
Sean Arthur kemudian membiarkan ke empat orang ini untuk memakan makanan yang di bawa oleh anak buah Alex dan benar apa yang di ucapkan oleh Pria itu tiga puluh menit kemudian sebuah email masuk ke ponsel Sean Arthur yang langsung di lihat olehnya.
Di email itu ada beberapa rekaman video yang langsung di lihat oleh Sean Arthur dengan teliti.
Ke empat orang itu kini duduk dengan tenang tanpa berbicara sedikit pun dan mereka tampak semakin khawatir karena melihat raut wajah Sean Arthur yang sangat tenang dan tidak ada emosi apapun.
"Dimana File aslinya yang belum kalian edit" ucap Sean Arthur yang mengagetkan semua orang karena sejak Sean Arthur membuka emailnya tidak ada yang berani bersuara disana.
"Bos, ada dua file aslinya, satu di laptop dan satu di cloud kami, untuk username dan password nya sudah kami berikan di email tersebut juga" ucap salah satu dari empat pria itu.
"Oke, aku bisa saja melepas kalian tapi ….. " ucap Sean Arthur namun terputus karena Sean Arthur menyalakan kembali sebatang rokoknya.
"Tapi aku tidak akan membiarkan kalian ke kanada karena di sana masih ada beberapa orang utusan dari Tomi, jadi aku akan mengirim kalian ke Swiss apakah kalian berminat" ucap Sean Arthur dengan santai.
"Bos, kami tidak pantas menerima kebaikan anda, kami berempat hanya meminta anda tidak melukai anak dan istri kami saja kepada Bos" ucap salah seorang pria lainnya yang menganggap jika Sean Arthur akan membunuhnya dan juga keluarganya di Swiss.
"Jika aku mau kalian mati, apakah menurut kalian, kalian masih bisa bernafas sekarang, hanya ada dua pilihan untuk kalian, satu kembali ke kanada dan satu lagi yaitu pindah ke Negera yang aman dan setahuku hanya Swiss saat ini yang aman untuk kalian sampai aku menghabisi geng serigala" ucap Sean Arthur dengan nada suara yang terdengar sangat santai.
"Semua barang kalian aku sita dan Alex antarkan mereka ke bandara berikan kembali surat surat mereka juga masing masing berikan lima puluh juta rupiah untuk ongkos terbang mereka, jika mereka memilih Swiss maka berikan kontak kita yang ada di sana untuk mereka" ucap Sean Arthur kembali sambil berdiri dan melangkah menuju tangga untuk keluar dari ruang bawah tanah itu.
"Rico bawa lagi semua dan masukan ke dalam mobil, kita akan jalan jalan" ucap Sean Arthur lagi sambil terus melangkahkan kakinya.
"Baik Bos" ucap Alex dan Rico dengan kompak.
"Kalian bawa ini semua ke parkiran dan masukan ke SUV BMW saja" ucap Rico sambil menunjuk barang barang yang ada di atas meja lalu mengejar Sean Arthur.
Empat orang anak buah Rico langsung melangkah menuju meja itu dan mengambil semua barang milik ke empat orang itu lalu membawanya ke parkiran mobil sesuai perintah dari Rico.
"Bos, apakah kita akan ke tempat Gunawan" ucap Rico yang kini sudah berjalan di sebelah kiri Sean Arthur dan mereka sudah dekat dengan garasi besar yang berisi ratusan motor dan motor milik Sean Arthur.
"Benar, jadi ini ternyata yang di kirim oleh Ardhi" ucap Sean Arthur sambil melihat mobil mobil barunya itu.
"Benar Bos, tapi kita hari ini pakai SUV BMW saja ya bos, sudah lama saya ingin mencobanya" ucap Rico dengan suara yang terdengar sangat sopan.
Ke empat orang itu langsung memasukan semua barang barang yang mereka bawa ke dalam sebuah SUV BMW namun bukan yang paling depan melainkan yang ada di tengah dan tetap berdiri di luar mobil menunggu Sean Arthur dan juga Rico.
"Rico apakah hanya mereka yang mengawal kita" ucap Sean Arthur sambil berjalan menuju SUV BMW yang terparkir paling depan.
"Tidak Bos, dua mobil lagi sudah standby di dekat gerbang dan ada dua puluh orang dengan sepuluh motor di luar pagar yang akan mengawal anda namun tidak akan melekat seperti mereka berempat agar tidak mencolok perhatian orang lain." Jawab Rico sambil menaiki SUV BMW itu dan demikian juga dengan Sean Arthur yang duduk di kursi penumpang belakang.
Dua SUV BMW itu keluar dari garasi dan langsung melesat menuju pintu gerbang dan benar apa yang di sampaikan oleh Rico karena ada dua SUV Mitsubishi yang langsung jalan saat mereka lintasi.
"Rico apakah Ardhi sudah memberi kabar tentang anak penolongku" ucap Sean Arthur sambil membuka sunroof lalu menyalakan sebatang rokoknya.
"Belum Bos, Bos Ardhi belum mengabari saya tentang itu, dia tadi menghubungi saya hanya perihal pengiriman cctv yang diminta oleh Alex saja" ucap Rico sambil terus mengemudi dengan santai dan kecepatan mobil juga hanya dua puluh kilometer per jam saja.
"Aku lihat anak buah mu banyak juga yang baru apakah kau yakin dengan mereka" ucap Sean Arthur.
"Yakin Bos, mereka dalam kesetiaan sudah terbukti dan dari segi kemampuan juga mereka bisa di andalkan karena semuanya petarung jalanan yang sudah biasa berolahraga" ucap Rico dan kini dia lebih teliti dalam melihat sekitarnya.
"Oke jika begitu pulang dari kafe kopi gunawan aku akan minta mereka berolahraga" ucap Sean Arthur yang membuat Rico menoleh ke arahnya.
"Bos apakah ada yang hendak anda tangkap lagi" ucap Rico dengan sangat penasaran.
"Benar, selesai dari Lembang kita ke Setiabudi ternyata rumah yang di seberang rumah ku adalah salah satu markas anak buah Tomi dan aku baru tahu dari rekaman CCTV yang di emailkan oleh empat orang tadi" ucap Sean Arthur dengan santai sambil tetap menikmati rokoknya.
"Pantas saja di jalanan sana banyak Jip hitam jadi karena mereka memang bermarkas di sana, Bos maaf apakah tidak masalah jika kita menyerang mereka siang siang" ucap Rico dengan sangat penasaran dan terdengar khawatir.
"Rico kau tenang saja, rumah itu memiliki pagar yang tinggi dan rumah kiri kanan mereka juga kosong, selama tidak ada suara ledakan senjata api makan akan aman" ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah kirinya.
"Baik Bos jika demikian lalu apakah saya perlu mengirimkan banyak orang kesana nantinya" ucap Rico.
"Nanti saja urusan itu, rokok ku habis jadi berhentilah dan belikan aku rokok." Ucap Sean Arthur sambil mematikan rokoknya yang merupakan batang terakhir.
Rico tidak langsung menjawab melainkan membuka konsol tengah dan memberikan satu slop rokok ke Sean Arthur.