Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Restoran Asia 9



Terlihat beberapa anggota kepolisian melakukan olah TKP dan mengintrogasi kedua bawahan Sean Arthur dan juga kelima pengawal pribadinya itu dengan teliti.


"Baiklah jika demikian, Pak Freddy apakah anda sudah memiliki kontrak Pak Sean" ucap Perwira menengah kepolisian itu dengan ramah.


"Siap sudah komandan" ucap Pak Freddy karena memang Sean Arthur sudah pernah memberikan nomor ponselnya.


"Pak Sean, saya Kapolres disini nama saya Rachman dan saya akan mengusut tuntas kasus pembunuhan pengawal pribadi anda, dan mengenai jenazah pengawal pribadi anda akan kami lakukan visum et refertum terlebih dahulu sebagai alat bukti kami setelah itu akan kami kembalikan kepada anda atau pihak keluarga untuk di makamkan" ucap Pak Rachman dengan sangat ramah.


"Pak Kapolres saya akan mengikuti semua prosedur kepolisian yang berlaku dan jangan sungkan apabila ada yang di butuhkan dari saya, pak Freddy bisa berikan nomor ponsel pribadi saya ke Pak Kapolres" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat Pak Freddy yang sedang memegang ponselnya.


"Baik Pak Sean… izin komandan sudah saya kirimkan nomor Pak Sean" ucap Pak Freddy dengan sangat hormat.


"Pak Freddy ponsel mu itu sudah sangat tua sekali apakah masih normal di gunakan" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Masih Sehat Pak Sean" ucap Pak Freddy sambil tersenyum lebar.


"Pak Sean jika saya boleh tahu tinggal dimana?" Tanya Pak Rachman dengan ramah.


"Saya memiliki banyak rumah pak, kadang saya di dago kadang di tempat lain namun jika di butuhkan bapak bisa kirimkan pesan singkat ke saya dan saya akan hadir, oh ya Pak kerusuhan di kota Bandung ini saya mendengar bukan hanya di sini saja apakah benar?" Ucap Sean Arthur sambil tersenyum ramah.


"Benar Pak, ini terjadi di beberapa tempat, berdasarkan informasi yang masuk kepada saya terjadi di dua puluh lokasi dan aksi penembak jitu juga terjadi di tempat lainnya bukan hanya di sini Pak" ucap Pak Rachman.


"Jika memang kerusuhan ini terjadi di banyak tempat dan banyak korban lalu apakah bapak sudah memiliki petunjuk mengenai tujuan kerusuhan ini" ucap Sean Arthur


"Ini masih dalam penyelidikan kami Pak Sean, karena informasi yang masuk bukan hanya di kota Bandung saja kerusuhan ini" ucap Pak Rachman sambil melirik anak buahnya yang masih melakukan olah TKP.


"Oh ya saya hampir lupa satu hal, Pak Freddy itu ponsel sebaiknya di simpan saja dengan tugas bapak di kepolisian sebaiknya bapak memiliki ponsel yang terkini bukan" ucap Sean Arthur mengalihkan pembicaraan mereka.


"Pak Sean kan tahu saya tidak mau neko neko, dan tahu bagaimana hidup saya jadi ini sudah lebih untuk saya Pak" ucap Pak Freddy sambil memperlihatkan ponselnya.


"Pak Kapolres apakah ada larangan untuk pengusaha membantu anggota kepolisian dengan membelikan Ponsel" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Tidak ada pak, selama murni hadiah tanpa ada ikatan kecuali pengusaha tersebut meminta ganti jasa dari anggota tersebut" ucap Pak Rachman dengan ramah.


"Baik jika demikian, Alex kemarilah" ucap Sean Arthur dengan santai karena berhasil mengalihkan pembicaraan mereka.


"Siap Bos, apakah ada yang bisa saya kerjakan" ucap Alex dengan sangat hormat.


"Pak Kapolres berapa orang anggota anda di wilayah polres yang anda pimpin?" Tanya Sean Arthur dengan ramah.


"Semuanya ada seribu orang Pak termasuk dengan sipilnya memang terdengar banyak namun dengan jumlah penduduk yang padat kami jadi terlihat sedikit" jawab Pak Rachman dengan ramah.


"Alex ambilkan di gudang seribu ponsel terbaru dan antarkan malam ini juga ke Polres tempat Pak Rachman bekerja dan tidak perlu membuat nota apapun, masa ayah karyawanku ponselnya sudah sangat tua seperti itu" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Siap Bos, saya pamit untuk menghubungi pihak gudang agar segera mengirimkannya" ucap Alex dengan sangat hormat dan di balas anggukan kepala oleh Sean Arthur lalu Alex langsung kembali ke kursinya.


"Pak Sean, ini?" Ucap Pak Rachman yang tampak sangat terkejut dengan pemberian Sean Arthur ini.


"Loh bukankah boleh memberikan hadiah selama saya tidak meminta timbal balik apapun, ini berupa hibah Pak jadi anda tidak bisa di tuntut untuk hibah bukan, kebetulan untuk jawa barat ini penjualan ponsel perusahaan saya cukup bagus jadi tidak ada salahnya jika saya ikut promosi bukan melalui anggota bapak, jika memang ada yang mempertanyakan perihal ini saya siap kok pak menjadi saksinya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Pak Sean, ini benar benar di luar dugaan saya, jika demikian saya ucapkan terima kasih dan akan saya pastikan semua anggota saya mendapatkan ponsel tersebut" ucap Pak Rachman dengan sangat sopan dan ramah.


"Pak Kapolres, pihak kepolisian sudah bekerja dengan keras mengamankan usaha kami para pelaku usaha di kota Bandung ini jadi sedikit hadiah tidak merugikan kami, lagi pula saya berhutang nyawa kepada anak buah bapak ini, jika anak buah bapak ini tipe orang pemalas mungkin saya sudah mati Pak, jadi wajar bukan untuk saya lebih memperhatikan pihak kepolisian" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Maksud Pak Sean?" Ucap Pak Rachman yang belum mengetahui awal perkenalan Sean Arthur dengan Pak Freddy.


"Pak Freddy saja yang menjelaskan ya pak" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Mohon ijin komandan, beberapa waktu lalu Pak Sean terluka parah karena menjadi korban dari penjahat jalanan di jalan Sukarno Hatta dan kebetulan saya yang pertama datang ke TKP nya dan saya yang memanggil ambulans dan mengawal Pak Sean sampai ke rumah sakit, demikian komandan kejadiannya jadi semuanya murni kedinasan Komandan" ucap Pak Freddy menjelaskan dengan sangat hormat.


"Benar Pak itu kedinasan dan kemanusiaan juga, jika anda telat lima menit saja bukankah saya sudah tidak tertolong jadi Pak Kapolres petugas kepolisian seperti Pak Freddy ini sudah sepantasnya mendapatkan penghargaan bukan dan penghargaan saya secara pribadi salah satunya adalah bantuan ponsel itu" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Jadi demikian adanya, saya malah baru mengetahuinya sekarang, saya akan mengusulkan penghargaan untuk pak Freddy dan siapa partner mu saat itu" ucap Pak Rachman.


"Siap Komandan, Pak Dani komandan partner kerja saya" ucap Pak Freddy sambil menunjuk dengan telunjuknya ke Pak Dani yang duduk di pojokan.


"Pak Dani kemarilah" ucap Pak Rachman dan terlihat jika Pak Dani langsung berdiri dan melangkah cepat menemuinya.


"Siap Komandan perintah" ucap Pak Dani dengan sangat hormat berdiri dengan tegak di samping Pak Rachman.