Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Ikan Besar



“Bos sudah beres” ucap Roni pelan namun terdengar oleh Sean Arthur.


“Bagus, sekarang pesankan aku kopi, abis makan kok aku mulai mengantuk” ucap Sean Arthur meskipun dia sama sekali tidak mengantuk.


“Baik Bos” ucap Roni sambil berdiri.


“Roni pesankan untuk yang lainnya juga” ucap Sean Arthur yang sengaja mengulur waktu agar anak buah Roni datang sebelum mereka pergi.


“Siap Bos” Ucap Roni sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.


“Doni apakah kau sudah kenyang, aku tidak ingin kau teriak lapar lagi setelah ini” ucap Sean Arthur.


“Kenyang Bos, setidaknya untuk dua jam kedepan” ucap Doni sambil tersenyum lebar.


“Kau ini benar benar selalu lapar ya jika belum makan kerbau satu ekor” ucap Sean Arthur yang kembali menghisap rokoknya.


“Bos selama di rumah sakit saya tersiksa, makanan disana tidak ada bumbunya jadi saya membayarnya sekarang ini dengan banyak makan” ucap Doni.


“Belikan aku rokok sebentar, dan jangan menyuruh orang lain” ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, saya akan membelinya sendiri untuk bos” ucap Doni sambil berdiri lalu melangkah keluar dari ruangan itu.


Drrrrrrrrrrrtttttttt ponsel Sean Arthur mendapatkan panggilan telepon dan panggilan telepon itu dari Gunawan.


“Gunawan ada apa?” ucap Sean Arthur.


“Bos jika ada televisi silahkan di putar ya channel berita” ucap Gunawan.


“Oke apa ada lagi” ucap Sean Arthur.


“Hanya itu saja dulu Bos yang saya infokan” ucap Gunawan dan panggilan telepon itu langsung di putus oleh Sean Arthur.


“Nyalakan channel berita di televisi itu” ucap Sean Arthur sambil menunjuk televisi yang sedang menonton film aksi karena beberapa orang pengawal pribadinya sedang menonton film aksi tersebut.


Seorang pengawal pribadi Sean Arthur yang kebetulan sedang memegang remote langsung mencari channel berita dan membesarkan volumenya agar Sean Arthur dapat mendengar berita itu.


Berita itu ternyata berita kematian dari delapan orang direksi yang telah berkhianat dan kematian mereka semuanya sama akibat satu peluru di kepala mereka namun bukan hanya itu saja, karena semua keluarga delapan direksi juga mengalami hal sama demikian juga para pengawalnya.


Berita selanjutnya juga menarik perhatian Sean Arthur karena ternyata Anton sang bos serigala juga menjadi korban penembak jitu, mati dengan satu luka tembak di kening.


“Sudah gantikan lagi ke Film Aksi tadi dan biarkan saja volumenya segini” ucap Sean Arthur sambil melihat jika ponselnya mendapatkan pesan singkat.


Sean Arthur kemudian mengambil ponselnya dan melihat pesan singkat tersebut yang ternyata di kirim oleh Gunawan.


“Bukan saya atau anak buah saya” tulis Gunawan melalui pesan singkat itu.


“Cari pelakunya dan cari tahu siapa otak di belakang layarnya” tulis Sean Arthur membalas pesan singkat tersebut sambil melihat jika Roni datang dengan membawa secangkir kopi.


“Iya terima kasih, apa anak buah mu sudah sampai” ucap Sean Arthur.


“Baru Sepuluh motor bos, lima di kiri dan lima di kanan, satu motor berdua bos” ucap Roni.


“Baguslah, setidaknya bisa mengikuti mereka terlebih dulu” ucap Sean Arthur yang melihat pasangan pemuda itu berdiri seperti hendak meninggalkan restoran itu.


“Bos apa yang sebenarnya terjadi, mereka terlihat terburu buru” ucap Doni yang baru saja kembali dengan membawa dua slop rokok Sean Arthur yang baru saja dibelinya.


“Semua penghianat termasuk juga dengan Anton sudah meninggal dengan satu tembakan di kening, apa kau tahu apa artinya ini?” ucap Sean Arthur.


“Jadi ikan besar sudah keluar” ucap Doni.


“Benar, dan mereka adalah orang orang ikan besar, hubungi anak buah kalian untuk menghabisi mereka dan ambil ponselnya agar kita bisa mengetahui siapa saja yang terlibat” ucap Sean Arthur karena anak buah Roni ya anak buah Doni juga.


“Baik Bos” ucap Doni sambil mengambil Ponselnya dan mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya yang berisi perintah dari Sean Arthur.


“Beres Bos, mereka sudah monitor dan mereka juga sudah siap di posisi mereka, sesuai dugaan saya jika mereka akan berbeda arah” ucap Doni.


“Oke kita tetap disini dulu saja, biarkan mereka bekerja, dan seharusnya semua tugas yang tadi sudah beres bukan” ucap Sean Arthur sambil melihat jam tangannya.


“Sudah Bos, aman dan sesuai rencana kita” ucap Roni.


“Rubah titik temu, ke titik yang aku berikan ini” ucap Sean Arthur sambil mengirimkan sebuah koordinat ke ponsel Roni melalui pesan singkat.


“Siap Bos” ucap Roni sambil melihat koordinat tersebut dan meneruskan pesan singkat tersebut ke anak buahnya.


“Nikmati kopi kalian, kita akan berangkat setengah jam lagi, Doni bereskan tagihannya” ucap Sean Arthur.


“Sudah saya bereskan Bos, termasuk kopinya tadi selesai saya membeli rokok saya mampir kasir” ucap Doni.


“Bagus, dan panggil semua anak buah kalian yang di luar kota untuk kumpul di rumah kembali, kecuali yang sedang mendapatkan tugas, kita harus bersiap untuk yang terburuk, sepertinya akan ada perang terbuka lagi dalam waktu dekat, namun semoga saja tidak.” ucap Sean Arthur.


“Bos apakah termasuk yang mengamankan aset anda juga kita tarik?” tanya Roni.


“Itu tandanya mereka sedang bertugas, jadi biarkan mereka tetap bertugas, nanti di rumah kau bagi tugas lagi untuk memperkuat pengamanan aset ku, aku sangat yakin jika mereka akan menyerang kita namun aku tidak tahu apa aset atau orang yang akan mereka serang” ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, apakah kita juga harus mengawal semua pekerja anda, karena orang kita tidak cukup untuk hal itu.” ucap Roni.


“Tidak perlu, target mereka adalah aku dan semua orang terdekatku, biar anak buah Gunawan dan Alex saja yang mengawal Ardhi dan Rico” Ucap Sean Arthur sambil mengambil ponselnya lalu menghubungi Gunawan dengan panggilan telepon.


“Siap bos, baru saja saya hendak menghubungi Bos, hendak melaporkan jika semua kasino sudah bersih, semua jejak digital sudah saya hapus” ucap Gunawan melalui panggilan telepon itu.


“Bagus, namun bukan hal itu yang ingin aku bahas, aku perlu anak buah mu dan juga anak buah Ale untuk mengawal Ardhi dan Rico, dan kalian semua tingkatkan kewaspadaan, ikan besar sudah keluar dan kalian bisa menjadi target mereka.” ucap Sean Arthur.


“Sudah beres juga bos, masing masing mendapatkan sepuluh orang yang akan mengawal mereka, tadi waktu saya melihat berita itu saya langsung berkoordinasi dengan Alex jadi kami mengirim masing masing lima anak buah kami, karena jika terlalu banyak akan mencolok” ucap Gunawan melalui panggilan telepon itu.