Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Persiapan Menghadapi Serigala Asia 2



"Bos jika demikian nanti saya akan mengabari pasukan saya yang memang akan menjadi peniup api agar semakin membara." Ucap Alex.


"Iya, nanti aku akan memberikan tugas kepada kalian semua." Ucap Sean Arthur sambil terus berjalan ke arah taman belakang.


"Untuk saya apapun tugasnya akan saya kerjakan dengan sebaik baiknya." Ucap Alex dengan sangat hormat.


"Alex, apakah menurutmu Rico bisa mengamankan villa dago?." Tanya Sean Arthur.


"Bos, menurut saya dia bisa, lagi pula disana hanya orang orang saya dan Gunawan saja, kan Rico sudah tidak memiliki anak buah sama sekali." Jawab Alex.


"Itu dia maksud ku, dia itu belum bisa mendapatkan bawahan yang benar benar setia, dan ini membuat ku kasihan kepada Rico." Ucap Sean Arthur.


"Bos, lalu apa yang harus kita lakukan?." Tanya Alex.


"Alex, kita tidak bisa untuk selalu membantunya, dia harus bisa sendiri dan membangun kekuatannya sendiri, jika terus menopangnya maka yang ada di akan menjadi lemah, laki laki itu harus bisa maju, jadi coba kau sampaikan ke dia untuk mulai keluar dan mencari bawahan yang baru namun yang benar benar setia." Ucap Sean Arthur.


"Siap Bos, nanti saya akan berbicara dengan Rico meskipun saya tidak bisa menjamin di bisa kembali percaya diri seperti dulu, dia cukup menyalahkan dirinya sendiri karena ternyata anak buahnya semuanya berkhianat kepadanya." Ucap Alex.


"Kau berikan pandangan kepadanya tentang bagaimana kau merekrut anak buah mu." Ucap Sean Arthur.


"Siap Bos, saya akan berikan kepadanya cara saya mendapatkan anak buah yang setia, jika saya lihat selama ini, Rico terlalu puas dengan di panggil Bos, jadi tidak mengutamakan persaudaraan dengan bawahannya, seharusnya dia bercontoh kepada anda." Ucap Alex.


"Aku sudah mengajarkan kepada kalian jika persaudaraan akan lebih kuat, namun kalian mengikuti atau tidak maka aku tidak akan memaksa kalian sama sekali." Ucap Sean Arthur.


"Terima kasih Bos, anda dengan ayah anda benar benar sama dalam hal ini, meskipun banyak pengkhianatan namun kalian berdua selalu tenang." Ucap Alex.


"Ayahku pernah berkata, bukan saudara namun akan lebih kental dari saudara, dan selama dia hidup aku bahkan tidak memikirkan maksud ucapannya namun seiring berjalannya waktu ternyata aku memahami apa yang dia ucapkan." Ucap Sean Arthur sambil memasuki pendopo yang hanya memiliki sebuah meja bundar pendek tanpa adanya kursi disana.


Semuanya ternyata sudah ada disana menunggu kehadiran Sean Arthur dan Alex.


Sean Arthur langsung duduk bersandar pada dinding pendopo itu dan dia pun kemudian menyalakan sebatang rokoknya.


"Bos, ini lokasi markas markas mereka dan ini lokasi dan data usaha mereka." Ucap Gunawan sambil menyerahkan dua buah amplop coklat besar ke Sean Arthur.


Sean Arthur menerimanya dan langsung mempelajari apa yang di dapatkan oleh Gunawan itu.


"Gunawan apakah ini sudah semuanya, jika dengan data ini sangat mustahil mereka bisa memiliki banyak anak buah, karena hanya satu miliar rupiah saja penghasilan mereka sebulan." Ucap Sean Arthur sambil menyimpan berkas yang dia baca mengenai data usaha kelompok serigala asia.


"Bos, hal ini mungkin baru sepuluh persen saja yang saya ketahui namun kedepannya saya akan mengetahuinya lebih banyak lagi." Jawab Gunawan.


