
"Oke, Rico batal" ucap sean Arthur sambil melihat ada lima monitor lagi yang kembali menyala dan salah satu monitor memperlihatkan halaman depan kafe dan ruko yang menjadi target mereka.
Rico hanya mengangguk saja pertanda dia mengerti ucapan Sean Arthur.
"Bos bukankah itu Andika Serigala kedua dan Miki serigala ke lima" ucap Alex sambil menunjuk ke monitor cctv yang memperlihatkan bagian dalam ruko target mereka itu.
"Gunawan apakah ponsel mereka hidup coba periksa Jika hidup ambil rekaman suaranya" ucap Sean Arthur sambil terus mengawasi monitor monitor itu dan monitor yang sebelumnya memperlihatkan rekaman cctv diskotik Quantico sudah mati kembali.
"Sebentar Bos", ucap Gunawan sambil menengok ke anak buahnya dan tidak lama kemudian sebuah monitor yang gelap alias tidak ada gambar apapun menyala bersamaan terdengarnya suara percakapan antara Andika dan Miki.
"Miki saat ini Tomi di penjara dan Bayu sedang di periksa oleh polisi atas dugaan suap, sepertinya ini ulah dari Sean Arthur" ucap Andika yang terdengar melalui speaker speaker besar yang ada di sana.
"Kakak kedua, aku juga yakinnya seperti itu namun kita tidak memiliki bukti untuk menuntut Sean Arthur itu, di tambah lagi team cyber kita yang di buah batu sudah pada kabur namun entah kenapa aku masih tidak mengerti kenapa mereka kabur padahal kita membayar mereka cukup mahal" ucap Miki.
"Adik ke lima, aku sangat yakin jika Sean Arthur juga ada kaitannya dengan mereka bisa saja dia membayar banyak uang untuk mereka jadi mereka membelot dari kita, tapi kita tidak memiliki bukti apapun" ucap Andika.
"Kakak kedua saya tadi menghubungi tim cyber yang di Cimahi namun tidak ada seorang pun yang menjawab panggilan telepon saya apakah menurutmu ada yang terjadi di sana" ucap Miki.
"Coba aku kirim anak buahku yang di Cimahi untuk mengecek mereka" ucap Andika dan dari monitor cctv itu mereka melihat jika Andika mengirim pesan singkat.
"Kakak sebentar sepertinya kakak pertama menghubungi ku" ucap Miki dan terlihat melalui monitor jika dia mengeluarkan ponselnya lalu meletakkannya di atas meja.
"Miki dimana kau, sekarang juga ke diskotik Quantico dan urus diskotik itu, sampaikan ke pihak kepolisian jika kita tidak membuat laporan untuk kekacauan yang terjadi dan berikan kompensasi kepada para karyawan yang terluka" terdengar suara Anton alias serigala pertama oleh semuanya karena Miki meloudspeaker ponselnya.
"Kakak apakah ada masalah di diskotik Quantico, aku sedang bersama dengan kakak kedua di Cicendo" ucap Miki.
"Para pengunjung membuat keributan sampai terjadi kebakaran di sana dan saat ini pemadam kebakaran dan pihak kepolisian juga sudah di sana, kalian berdua ke sana saja urus masalah ini kepala ku sudah mau pecah setiap hari ada saja masalah yang terjadi" ucap Anton.
"Baik kak, aku dan adik ke lima akan mengurus diskotik Quantico" ucap Andika dan Miki terlihat mematikan panggilan telepon itu.
Semuanya kini melihat jika Andika dan miki berdiri lalu meninggalkan ruangan itu dan dari monitor lain mereka melihat jika keduanya langsung memasuki mobil mereka masing masing lalu meninggalkan ruko itu.
Monitor yang layarnya gelap pun mati kembali dan tidak lagi terdengar suara apapun dari speaker speaker itu.
"Bos pengambilan data sudah selesai jika anda mau sekarang bisa menghancurkan kafe itu namun saya memiliki saran sedikit agar tidak mencolok perhatian siapapun" ucap Gunawan berbicara dengan nada suara yang sangat sopan.
"Gunawan bicara saja apa yang kau rencanakan" ucap Sean Arthur.
"Berapa lama kau bisa melakukan hal itu" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Berikan kami lima menit bos karena yang susah adalah menghancurkan laptop mereka sampai ke hard disk mereka sedangkan untuk membuat konsleting listrik itu mudah kok Bos" jawab Gunawan dengan hormat.
"Oke, kerjakan sekarang aku ingin melihat kekacauan disana" ucap Sean Arthur sambil kemudian meminum sedikit kopinya
Gunawan langsung berdiri dan mendekati salah seorang anak buahnya lalu duduk di salah satu meja kosong dan mulai memainkan mouse dan keyboard laptop yang ada di meja itu.
Lima menit berlalu dan kini terlihat jika pengunjung kafe itu mulai berlarian keluar demikian juga sepuluh orang yang merupakan tim cyber geng serigala itu.
Dua monitor Kemudian memperlihatkan situasi dalam kafe dan ruko tim cyber yang kini terbakar di beberapa bagian akibat korsleting listrik dan monitor lain memperlihatkan beberapa bagian luar area itu.
Sepuluh orang yang merupakan tim cyber itu tidak membawa apapun saat mereka keluar dari dalam ruko itu dan hal ini membuat Sean Arthur tersenyum puas.
Tidak sampai sepuluh menit bangunan besar itu sudah terbakar sampai enam puluh persen dan api semakin membesar.
Beberapa mobil pemadam kebakaran dan mobil pihak kepolisian juga kini sudah terlihat berdatangan dan dari monitor lain terlihat jika penduduk sekitar juga sudah mulai berdatangan, bahkan pihak media juga sudah berdatangan juga.
Sekarang hanya tinggal dua monitor saja yang menyala dan itu merupakan cctv milik bangunan bangunan yang ada di seberang lokasi kebakaran itu.
Sean Arthur dan yang lainnya terus memperhatikan dua monitor itu dan mereka melihat jika pihak pemadam sudah mulai bekerja dan hal ini membuat Sean Arthur tersenyum bahagia.
"Bos sepertinya anda sangat gembira melihat para pemadam kebakaran bekerja" ucap Alex dengan sangat hormat yang memperhatikan senyum bahagia Sean Arthur.
"Alex pemadam kebakaran menyemprotkan air ke ruko itu dan secara tidak langsung menghancurkan semua yang tidak hancur oleh api, jadi yang selamat dari virus buatan Gunawan dan api itu kini hancur oleh air dari pemadam kebakaran dan ini membuatku senang" ucap Sean Arthur sambil melihat kedatangan Gunawan kembali ke tempat mereka duduk.
"Beres Bos semuanya berjalan sesuai dengan rencana saya" ucap Gunawan dengan hormat.
"Terima kasih atas kerja keras mu dan tim mu, baiklah sudah mulai pagi, ayo kita beristirahat dan Gunawan sebelum kau istirahat perintahkan anak buah mu untuk tetap menyadap ponsel bos bos serigala itu" ucap Sean Arthur sambil berdiri.
"Siap Bos" ucap Gunawan sambil berdiri juga.
Sean Arthur dan yang lainnya langsung menuju anak tangga dan mereka membubarkan diri untuk beristirahat di kamar mereka masing masing.
"Sepertinya geng serigala akan benar benar marah dua aset mereka hangus terbakar dan diskotik Quantico milik mereka akan tutup selama beberapa waktu yang cukup lama dan malam ini menjadi malam bersejarah untuk mereka semua" ucap Sean Arthur berbicara sendiri sambil berganti pakaian dengan menggunakan pakaian tidurnya.