Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
bersiap berpesta



"Pak Sean, anak perempuan saya baru selesai kuliah di Australia dan baru pulang ke kota Bandung, namun dia belum bekerja, apakah bisa saya meminta bantuan Pak Sean" ucap Pak Rachman melalui panggilan telepon itu.


"Saya kira apa, anak bapak di bidang apa Pak" ucap Sean Arthur.


"Anak perempuan saya kebetulan ahli ekonomi Pak" ucap Pak Rachman.


"Kebetulan direksi perusahaan saya kan kabur semua, ya sudah saya jadikan anak bapak saja sebagai direktur keuangan perusahaan saya, dan kebetulan anak Pak Freddy adalah manajer keuangannya, bagaimana klop bukan" ucap Sean Arthur sambil tertawa ringan.


"Pak Sean, apa tidak sebaiknya anak perempuan saya hanya di staf keuangan saja, karena anak perempuan saya ini belum memiliki pengalaman bekerja sama sekali" ucap Pak Rachman.


"Pak Rachman, anda jangan khawatir dengan hal itu, pengalaman bisa di cari bukan, lagi pula belajar dari atas juga bisa, sudah tidak perlu merasa tidak enak dengan saya, kapan anak bapak bisa ke kantor saya" ucap Sean Arthur.


"Besok Pagi bisa pak, saya benar benar berterima kasih dengan bantuan bapak ini" ucap Pak Rachman.


"Bisa tolong kirimkan ke saya nama anak bapak, dan besok jam sepuluh anak bapak tolong temui Ardhi di kantor ya, besok langsung interview dan masuk kerja ya pak" ucap Sean Arthur.


"Baik Pak Sean, segera saya kirimkan data anak perempuan saya" ucap Pak Rachman.


"Iya Pak, dan jika ada anak dari petugas kepolisian di bawah bapak yang membutuhkan pekerjaan besok bisa sekalian datang saja tidak apa apa, nanti biar Ardhi yang mengatur penempatan mereka" ucap Sean Arthur.


"Baik Pak, saya akan sampaikan ke anak buah saya, mungkin ada beberapa yang anaknya memang sedang mencari kerja seperti anak saya" ucap Pak Rachman.


"Baik Pak, sehat selalu ya Pak" ucap Sean Arthur.


"Sama sama pak, bapak juga sehat selalu" ucap Pak Rachman dan panggilan telepon itu kemudian di putuskan oleh Sean Arthur.


Drrrt sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Sean Arthur dan langsung di lihat, ternyata pesan singkat itu dari Pak Rachman yang berisi data anak perempuannya.


Sean Arthur membalas pesan singkat tersebut sebagai pertanda jika dia sudah menerimanya dan mengirimkan pesan tersebut ke Ardhi lalu menghubungi Ardhi melalui panggilan telepon tidak lama kemudian.


"Siap Bos" ucap Ardhi.


"Itu data anak Pak Rachman dan aku sudah bilang ke dia anaknya akan mendapatkan jabatan sebagai direktur keuangan perusahaan kita, besok jam sepuluh dia akan menemui mu, jadi jangan persulit dia" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos, beres, ini anak Pak Rachman yang kapolres itu ya Bos" ucap Ardhi.


"Benar, dan jika besok ada orang lain yang datang bersamanya maka kau lihat saja biodatanya jika ayah atau ibunya ternyata anggota kepolisian maka berikan jabatan yang bagus sesuai bidangnya di perusahaan kita, atau anak perusahaan juga tidak apa apa selama masih dekat dengan rumah mereka" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos" ucap Ardhi dan panggilan telepon itu langsung di putuskan oleh Sean Arthur.


"Bos maaf kenapa langsung di berikan jabatan setinggi itu" ucap Alex yang mendengarkan percakapan telepon itu.


"Setidaknya anak Pak Rachman itu lebih baik dari direksi sebelumnya" ucap Sean Arthur.


