Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Obrolan Gazebo bambu 4



"Baik Bos, saya akan menyiapkannya dan sebaiknya kita membakarnya disini ramai ramai, bagaimana menurut Bos" ucap Doni dengan sangat sopan dan hormat.


"Ide yang bagus, dan ajak saja para pengawal ku itu untuk ikut bersantai bersama kita di sini" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Siap Bos, saya akan menyiapkan dulu semuanya sekaligus mengajak para pengawal anda yang belum beristirahat untuk ikut bersantai dan membakar jagung bakar" ucap Doni sambil berdiri.


"Pergilah" ucap Sean Arthur dengan ramah dan terlihat jika Doni langsung meninggalkan Gazebo itu.


"Bos saya juga pamit dulu, karena seharusnya mereka sudah sampai di penjara bawah tanah kita." Ucap Roni dengan sangat hormat sambil melihat ponselnya.


"Pergilah dan ingat pesanku" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Siap Bos" ucap Roni dengan sangat hormat sambil berdiri dan meninggalkan Sean Arthur dan juga Alex di gazebo bambu itu.


"Bos Apakah penjara bawah tanah itu jauh dari sini" ucap Alex dengan sangat hormat dan terlihat penasaran.


"Lumayan, karena ada di hutan yang sebelah sana" ucap Sean Arthur sambil menunjuk ke hutan yang ada di bawah villa Naga.


Alex melihatnya dan dia benar benar takjub karena gunung itu tingginya kalah dengan villa naga yang berarti villa naga ini berada di gunung yang sangat besar dan tinggi.


"Alex Tembok villa naga ini menutupi tiga Gunung dan lima bukit, namun ini semuanya atas nama ku" ucap Sean Arthur dengan sangat santai sambil menikmati rokoknya kembali.


"Sangat luas sekali bos, selama ini saya kira hanya villa Ciwidey yang luas ternyata villa naga lebih luas" ucap Alex dengan sangat hormat dan bangga karena menjadi bawahan Sean Arthur.


"Alex aku tidak melarang mu untuk memiliki aset mu sendiri jadi gunakan uangmu dengan bijaksana" ucap Sean Arthur dengan sangat ramah.


"Bos semua yang saya miliki adalah pemberian dari anda jadi secara tidak langsung itu semua ya milik anda" ucap Alex sambil tersenyum lebar.


"Kau itu aku bicara apa kau menjawabnya apa, sudah kau tunggu disini dulu aku mau mengambil uang buat jajan para pengawal ku, kasian mereka sudah mengikuti ku namun belum mendapatkan apapun dari ku" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan meninggalkan Alex sendirian di gazebo bambu itu.


"Seandainya anda tahu, jika saya benar benar mengabdikan diri saya untuk anda, jika bukan karena anda mungkin hidup saya dan anak istri saya tidak pada posisi seperti ini, saya akan selalu bersama anda apapun yang terjadi dan perusahaan yang saya bangun semata mata untuk mengamankan posisi anda nantinya" ucap Alex dalam hatinya sambil tersenyum melihat punggung Sean Arthur yang mulai menghilang memasuki Villa Naga.


"Alex dimana Bos" ucap Doni yang sudah kembali bersama beberapa wanita muda yang merupakan pelayan di villa Naga.


"Bos sedang ke ruang brankas mengambil uang untuk para pengawal barunya itu" ucap Alex dengan sangat ramah.


"Bos ini kadang ku pikir dia bekerja keras hanya untuk para bawahannya saja" ucap Doni sambil duduk di pinggir gazebo bambu melihat para pelayan villa naga menyiapkan alat alat pembakaran dan juga ratusan jagung manis untuk mereka bakar.


"Itulah sifat manusia yang berhati busuk, diberikan kehidupan yang nyaman tapi tidak pernah bersyukur" ucap Doni dengan ramah.


"Oh iya aku hampir lupa, aku hendak membeli rokok untukku dan Bos apakah di kawasan villa naga ada yang berjualan, atau aku harus ke luar kawasan" ucap Alex dengan ramah.


"Oh soal itu tunggu saja sebentar, aku sudah menyuruh anak buahku membelikannya untuk kalian bertiga, aku tahu kalian semua perokok aktif jadi aku belikan karena di kawasan ini tidak ada yang berjualan, penjual terdekat ya dekat kalian membeli nanas itu" ucap Doni sambil menyalakan sebatang rokoknya juga.


Para wanita muda itu bekerja dengan cepat dan mereka sudah mulai membakar arang batok kelapa untuk membakar jagung manis dan tidak sampai sepuluh menit kemudian Sean Arthur datang kembali di ikuti oleh para pengawalnya.


Sean Arthur langsung duduk di gazebo bambu itu sedangkan para pengawalnya duduk di gazebo bambu lainnya karena memang ada banyak gazebo bambu di sana.


"Alex berikan masing masing sepuluh juta per orang dan sisanya kau pegang untuk pengeluaran kita selama disini" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil memberikan sebuah tas ransel yang berisi uang tunai senilai enam ratus dua puluh juta rupiah ke alex.


"Baik Bos, saya akan membagikannya" ucap Alex dengan sangat hormat sambil menerima tas ransel tersebut dan langsung berdiri lalu melangkah menuju ke para pengawal yang ada di gazebo bambu lainnya itu.


"Bos, rombongan sudah datang dan semuanya sudah di masukan ke penjara bawah tanah, untuk di lakukan interogasi oleh anak buah Roni" ucap Doni sambil memutar badannya melihat Sean Arthur.


"Ya semoga saja kita tahu apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa mereka sampai seperti itu" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya dan itu adalah rokok terakhirnya.


"Saya sudah meminta anak buah saya untuk membelikan rokok anda dan rokok untuk Alex dan juga Gunawan" ucap Doni yang melihat Sean Arthur meremas bungkus rokok yang sudah kosong.


"Baguslah karena aku kelupaan membelinya tadi saat aku keluar bersama Alex" ucap Sean Arthur sambil melihat para wanita muda yang kini sudah mulai membakar jagung manis.


"Iya bos" ucap Doni.


"Doni, bagaimana dengan perusahaan pengolahan buah buahan mu" ucap Sean Arthur sambil bersandar di tiang Gazebo.


"Semuanya baik Bos, tidak ada kendala, perusahaan kita itu sudah memasuki pangsa pasar internasional dan semuanya berjalan lancar Bos" ucap Doni menjelaskan dengan sopan.


"Baguslah semakin banyak perusahaan yang kita buka maka akan semakin banyak juga yang mendapatkan pekerjaan yang penting kau ingat, kita bisa berhasil karena kerja keras semua orang yang bekerja kepada kita jadi makmurkan mereka ya" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos, saya pasti mengingatnya selalu" ucap Doni dengan sangat hormat.


"Bos, semua pengawal anda sudah mendapatkan uangnya" ucap Alex yang kembali mendatangi gazebo bambu itu dan langsung duduk di dekat Sean Arthur.


"Meskipun mereka orang orang Alex dan sudah mendapatkan gaji dari Alex namun selama mereka ikut bersamaku aku tidak akan membiarkan mereka kecewa dengan ku dan juga tentunya mereka harus merasakan kenyamanan juga bukan selama bersamaku" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Alex dan Doni.