
"Alex ada apa sama bos besar sepertinya dia benar benar bersungguh sungguh ingin menghapus semua diskotik nya" ucap Rico di luar ruang kerja Sean Arthur.
"Itu benar Bos besar sudah jenuh dengan semua hal yang ilegal dan kau tahu sendiri bukan bos besar tidak suka alkohol sama sekali, aku tahu hari ini akan tiba di mana perubahan besar terjadi di grup naga" ucap Alex.
"Semoga saja tidak ada anak buah kita yang membelot" ucap Rico sambil terus berjalan bersama Alex menuju ke arah helipad dan mereka berencana menghubungi semua anak buah mereka yang bekerja di diskotik diskotik milik Sean Arthur di dekat helipad.
Tiga puluh menit berlalu dan kini Alex dan Rico sudah kembali menemui Sean Arthur di ruang kerjanya.
"Maaf bos menunggu lama, semua anak buah kami sudah dalam perjalanan menuju villa Ciwidey, helikopter juga sudah siap" ucap Alex dengan sangat hormat mewakili Rico.
"Oke, ayo kita ke sana" ucap Sean Arthur sambil mengambil ponsel dan sebungkus rokok beserta koreknya lalu berdiri dan melangkah menuju helipad di temani oleh kedua anak buahnya itu.
Mereka bertiga menaiki helikopter milik Sean Arthur dan helikopter itu langsung terbang menuju ke Villa Ciwidey.
Tidak ada seorang pun yang berbicara selama dalam perjalanan karena Sean Arthur sendiri sibuk menghisap rokoknya sedangkan Alex dan Rico sibuk melihat pemandangan di bawahnya.
Helikopter itu langsung mendarat di helipad yang ada di villa Ciwidey dan mereka bertiga kemudian turun dari helikopter menuju ke dalam Villa untuk menunggu kabar lengkapnya anak buah Alex dan Rico.
"Bos, apakah anda sudah tidak lagi ingin memiliki diskotik" ucap Alex dengan sangat hormat dan terlihat menjaga agar Sean Arthur tidak marah dengan pertanyaannya.
"Benar, dan sebelumnya aku ingin bertanya kepada kalian jika bisnisku bangkrut apakah kalian akan tetap bersamaku" ucap Sean Arthur dengan sangat santai dan kembali menyalakan sebatang rokoknya.
"Bos, kami akan selalu bersama anda demikian juga semua yang ada di kediaman anda, kita adalah keluarga jika ada masalah maka kita cari solusinya bersama" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Benar Bos apapun yang terjadi saya akan selalu bersama anda" ucap Rico.
"Bagus, aku suka jawaban kalian berdua, nanti kita lihat apakah anak buah kalian yang selama ini berjaga di tempat hiburan malam itu setia seperti kalian apa tidak" ucap Sean Arthur dengan sangat Tegas.
"Iya Bos, semoga saja mereka tidak terlihat membelot karena jika sampai saya melihat keraguan di wajah mereka maka saya akan memastikan hidup mereka hanya sampai hari ini saja" ucap Alex dengan sangat hormat namun terdengar sangat mendominasi.
"Benar bos, saya juga akan memastikan dengan sebaik baiknya anak buah saya, jika mereka sampai terlihat membelot maka saya juga tidak akan membiarkan mereka hidup" ucap Rico.
"Aku sebenarnya dari dulu ingin menghapus semua bisnis hiburan namun sekarang cukup diskotik diskotik saja dulu yang kita tutup, Alex seperti yang tadi aku sampaikan kepadamu cukup kita yang memiliki dua sisi jangan anak anak kita juga, dengan kita membersihkan diri setidaknya anak anak dari orang yang bekerja kepada kita tahu jika pekerjaan ayah mereka adalah pekerjaan yang baik, apakah kalian berdua bisa memahami hal ini" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kembali menghisap rokoknya.
"Kami paham Bos, mohon maaf sebentar saya lihat ponsel saya dulu" ucap Alex dengan sangat hormat sambil mengambil ponselnya yang berdering tanda ada yang menghubunginya.
"Bos semuanya sudah ada di villa bawah, kita bisa kesana menggunakan motor jika ingin cepat" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Alex, kenapa kita yang harus kesana, suruh mereka semua berlomba lari saja kesini, suruh semuanya berkumpul di halaman belakang dekat helipad saja kan luas" ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.
"Siap Bos" ucap Alex dengan sangat hormat sambil mengambil ponselnya kembali dan langsung menghubungi anak buahnya yang ada di villa bawah.
"Kalian semua lari naik ke villa atas dan berbaris di halaman belakang dekat helipad" ucap Alex dengan sangat tegas dan langsung mematikan panggilan telepon itu dan menyimpan ponselnya kembali.
"Ayo kita tunggu mereka kita lihat siapa yang datang pertama dan siapa yang terakhir datang" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan langsung melangkah menuju ke halaman belakang kembali di ikuti oleh kedua anak buahnya itu.
Sean Arthur dan kedua anak buahnya langsung duduk di kursi taman yang melingkari sebuah meja bulat menunggu kedatangan anak buah dari Alex dan Rico.
"Alex tolong ambilkan lima ratus juta dari brankas yang ada di sini" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat ke Alex.
"Baik Bos sebentar saya ambilkan dulu" ucap Alex sambil berdiri dan langsung melangkah menuju ke ruang brankas yang ada di ruang kerjanya di villa itu.
"Rico seharusnya sebentar lagi mereka datang, pisahkan sepuluh orang pertama dan seratus orang di belakang mereka dan sepuluh terakhir" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat ke arah jalanan yang akan menjadi tempat kedatangan semua anak buah Alex dan Rico yang sedang berlari dari villa bawah yang lumayan jauh dan terjal juga jalannya.
Lima menit berlalu dan Alex sudah kembali dengan membawa sebuah tas kecil yang berisi pecahan uang tunai senilai satu juta rupiah dengan total lima ratus lembar lalu memberikannya kepada Sean Arthur.
"Kau ini, ambil lagi lima ratus juta lagi pecahan seratus ribu saja jangan satu juta" ucap Sean Arthur sambil menerima tas kecil itu lalu menyimpannya di atas meja.
Alex hanya tersenyum lebar dan langsung berlari kembali ke dalam villa sedangkan Rico sudah berdiri di tengah halaman belakang villa yang sangat luas itu.
Lima menit lagi berlalu dan satu persatu sudah terlihat mendatangi halaman belakang itu dan langsung di bariskan oleh Rico sesuai keinginan dari sean Arthur untuk memisahkan mereka.
Alex juga sudah kembali dengan membawa sebuah tas ransel yang berisi uang tunai sebanyak lima ratus juta rupiah dengan pecahan seratus ribu rupiah dan langsung memberikannya kepada Sean Arthur.
Sean Arthur menerima tas ransel itu dan kembali menyimpannya di atas meja berdampingan dengan tas kecil yang tadi dibawa Alex.
"Alex lihatlah sepuluh orang pertama itu jika mereka benar benar setia kepadaku maka aku akan menjadikan mereka berkedudukan lumayan di usaha yang baru nanti" ucap Sean Arthur sambil melihat ke sepuluh orang pertama dan hanya mereka saja yang baru sampai.