"Benar itu Bos" ucap Doni spontan yang mengagetkan semuanya.


"Kau itu mengagetkan ku saja" ucap Sean Arthur.


"Alex, kadang kita perlu menempatkan anak baru di posisi strategis karena begitu semua kebijakan juga akan baru lagi, anak Pak Rachman ini aku yakin bisa cepat menyesuaikan diri kok" ucap Sean Arthur dengan sangat.


"Bos, situasi kota bandung saat ini sudah jauh berbeda, karena dampak kerusuhan kemarin itu membuat para pembuat onar menjadi takut, disatu sisi ini hal baik untuk bisnis kita jika kita mau mengambil alih posisi posisi yang di tinggalkan oleh mereka" ucap Alex.


"Aku sudah tidak ingin dengan bisnis seperti itu, lalu apakah kasino kasino mereka masih beroperasi" ucap Sean Arthur.


"Tidak Bos, semuanya sudah di tangkap oleh anak buah Pak Rachman dan sudah di pasang garis polisi juga tempat tempatnya" ucap Alex.


"Bos, Putaran uang di kasino itu sangat besar, dan hal ini akan memancing banyak ikan besar marah, berarti kita harus semakin waspada" ucap Doni.


"Apa yang kau katakan itu memang benar, hal ini akan membuat semua ikan besar keluar, Alex perketat keamanan aset ku, jangan sampai ada penyusup masuk dan memasang Bom lagi" ucap Sean Arthur.


"Baik Bos" ucap Alex sambil mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya.


"Alex, Rico belum bisa di lepas sendiri demikian juga Ardhi jadi kau kembalilah ke Villa Dago dan awasi semuanya" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos, jika demikian saya pamit" ucap Alex sambil berdiri lalu meninggalkan Sean Arthur.


Mereka bertiga hanya diam sampai terdengar suara satu mobil meninggalkan parkiran depan villa naga.


"Bos, kemana anda ingin pergi" ucap Roni sambil berdiri.


"Sudah siapkan saja dulu mobilnya, kita akan mengecek sesuatu, tidak perlu membawa banyak orang cukup para pengawal pribadi ku saja, oh ya lengkapi lagi jadi enam puluh orang, jika lima puluh sembilan tidak enak menghitungnya" ucap Sean Arthur ke Roni.


"Sudah di kirim Bos sama Bos Gunawan, malah kini sudah Pas seratus orang" ucap Roni.


"Ya ajak saja mereka semua karena mereka memiliki izin penggunaan senjata, berikan peluru lebih banyak saja" ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.


"Siap Bos" ucap Roni sambil melangkah keluar dari ruang tamu Villa Naga itu.


"Bos kenapa anda meminta alex pergi?" Tanya Doni yang terlihat kebingungan.


"Dia tidak memiliki senjata yang resmi karena memang aku tidak mengurusnya, dan juga kita akan sedikit berpesta sebaiknya dia tidak ikut, jadi jika kita masuk rumah sakit lagi ada yang menunggui kamar kita lagi" ucap Sean Arthur sambil tertawa ringan.


"Saya kira kenapa, sebenarnya kita mau kemana bos" ucap Doni.


"Menghancurkan satu lubang usaha para pengkhianat" ucap Sean Arthur sambil kembali menghisap rokoknya dalam dalam.


"Jika begitu kenapa kita tidak membawa lebih banyak pasukan saya dan Roni saja Bos, kan mereka juga memiliki izin penggunaan senjata api" ucap Doni.


"Kau ini, kalo semua kita ajak, maka siapa yang akan jadi pemain cadangan" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos" ucap Doni yang masih belum ada gambaran tentang lokasi yang akan di tuju oleh Sean Arthur.


"Sudah jangan kebanyakan berpikir, sekarang ambilkan uang lima milyar cash" ucap Sean Arthur sambil tersenyum lebar.