Sean Arthur hanya menganggukkan kepalanya saja dan dia pun kini sedang memperlajari berkas kedua.


"Jadi di setiap kota ternyata mereka memiliki sampai lima markas, apakah kau bisa melakukan penyadapan ke markas markas mereka ini agar tahu apa saya yang ilegal di sana selain dengan dengan senjata mereka." Ucap Sean Arthur sambil menyimpan kembali berkas itu ke dalam amplop coklat itu.


"Oke, lalu bagaimana dengan bisnis legal mereka apakah kau sudah tahu apa kelemahannya." Ucap Sean Arthur.


"Sudah Bos, dan saat ini dana merek ada hampir sepuluh triliun rupiah. Dan piutang mereka jauh lebih besar dari itu." Jawab Gunawan.


"Jika begitu maka kita bisa tetap sesuai rencana." Ucap Sean Arthur.


"Bos apa rencana anda?." Tanya Gunawan.


"Gunawan, dalam hal ini tugas mu sangat penting, dan misi kali ini sembilan puluh persen membutuhkan mu." Jawab Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.


"Maaf Bos, apakah anda bisa memperjelasnya." Ucap Gunawan.


"Aku belum selesai berbicara namun kenapa kau potong saja." Ucap Sean Arthur sambil kemudian meminum sedikit bandreknya.


"Roni apa hasil interogasi dari keempat orang itu?." Tanya sean Arthur.


"Bos, sementara dari mereka kita tahu jika mereka berasal dari markas di kota subang, dan memang jika di markas itu ada usaha ilegal mereka seperti yang disampaikan oleh Gunawan barusan, dan mereka masih di ruang tahanan bawah tanah agar bisa kembali kita interogasi nantinya." Ucap Roni.


"Oke dengarkan baik baik, 


Pertama kau sebarkan bukti bukti hasil penyadapan mu ke polisi agar pihak kepolisian saja yang menangkap mereka, dan kabari pihak media agar ini lebih heboh lagi, ini juga untuk mematikan semua bisnis mereka,


Kedua, kau bangkrutkan mereka  lalu kau tarik tujuh puluh persen dana mereka masukan ke rekening pribadi ku yang ada di bank Swiss dan masukan tiga puluh persen sisanya ke rekening salah satu petinggi mereka.


Ketiga, ini tugas Alex, untuk meniup api kecil ini agar membara, aku ingin terjadi kekacauan di antara mereka sendiri, pecahkan mereka agar mereka saling menyerang.


Keempat, kembali ke Gunawan, kau siapkan penembak jitu untuk menjadi cadangan apabila pihak kepolisian mengalami kendala maka para penembak jitu harus melumpuhkan mereka.


Kelima, tingkatkan kewaspadaan karena ini hanya usaha dan markas kecil yang kita serang, ingatlah kita belum mengetahui seberapa kuat mereka dan seberapa berkuasanya mereka." Ucap Sean Arthur.


"Baik Bos, jika demikian maka saya pamit untuk mengerjakan hal ini terlebih dulu, tapi maaf saya akan memutar dulu uang itu baru nantinya saya lempar ke rekening bank swiss anda, mungkin prosesnya sampai satu minggu, ini untuk menghindari adanya pelacakan terhadap aliran data itu." Ucap Gunawan.


"Iya tidak masalah, selama kau bisa maka silahkan saja kau atur sebaik mungkin, ingatlah tidak ada kesalahan sekecil apapun yang bisa membuat kita terlihat." Ucap Sean Arthur.


"Siap Bos, beres dan jika sudah selesai maka saya akan mengabari Bos dan yang lainnya." Ucap Gunawan.


"Oke, pergilah dan kabari setiap perkembangannya dan jika Alex sudah datang suruh kesini saja." Ucap Sean Arthur.


"Baik Bos, saya permisi dulu ya Bos." Ucap Gunawan sambil berdiri lalu melangkah meninggalkan Sean Arthur dan yang lainnya.