senjata mereka, kenapa kau harus menjadi pelindung mereka dan terlebih kenapa kau harus menjadi pion mereka, itulah sebabnya kenapa aku menarik mu" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos, dalam waktu dekat tujuh Serigala akan menjalani persidangan dan mereka akan di tahan di rumah pemasyarakatan dan ada banyak anak buah saya disana yang bisa aku perintahkan untuk menghabisi mereka dengan sangat dan bersih" ucap Alex sambil tersenyum lebar menampakkan deretan giginya.
"Alex, jika aku mau saat mereka membiusku dan mau mengubur ku hidup hidup, aku bisa saja menghabisi mereka secara langsung namun cara lama seperti itu tidak indah, yang aku inginkan adalah mereka merasakan penyesalan mendalam seumur hidup mereka, jadi mengenai ide mu aku tidak setuju, namun aku tidak keberatan jika anak buahmu menekan mereka sehingga mereka hidup segan mati pun tidak bisa" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Saya paham Bos, saya akan minta anak buah saya untuk menekan mereka semua agar mereka benar benar menyesali perbuatannya" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Doni, aku ingin jagung bakar jadi tolong siapkan" ucap Sean Arthur sambil menghabiskan potongan terakhir pisang goreng yang ada di atas piring.